Slider

GALERI

News

MUSIK

BUDAYA WISATA

Event

TIPS

SELEBRITIS

Mulai muncul keriput di wajah? Tak perlu panik menghadapinya

Saat usia Anda bertambah, sudah pasti akan timbul berbagai macam perubahan fisik pada tubuh. Salah satu hal yang paling terlihat adalah munculnya keriput di wajah Anda. Dan hal ini pasti akan membuat diri Anda menjadi panik.

Namun benarkah keriput adalah hal yang menakutkan? Dilansir dari healthmeup.com, ternyata ada beberapa fakta menarik tentang keriput yang dapat membantu Anda lebih santai dalam menghadapi keriput.

Keriput merupakan keturunan
Jika Anda mengalami keriput pada usia muda, tidak ada salahnya untuk melihat orang tua Anda. Sebab ternyata salah satu faktor munculnya keriput disebabkan oleh genetik atau keturunan.

Matahari adalah faktor utama penyebab keriput
Sinar matahari merupakan faktor utama dari penyebab keriput. Sinar matahari akan merampas kelembapan kulit Anda dan membuat elastisitasnya berkurang. Oleh karena itu penting bagi Anda untuk selalu memakai krim tabir surya.

Tidur di satu sisi bisa membuat keriput
Bagi Anda yang suka tidur dengan posisi miring, berhati-hatilah. Sebab ternyata kebiasaan tersebut bisa membuat kulit Anda keriput. Hal ini terjadi karena ketika Anda tidur di satu sisi maka kulit akan tertekan oleh bantal dan tidak bisa kembali ke posisi normal dengan mudah karena Anda tidur miring.

Garis kerutan adalah tanda menurunnya penglihatan
Tahukah Anda jika keriput bisa diasosiasikan dengan menurunnya penglihatan? Hal ini terjadi sebab ketika Anda sulit untuk melihat, maka Anda akan mengerutkan dahi dan menyebabkan terjadinya penurunan penglihatan.

Makin gemilang, Andien jadi juri tamu 'ASIA'S NEXT TOP MODEL'

Penyanyi jazz top Indonesia ini memang dikenal punya gaya berbusana alias gaya fashion yang luar biasa keren. 

Beberapa kali diundang menghadiri New York Fashion Week, Andien kini menjadi salah satu kiblat mode para wanita Indonesia yang modern dan dinamis. Nggak salah jika salah satu ajang pencarian model berbakat di Asia Tenggara, ASIA'S NEXT TOP MODEL 3 mengundangnya jadi mentor dan juri tamu. Gimana ya perasaan Andien?

"Memiliki sebuah peran sebagai mentor, dari akunya sendiri sudah deg-degan. Karena aku nggak tahu apa yang harus diomongin, tetapi share saja pengalaman yang aku punya. Bisa duduk di kursi panelis itu sudah luar biasa banget buat aku. Ini bisa jadi pelajaran, karena beda banget dengan bidang aku sehari-hari," ungkapnya

Andien yang dikabarkan sedang mempersiapkan pernikahannya ini merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan Nadia Hutagalung dan kawan-kawan, sekaligus menimba ilmu. 

"Ini nilai lebih lah karena pengalaman ini mengajari aku banyak hal. Nambah wawasan, memperluas ilmu dan fashion juga, banyaklah," ungkap wanita 30 tahun ini.

Selain menjadi penyanyi jazz yang bertalenta sejak awal tahun 2000, Andien juga punya passion di bidang fashion. Menurutnya, fashion itu nggak bisa dipisahkan dari musik. 

"Sejauh ini, aku selalu support acara fashion. Karena musik dan fashion nggak bisa dipisahin," tuturnya.

Ia sangat concern dengan gaya berbusananya. Karena menurutnya, hampir semua orang pasti menilai penampilan kita terlebih dulu. 

"Acara musik dilihat visualnya juga, jadi nggak bisa dipisahkan. Ketika keluar rumah, pasti di-jugde dari fashion dan musik yang aku bawakan," terang Andien.

Disinggung soal apakah ia bakal terjun ke dunia modeling profesional, ini jawabannya, 
"Kalo modeling nggak, tetapi kalau fashion, aku punya passion yang sangat besar," tandasnya.

 Well, congrats ya Ndien! (kapanlagi)

Apakah Anda Berkepribadian Introvert?

ORANG introvert miliki kepribadian suka menyendiri dan mudah stres, tapi bukan berarti mereka tidak mau bergaul dengan orang lain. Berikut ini ada lima ciri-ciri orang introvert, seperti yang dikutip oleh Timesofindia,

Pertama, Anda selalu merasa stres di tengah banyak orang. Sebab, Anda tidak tahu caranya untuk menenangkan diri tengah-tengah kerumunan banyak orang.

