Slider

GALERI

News

MUSIK

BUDAYA WISATA

Event

TIPS

SELEBRITIS

Kios Terbakar, Sejumlah Pedagang Pasar Pagaden Subang Jatuh Pingsan

Tak tahan melihat tempat usahanya ludes terbakar, sejumlah pedagang pasar inpres Pagaden, Subang jatuh pingsan.
 
"Sekitar 3-5 orang jatuh pinhgsan. Sepertinya dia kaget dan shock kiosnya terbakar," kata Kapolsek Pagaden Kompol Ojat Sudrajat Sabtu (25/7/2015).

Sekitar pukul 20.30 WIB, Pasar Inpres Pagaden terbakar. Sedikitnya ada 120 kios ludes dilalap si jago merah. Pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Subang menurunkan lima buah unit. Namun begitu, upaya pemadaman terkendala ketersediaan air. Sehingga harus mengambil air dari Kecamatan Binong yang membutuhkan waktu sekitar 1 jam.

Akibatnya, upaya pemadaman api tidak maksimal. Dari pantauan, hingga pukul 23.00 WIB api masih membakar kios pasar. Kendati demikian, dari sekitar 120 kios, tidak semua barang dagangan mereka ikut terbakar. Puluhan pedagang berhasil menyelamatkan dagangan mereka.

Dengan keluarga dan kerabatnya, mereka saling membahu mengamankan barang dagangannya ke tempat aman untuk kemudian di bawa ke rumah mereka. 
 
"Alhamdulillah barang-barang masih bisa diselamatkan, tapi kita berharap pemerintah secepatnya membentuk tim untuk kembali membangun. Kita mau makan dari mana, kalau ga dagang," ujar seorang pedagang, Andi.

Sate Biawak Subang Digemari Wisatawan dan Pemudik

Sate biawak menjadi pilihan kuliner khas Subang yang digemari wisatawan, termasuk pemudik yang melintasi daerah kawasan pantura Jabar itu. 

 "Penggemar sate ini kebanyakan wisatawan dari luar kota seperti Jakarta. Termasuk pula pada saat mudik saat ini kuliner ini banyak yang memburu," kata Dewi, penjual sate biawak di Subang, Rabu (22/7/2015). 

 Dewi mengatakan, jumlah pengunjung ke warungnya dan memesan sate biawak cukup banyak setiap harinya, yaitu mereka yang pulang kampung ke Subang atau yang akan pergi ke tempat wisata seperti pemandian air panas Ciater dan taman wisata alam Gunung Tangkuban Perahu. 

Menurut Dewi pengunjung meningkat saat libur lebaran dan banyak wisatawan yang memesan dalam jumlah banyak.

Selain memesan yang siap saji, banyak pula wisatawan yang memesan mentahnya bahkan satu ekor biawak utuh. Dewi menyebutkan harga satu ekor biawak utuh Rp 20.000 per kilogram, yaitu seukuran 15 hingga 20 kilogram.


Biawak dipasok dari Sumedang, Cisalak, Pamanukan Dangdeur dan Pagaden. 


Harga satu porsi sate biawak Rp 30.000. Banyak konsumen yang meyakini bahwa daging biawak berkhasiat, antara lain, untuk obat dalam, alergi, sesak napas dan meningkatkan vitalitas.

Pasti, Pertamina Luncurkan BBM Petralite RON 90 pada 24 Juli 2015

PT Pertamina (Persero) akan meluncurkan produk bensin terbarunya yakni Pertalite RON 90 pada Jumat (24/7/2015). Peluncuran awal akan berlangsung di SPBU Abdul Muis Tanah Abang, Jakarta Pusat ini sebagai tes pasar.

Pertamina menargetkan bensin Pertalite mampu terjual rata-rata pada minggu pertama sebanyak 500.000 liter per hari.

"Tes pasar Pertalite ada di 103 SPBU. Ini merupakan tahap awal rangkaian peluncuran Pertalite," kata Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang yang dikutip dari detik, Selasa (21/7/2015).

Bambang mengatakan, setidaknya ada 4 tahapan rangkaian peluncuran Pertalie RON 90, yakni:

Tes Pasar di 103 SPBU pada 24 Juli 2015. Pertamina memiliki lebih dari 5.600 SPBU di seluruh Indonesia. Berlanjut ke Jawa, Madura, Bali, dan kota-kota besar lainnya seperti di Medan, Palembang, dan Makassar. Publikasi ke media nasional. Grand Launching.

