Slider

GALERI

News

MUSIK

BUDAYA WISATA

Event

TIPS

SELEBRITIS

Udang Asam Pedas Spesial untuk Sahur

MASAKAN simpel dan praktis selalu menjadi anadalan para ibu untuk menyiapkan menu sahur. Meskipun mudah dan tak membutuhkan banyak waktu untuk mengolahnya, tapi faktor gizi harus tetap menjadi perhatian utama. Anda bisa membuat udang asam pedas.

Bahan-bahan
500 gr udang jerbung/pancet ukuran besar, gurat punggungnya
1 ½ buah paprika hijau, merah, kuning potong-potong
1 buah bawang bombai, belah 6-8
5 sdm saus tomat
1 sdm gula pasir
½ sdt garam
100 ml air

Bumbu dihaluskan
3 siung bawang putih
3 buah cabai merah
Cara membuat
1. Lumuri udang bersih dengan 1 sdm air jeruk nipis selama 5 menit, tiriskan;
2. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan bawang bombai, aduk hingga layu. Tambahkan paprika dan udang, besarkan api;
3. Aduk dengan cepat sambil memasukkan saus tomat, gula, garam dan air. Setelah mendidih dan saus mengental, segera angkat, sajikan segera.

 

Nasi Goreng Tuna untuk Santap Malam

NASI goreng memang paling cocok disantap saat malam hari. Terlebih jika ditambahkan ikan tuna ke dalam campuran nasi gorengnya, tentu akan lebih nikmat dan kaya rasa.

Bahan-bahan
400 gr nasi putih
3 sdm minyak untuk menumis
2 siung bawang putih
100 gr ikan tuna, potongan kotak kecil
50 gr jagung pipilah, rebus
50 jamur kancing kalengan, iris tipis
1 batang daun bawang, iris tipis
1 batang seledri, iris tipis
½ sdt garam
½ merica bubuk
2 sdm kecap asin

Cara membuat
1. Panaskan minyak, tumis bawang putih hingga harum. Masukkan ikan tuna, aduk hingga berubah warna;
2. Tambahkan jagung pipilan, irisan jamur, daun bawang dan daun seledri. Aduk hingga layu;
3. Masukkan nasi, beri garam, merica bubuk dan kecap asin, aduk rata dan angkat;
4. Sajikan dengan acara nanas dan mentimun.

Selamatkan Masyarakat Adat yang Nyaris Punah!

BUANG JONG - Bukan hanya budaya dan upacara adat Buang Jong Suku Sawang yang nyaris punah sejak direlokasi ke daratan oleh Pemerintah 1978 dan 1985, populasi suku ini terus menyusut drastis hingga nyaris punah.
Pemerintah Indonesia harus segera memberi perhatian khusus masyarakat adat dan suku-suku terasing yang nyaris punah di dalam teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pembangunan fisik, industri, infrastruktur hendaknya dijadikan sarana untuk menyelamatkan mereka dan bukannya menggeser bahkan menghapus keberadaan masyarakat adat dan suku-suku terasing tersebut. Hilangnya mereka dari bumi Indonesia merupakan kegagalan bangsa ini membangun peradabannya.
 
Demikian ditegaskan Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) AM. Putut Prabantoro – dari wartawan, oleh wartawan dan untuk Indonesia, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (29/6/2015).

Oleh karena itu, Putut menambahkan, negara berkewajiban menjaga kelestarian keberadaan, perbedaan dan keberagaman suku bangsa yang ada di Indonesia. Dikatakannya, dari sekitar 250 juta jiwa penduduk Indonesia, 20 persennya adalah masyarakat adat yang tinggal di dalam dan di sekitar hutan. “Beberapa diantaranya sudah dalam keadaan krtitis dan terancam punah,” kata Putut yang juga Konsultan Komunikasi Politik tersebut.

Suku yang dimaksud antara lain adalah Suku Sawang di Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sejak direlokasi ke darat oleh pemerintah pada Tahun 1978 dan 1985, jumlah suku yang aslinya bermukim di laut ini terus menyusut. Berdasarkan catatan pemerintah kolonial Belanda dalam Staat Van De Bevolking Op Billiton, 1851, masih ada sekitar 1.654 jiwa. Namun berdasarkan penelitian Profesor Iwabuchi dari Jepang, jumlah tersehut pada tahun 2012 menjadi 900 jiwa. Data terakhir yang diperoleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Penelitian (LPMP) Air Mata Air, Belitung Timur pada 2015, jumlah suku yang diabadikan dalam novel Laskar Pelangi ini sisa 130 jiwa saja, dan 80% tidak lagi bisa berbahasa Sawang.