Kedua, saat berpidato di hadapan banyak orang, tiba-tiba menjadi gugup, meskipun Anda telah sering berlatih pidato.

Ketiga, orang-orang introvert selalu dianggap menjadi teman setia, karena cenderung menjadi orang-orang yang sangat setia dan jujur. Energi mereka berasal dari diri sendiri, bukan dari orang lain.

Keempat, saat hendak mengambil keputusan, senang merencanakan suatu hal ke depan karena tidak ingin mengacaukan suatu hal yang tidak diinginkan.

Kelima, saat menyelesaikan satu pekerjaan, Anda selalu meyakinkan diri sendiri untuk menyeimbangkan pekerjaan itu. Padahal, seharusnya Anda tidak perlu melakukan hal tersebut jika memang pekerjaan Anda sudah sempurna.

Hati-Hati dengan Bahan Kimia di Kosmetik

SETIAP kosmetik tentunya terdiri dari berbagai bahan kimia. Namun, ada beberapa bahan kimia dalam kosmetik yang memiki dampak buruk.
Anda perlu mengetahui bahan-bahan berbahaya apa saja dalam produk kosmetik yang dimiliki. Agar terhindar dari dampak buruk, simak ulasannya berikut ini sebagaimana dilansir dari Boldsky, Kamis (26/3/2015).

Bahan pengawet
Asam sorbat dan EDTA dalam hampir seluruh produk kecantikan dan kosmetik dapat memperpanjang kualitas kosmetik dan melindunginya dari pertumbuhan bakteri. Bahan tersebut menghasilkan pembentukan radikal bebas yang menyebabkan penuaan dan kerusakan sel.

Paraben
Bahan ini umumnya ada pada sabun, sampo, krim kulit dan semacamnya. Paraben menyebabkan penuaan dini dan masalah kesuburan.

Alkohol isopropil
Bahan ini digunakan dalam produk perawatan kulit sebagai pelarut. Alkohol isopropil dapat menyebabkan pigmentasi dan bintik-bintik hitam pada kulit.

Pewarna buatan
Warna ditambahkan dalam semua produk perawatan kecantikan kulit untuk lebih menarik. Warna-warna yang ditambahkan adalah hijau 3 (E142) dan biru 1 (E133) dan sebagainya. Warna ini dapat menyebabkan kanker dan menambahkan racun pada kulit dan tubuh.

Formaldehida
Bahan ini ditambahkan pada car kuku dan banyak produk kosmetik lainnya. Bahan ini dapat menyebabkan alergi, keracunan, kerusakan organ dan penurunan kekebalan.

Sodium sulfat
Bahan ini bertindak sebagai deterjen dalam sampo dan produk kecantikan kulit lainnya. Bahan ini dapat membuat kulit menjadi tipis, iritasi, bahkan yang terburuk, yaitu kanker. (okez)

Nelayan Subang Gunakan Alat Canggih Untuk Menangkap Ikan

Dalam mencari ikan di samudera luas nelayan bukan hanya menggunakan insting atau naluri untuk mencari ikan yang turun-temurun diajarkan oleh pendahulunya, dimana kala itu nelayan masih menggunakan cuaca dan arah angin serta bintang sebagai patokan untuk menentukan navigasi arah pelayaran, tentu saja mengandalkan insting saja tidak cukup dalam berlayar di lautan lepas. 

Sesuai perkembangan zaman yang semakin maju nelayan Subang melengkapi peralatan canggih buatan luar negeri yang harganya mencapai puluhan juta rupiah untuk mempermudah navigasi saat berlayar mencari ikan.

Lautan Nusantara yang kaya akan ikan, cumi, udang, serta jenis kepiting merupakan salah satu aset terbesar sebagai pemasukan pendapatan asli Daerah (PAD) dimana ratusan juta rupiah setiap hari pendapatan Daerah dihasilkan dari hasil tangkapan laut, untuk menangkap ikan secara maksimal nelayan Subang pun melengkapi diri dengan alat canggih berupa Global Positioning System (GPS) yang berguna untuk mencari ikan di laut serta menentukan arah dan posisi saat di lautan lepas, selain itu alat yang lebih canggih berupa fish finder atau Echo Sounder merupakan alat kamera bawah laut dimana dengan alat ini nelayan dapat mendeteksi gerombolan ikan yang akan dijaring.

Selain itu nelayan pun dapat mengetahui peta pergerakan arah ikan yang bermigrasi dengan menggunakan peta melalui foto satelit yang dibagikan setiap hari oleh Dinas perikanan di seluruh Indonesia. 

"Sekarang peralatan nelayan sudah canggih, hampir semua nelayan kapal besar sampai perahu pancing menggunakan alat GPS dimana alat ini sebagai penanda titik koordinat untuk menentukan lokasi dimana terdapat banyak ikannya, biasanya nelayan akan menandai lokasi kapal karam yang menjadi rumpon dimana ikan berkumpul," kata Wirya nelayan Blanakan Rabu, (25/03/2015).