"Target tes pasar Pertalite adalah sebanyak 500 KL per hari (500.000 liter), yang diharapkan tercapai dalam minggu pertama, selanjutnya naik ke 750 KL, lalu 1.000 KL dan seterusnya," ujar Bambang.


Ia menargetkan, bensin berwarna hijau melon ini akan hadir di seluruh SPBU di Indonesia pada akhir 2015.
(GM)

Tingkatkan Waspada di Tanjakan Emen, Subang

Tanjakan Emen di kawasan objek wisata Gunung Tangkuban Parahu di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Subang, mendapat pengawasan dan pengawalan khusus dari Polres Subang.

"Tanjakan Emen merupakan salah satu titik rawan kecelakaan di wilayah Subang, kami tempatkan Posko di lokasi itu dan mengawal sepanjang tanjakan curam itu," ujar Kasat Lantas Polres Subang AKP Ridwan, Minggu (19/7/2015).
Menurutnya, tanjakan yang berlokasi di Desa Cicenang harus menjadi perhatian utama bagi pengendara dari Subang maupun dari Lembang, karena kerap terjadi kecelakaan.

Dikatakannya, upaya mengantisipasi kecelakaan telah dilakukan seperti rambu-rambu lalu lintas, reklame bertuliskan imbauan berhati-hati dan posko penjagaan di beberapa titik di jalur tanjakan panjang dan curam itu.

Selain itu, Iwan menambahkan, partisipasi masyarakat diperlukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Selain kesiapan fisik dan kendaraan, diperlukan kesabaran dan kontrol emosi yang kuat ketika berkendara, penuh konsentrasi dan mengutamakan keselamatan dari pada kecepatan.

Ridwan mengimbau kepada pengendara khususnya di jalur itu baik pemudik, arus balik maupun wisatawan agar benar-benar memperhatikan keselamatan. Tidak terburu-buru, karena bila terjadi kecelakaan dampaknya kemacetan tak terelakan.

"Gunakan gigi dua khususnya ditanjakkan Emen, selain itu saya imbau pula kepada para pengendara mobil dari Bandung menuju Subang lebih baik lewat Tol Cipali. Selain efisiensi waktu juga mencegah kemacetan di jalur Selatan, karena kini jalur Selatan telah ramai oleh arus wisatawan," katanya.
(GM)

Lebaran, Sariater Subang Diserbu Wisatawan Lokal hingga Mancanegara

Pemandian Air Panas Ciater, Sari Ater Kecamatan Ciater, Subang merupakan salah satu tempat tujuan wisata andalan Kabupaten Subang, Jawa Barat.
 
Dalam liburan lebaran ini, jumlah wisatawan yang datang ke obyek wisata air panas hingga 39.266 dari 41 ribu pelancong yanbg ditargetkan. Bahkan, jadwal buka yang biasanya dibuka hingga pukul 17.00 diperpanjang hingga malam hari.

Mereka tidak hanya wisatawan dari lingkup lokal Jawa Barat dan sekitarnya saja, melainkan juga datang dari kota-kota besar di Indonesia, bahkan tidak sedikit pula wisatawan dari mancanegara, seperti turis yang berasal dari negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Untuk menikmati wisata air panas dari alam Ciater, pengunjung hanya dikenakan biaya Rp 35 ribu untuk satu orang. Selain menikmati pemandangan, pemandian air panas Ciater terletak tidak jauh dari Gunung Tangkuban Perahu bisa dinikmati dalam bentuk kolam dan kamar rendam dengan desain yang unik

Dengan luas areal 30 hektare dari 22 hektare dan pesona alam khas pegunungan, obyek wisata terbesar di Jawa Barat ini menjanjikan berbagai fasilitas wisata bagi Anda dan keluarga untuk bersantai dengan berendam di hangatnya air panas yang menyehatkan sembari menikmati keindahan alam yang tersaji di sekitarnya.

Rina (35) pengunjung dari Jakarta mengaku selalu mengajak keluarganya ke pemantian air panas Ciater ketika liburan. Tempat ini dipilih karena manawarkan sensai air panas alam dengan lokasi yang cukup luas dan berbagai pilihan tempat.