Es Cendol Kamboja untuk Berbuka Puasa

JIKA minuman segar saja dirasa kurang untuk menu berbuka puasa maka cobalah menu es dengan berbagai isian. Es cendol salah satunya.

Bahan-bahan
500 ml santan dari 1 butir kelapa, didihkan
Es serut
Cendol hijau
100 gr tepung beras
2 sdm tepung sagu
50 ml air
750 ml air
1/8 sdt garam

Bubur kanji
100 gr tepung sagu
1/8 sdt pewarna merah
700 ml air

Sirop, rebus hingga kental
200 gr gula pasir
100 ml air

Cara membuat
1. Cendol hijau : campur tepung beras dan tepung sagu bersama air daun suji, air dan garam, aduk rata. Masak di atas api hingga matang dan kental. Angkat;
2. Siapkan saringan dan wadah berisi air es. Tekan-tekan adonan di atas saringan hingga adonan keluar butiran berbentuk bulat panjang jatuh ke dalam wadah berisi air. Sisihkan;
3. Bubur sagu: aduk rata semua bahan. Masak hingga kental dan matang. Angkat dan sisihkan;
4. Penyajian : taruh cendol dan bubur sagu dalam gelas saji. Tuang santan dan es serut. Tambahkan sirop. Sajikan dingin.

Es Rumput Laut Gula Merah

RUMPUT laut tidak hanya kaya akan serat tapi juga nikmat dijadikan minuman segar. Es rumput laut gula merah sangat cocok disajikan untuk menu berbuka puasa.

Bahan-bahan
200 gr rumput laut siap santap
150 gr sari kelapa
1 kaleng buah leci

Gula
300 gr gula merah
150 gr air
1 lembar daun pandan

Santan
500 ml santan dari 1 butir kelapa
1 lembar daun pandan
¼ sdt gula pasir

Cara Membuat
1.Gula merah: Siapkan panci, panaskan air, gula dan ikat satu lembar daun pandan hingga mendidih dan larut;
2. Santan Campur semua santan, daun pandan dan gula pasir hingga larut. Angkat dan sisihkan;
3. Dalam wadah masukkan rumput laut, sirup gula merah, es serut, sari kelapa, leci dan santan. Sajikan selagi dingin.

Es Mentimun Segar Praktis untuk Berbuka Puasa

SEGAR dan wanginya mentimun bisa jadi sajian tepat untuk berbuka puasa. Minuman es mentimun segar bisa Anda suguhkan di tengah keluarga.

Bahan-bahan
1 kg mentimun
1 buah cabai merah keriting
50 cc sari jeruk nipis
200 cc air gula pandan
Es serut secukupnya

Cara membuat
1. Kupas mentimun, cuci dan serut kasar;
2. Cabai merah dibuang bijinya, lalu iris tipis;
3. Tempatkan mentimun serut dalam gelas saji. Beri irisan cabai merah, sari jeruk nipis, air gula pandan dan es serut.

2 Warga Purwakarta Ambruk Ditembak Kawanan Penjahat

Dua warga Kampung Ciganea RT 1/1 Desa Mekar Galih, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta ambruk seketika setelah ditembus timah panas kawanan penjahat, pukul 01.00 Selasa (30/6/2015) dinihari tadi.

Dua korban yang ditembak kawanan begal ini masing-masing Rangga (24), dan Dewan (26). Akibat aksi brutal kawanan penjahat itu, Rangga alami luka serius pada bagian dada sebelah kanan dan dirujuk ke RSHS Bandung. Sementara Dewan (26), mengalami luka tembak di bagian tangan sebelah kanan saat melindungi diri dari tembakan komplotan begal ini.

Dikutip dari koranpurwakarta.com, kejadian ini bermula saat kawanan begal hendak membawa kabur kendaraan di rumah Rangga. Saat itu, kawanan pelaku yang diduga berjumlah dua orang pelaku. Namun, aksi mereka tertangkap basah orang tua Rangga. Dalam kondisi kalap, pelaku langsung menembakkan sejata api ke mengarah orang tua Rangga. Beruntung dia selamat karena berhasil menghindar.

Namun nasib nahas menimpa Rangga dan Dewan. Mendengar kegaduhan di luar, kedua orang ini menuju arah keluar menuju ruang garasi. Pelaku yang melihat keduanya, kembali melesatkan timah panas kedua pemuda itu. Kali ini sasaran pelaku, mengenai korban. 

Keduanya langsung ambruk dan dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.
Sementara pelaku, langsung kabur menyelamatkan diri tanpa membawa motor hasil curiannya itu. Polisi yang datang ke lokasi, langsung melakukan olah tempat kejadian.