"Alat canggih seperti fish finder juga telah dimiliki oleh nelayan alat ini merupakan kamera bawah laut, nelayan dapat melihat pergerakan ikan di bawah laut melalui layar tv, untuk harga GPS mencapai 5 juta lengkap dengan accu nya dan harga fish finder lengkap mencapai 15 juta, harga semahal itu sebanding dengan hasil tangkapan yang hasilnya mencapai puluhan sampai ratusan juta dalam sekali melaut," tambah Wirya.

Kemajuan zaman membuat nelayan beralih ke teknologi yang lebih maju dimana alat-alat digital memaksa nelayan untuk tidak gagap teknologi, perlahan tapi pasti nelayan faham menggunakan alat-lat yang memudahkan pencarian ikan di lautan. 

"Dengan peralatan canggih seperti GPS dan Echo Sounder setidaknya nelayan tidak gambling dimana nelayan saat belum menggunakan alat canggih masih mengandalkan naluri yang kadang salah perhitungan, dengan dibantu peralatan canggih tangkapan ikan nelayan dapat meningkat," ujar Sunarto perwakilan nelayan Blanakan.
(trgt)

Jembatan Permanen Dibangun, Jembatan Gantung akan Tergusur

Pembangunan infrastruktur jembatan di Desa Muara Kecamatan Blanakan Subang Jawa Barat molor dari jadwal yang ditentukan, pembangunan jembatan permanen dengan sistem cor beton yang menghubungkan dua Desa antara Muara dan Tanjung Tiga yang mangkrak baru rampung 60 % dan belum dipastikan kapan selesainya. 

Pentingnya jembatan yang kokoh melintasi sungai Ciasem ini diharapkan dapat mempermudah distribusi hasil alam seperti padi, ikan laut serta palawija dimana kendaraan roda 4 dan roda 2 dapat melenggang menyeberangi sungai yang dalam dan berarus deras ini.

Sebelumnya warga Muara atau Tanjung Tiga yang akan menyeberang sungai Ciasem harus melalui jembatan gantung yang kondisinya sangat memprihatinkan, dengan lantai terbuat dari bambu dan dinding kayu yang sudah lapuk, warga pun harus bergantian menyeberang jembatan gantung karena jembatan gantung ini tidak dapat dilewati sepeda motor dari arah yang berlawanan. Selama jembatan permanen belum bisa digunakan jembatan gantung pun menjadi jalan satu-satunya bagi warga untuk menyeberang ke desa tetangga.

Walaupun Jembatan gantung kondisinya sudah sangat memprihatinkan, namun warga tidak punya pilihan lain, selain jembatan gantung terdapat penyeberangan eretan (Penyeberangan perahu), namun sayang sungai Ciasem yang sering meluap membuat eretan kadang tidak beroperasi karena derasnya arus sungai yang meluap membahayakan warga yang menyeberang. 

Pemilik jembatan gantung di Desa Muara mengklaim bahwa jembatan ini milik pribadi dimana pembangunan dan perawatan jembatan ini murni dari kantong pribadi, Nini pemilik jembatan gantung pun pasrah jika jembatan gantung ditinggalkan penyeberangnya menyusul pembangunan jembatan permanen yang akan rampung.

"Jembatan ini milik keluarga, pembangunannya menggunakan dana pribadi bukan dari Desa. Setiap hari sih banyak warga dua Desa yang menyeberang kadang ada yang membayar kadang gratis, saya pasrah saja jika jembatan baru jadi, pasti warga akan menyeberang jembatan yang lebih kuat dan aman, warga pun tidak membayar melewati jembatan permanen itu, sudah 20 tahun keluarga saya berpenghasilan dari jembatan gantung ini," ujar Nini penjaga jembatan gantung Desa Muara Rabu, (25/03/2015).

"Proyek jembatan di Desa Muara masih dalam proses persiapan pengerjaan lantai, dipastikan beberapa tahun ke depan sudah selesai dibangun jika pendanaannya tidak ada hambatan, jembatan ini dapat dilewati kendaraan roda 4 dan akses satu-satunya jalan menuju Desa Tanjung Tiga arah Pantura, walaupun pembangunan jembatan sempat terhenti karena masalah pendanaan namun pembangunan masih terus dilakukan, mengingat pentingnya jembatan bagi warga di dua Desa ini," tutur Martin tokoh pemuda LSM LMP Blanakan. (trgt)

Menelusuri Jejak Penari Dombret di Pesisir Muara Pantura Subang

Hiruk pikuk nelayan dan buruh bongkar ikan di dermaga sungai Blanakan bercampur dengan para bakul menyaut ikan (membeli ikan) di pelelangan ikan Mina Fajar Sidik Blanakan Subang Jawa Barat, suara lantang juru taksir lelang ikan menambah suasana ramai di pagi yang diselingi rinai gerimis membawa pada suasana khas pesisir pantai nan asri. 