Hal yang sama juga dilakukan olah Rahmat (40) warga Bandung yang datang ke Ciater. Namun, dirinya mengeluhkan arus lalu lintas yang cukup padat menuju Ciater jika musim liburan dan lebaran.

Lokasi Wisata Malam di Subang

Diskotik di Pamanukan
Lewat jam 9 malam kota Subang beringsut sepi, sebagian besar masyarakat Subang memilih kembali ke peraduan, beristirahat mempersiapkan diri untuk aktivitas esok hari. Namun tidak berarti denyut kehidupan Subang berhenti total di malam hari. 

Karaoke di Pamanukan
Di beberapa sudut kota bahkan di luar pusat kota Subang sebagian orang masih menikmati suasana malam bersama teman dan keluarga. Ada beberapa lokasi di Subang yang dapat dipilih untuk bergadang bersama teman, mulai dari diskotik, karaoke hingga tentunya berendam di air hangat sambil menikmati live music.

Karaoke di pusat kota Subang
Jika Anda tengah berada di Pamanukan, Anda bisa menikmati hingar bingar live musik di diskotik yang berlokasi di jalur utama pantura. Di sana Anda juga bisa berkaraoke ria bersama teman masih di lokasi yang sama. Lokasi karaoke di Pamanukan juga bisa ditemui di jalan Husen Kertadibrata, Pamanukan yaitu Mr. Locus Karaoke.

Di pusat kota Subang Anda juga bisa menghabiskan malam bersama teman dekat dengan bernyanyi bersama di karaoke Rangga Inn di jalan Ranggawulung. Sedangkan bagi yang tengah berada di Subang sebelah barat karaoke juga bisa ditemukan di jalan raya Dawuan Km 11, yaitu Sabitha Karaoke.

Gerbang Utama SariAter
Puas bernyanyi ria bersama teman, jika anda masih belum puas nikmati suasana malam, pemandian air panas Sari Ater dan Gracia menunggu anda di Ciater. Nikmati relaksasi air hangat di alam pegunungan tengah malam. Live musik atau pertandingan sepakbola di layar lebar akan menemani relaksasi Anda. Lokasi wisata Sari Ater tak pernah tutup, jadi Anda bisa datang kapan saja. Tunggu apa lagi, selamat bergadang di Subang!

Dapur Seni Sadewa Siap Tandang Wakili Subang Dalam Festival Tari di Jakarta

Siswa Dapur Seni Sadewa tengah berlatih
Puluhan siswa dari Dapur Seni Sadewa, Desa Sukatani, Kecamatan Compreng tengah giat berlatih menghadapi lomba tari tingkat nasional yang akan digelar di Jakarta 8 Agustus mendatang mewakili Kabupaten Subang. Kali ini sanggar seni Sadewa akan membawakan tarian kolosal berjudul “Nyi Mas Putri Mantrial”.

pembina dapur seni Sadewa, Edi Sutrisno, S.Sn di Compreng, Minggu (19/7/2015) mengatakan, Hampir setiap hari kita intensif berlatih di sanggar, dengan persiapan yang matang semoga kita bisa meraih satu gelar juara.
ak berlebihan jika dapur seni Sadewa optimis bisa meraih satu gelar juara, pasalnya dalam perlombaan serupa tahun lalu, dapur seni Sadewa berhasil menempati posisi ke 7 dari puluhan kontingen seni dari berbagai provinsi di Indonesia.

Hal senada juga diungkapkan koreografer tari Ringkang Nonoman Subang Aef Roeslan, S.Sn melihat potensi yang dimiliki sanggar seni Sadewa ia yakin, Subang yang diwakili Dapur Seni Sadewa bisa bersaing dengan kontingen lainnya.

“Meskipun dengan keterbatasan dana, saya yakin melihat potensi yang dimiliki sanggar ini (Sadewa) kita mampu bersaing dengan peserta lainnya. Tahun lalu dengan dana yang terbatas bisa mencapai peringkat ke-7, apalagi kalau didukung dengan dana operasional yang memadai, seperti untuk kebutuhan aksesoris tari dan sebagainya, saya yakin kita (Subang) bisa jadi juara,” (KS)