Lelaki kurus tua yang bekerja sebagai karlak (buruh bongkar ikan) tersenyum saat kamera wartawan mengabadikannya kala memanggul bakul berisi penuh ikan lemuru. Dari lelaki tua kurus inilah wartawan mencoba menelusuri jejak penari dombret yang dulu sempat menjadi hiburan yang digandrungi pemuda di era tahun 70 sampai tahun 2000 an.

Kesenian dombret sempat merajai jagad hiburan di Muara pesisir utara pada dekade 70 an, mulai dari Cabang bungin Cikarang, Ciparage Karawang, Blanakan, Ciasem hingga Indramayu, kesenian rakyat khas pesisiran dengan alat musik yang pada awalnya hanya kecrek, kendang dan suling ini, penari dombret yang didominasi oleh wanita asal Indramayu menjadi madona para nelayan dan warga dalam mencari hiburan kala masa itu. 

Penari dombret yang didatangkan dari Daerah Cangkingan, eretan dan bongas Indramayu oleh ketua rombongan bertanggung jawab mencukupi kebutuhan hidup sang penari dombret yang rata-rata masih belia.

Selain untuk berkesenian dan mendapatkan uang dari saweran penari dobret juga sekaligus mencari jodoh di ajang panggung beralaskan tanah, setelah malam menjelang para penari dombret duduk berjajar, menunggu pasangan yang kebanyakan laki-laki untuk menari atau sekedar bercengkrama di tempat yang remang-remang sang penari dombret sesekali mendatangi ketua rombongan untuk menyetorkan uang saweran dari pasangannya. 

Seiring dengan perkembangan zaman penari dombret berubah baik gaya musik dan pakaiannya yang menarik pasangannya, tidak jarang penari dombret pun mendapatkan jodoh laki-laki yang menyawernya.

Pada era tahun 90 an dombret bertransformasi menjadi hiburan dangdut dengan musik modern yang lebih digandrungi kaum muda waktu itu, dengan musik tarling khas Cirebonan. Sayangnya kesenian yang awalnya diperuntukkan untuk hiburan rakyat ini menjadi tidak terkontrol membuat masyarakat menduga kesenian dombret mulai disusupi miras dan praktek prostitusi terselubung, protes atau aksi penolakan adanya dombret pun sempat terjadi melihat para pemuda kerap berkelahi memperebutkan penari dombret yang menjadi primadona dimana protes warga berakhir pada penutupan panggung emprak kesenian dombret.

Wardinta lelaki tua kurus yang namanya meminta disamarkan ini menuturkan era tahun 70 an dimana hiburan dombret digemari saat itu, hampir di setiap Muara dimana terdapat pelelangan ikan terdapat hiburan dombret yang kebanyakan didatangi oleh para nelayan yang sedang merapat di pelelangan ikan.

"Tahun 70 an dombret masih ramai, mulai dari Ciparage, pepetan, pintu Rawa Meneng sampai Blanakan dan Ciasem, waktu zaman saya muda saweran dombret masih Rp 25 perak naik menjadi Rp 50 perak hingga Rp 500 perak, dulu tidak ada persaingan dalam mendapatkan langganan dombret," ujar Wardinta yang mengaku mempunyai istri mantan penari dombret Kamis. (26/03/2015).

"Dulu di Muara Ciasem dan Blanakan setiap malam ramai oleh hiburan dombret, pernah pada tahun 80 an rombongan dombret di Desa pintu Rawa Meneng ditutup akibat diprotes kaum ibu gara-gara anaknya yang masih sekolah SMK keranjingan menyawer dombret, banyak penari dombret yang mendapatkan jodoh warga Blanakan, Cilamaya dan Ciasem, sekarang mereka sudah pada tua dan mempunyai Cucu," kata Wardinta.

Memasuki tahun 90 an dombret beralih menjadi hiburan tarlingan, sayangnya banyak pemuda yang mabuk berkelahi memperebutkan dombret, selain itu banyak dombret yang bisa dibawa menginap membuat masyarakat menjadi anti pati pada dombret, dombret sempat dibuka di Desa Grinting Muara Baru Cilamaya Girang pada tahun 2000 an di bawah pimpinannya Darman, namun ditutup.

Setelah sering terjadi tawuran pemuda dan kebakaran pada tahun 2003 lalu, sekarang jejak kesenian dombret sudah tidak ditemukan lagi di setiap Muara pelelangan, anak muda sekarang lebih memilih bekerja menjadi buruh pabrik atau menjadi TKI di Arab Saudi ketimbang menjadi dombret.(target)