PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » Dana Rehabilitasi Hutan Disoal

Maraknya bencana di sejumlah wilayah di Kabupaten Subang seperti longsor dan banjir salahsatu penyebebnya yaitu rusaknya hutan di kawasan selatan Subang. Padahal dana rehabilitasi hutan mencapai Rp717.000.000. Sehingga menhadi pertanyaan bagi sejumlah pihak. Sebab efeknya tidak dirasakan.
 
Ketua LSM Benteng Pancasila Endang Karwita menilai, dana rehabilitasi hutan yang dikelola Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) tersebut tidak transparan dan tidak ada manfaat yang dirasakan masyarakat."Ini dananya sangat besar, tapi pengunaan anggarannya tidak jelas dan tidak transfaran. Manfaatnya pun tidak pernah dirasakan masyarakat. Tetap saja di pantura banjir padahal dengan reboisasi seharusnya mengurangi dampak banjir," ujarnya, Senin (2/2)).

Padahal dalam program tersebut dicanangkan pembuatan hutan desa dan pembuatan hutan rakyat dengan dana Rp164.500.000. Seharusnya Hutbun mensosialisasikan di mana letaknya jangan sampai kegitan tersebut tidak dilaksanakan dengan baik."Anggaran hutan desa Rp95 juta, angggaran hutan rakyat Rp69 juta. Ini kan anggarannya lumayan besar, jadi harus disosialisaiskan agar bisa dilihat dan juga diawasi jangan terkesan tertutup jadinya menimbulkan kecurigaan," tegasnya.

Selain itu, pembuatan sumur resapan yang menjadi bagian dari program tersebut juga tidak jelas. Berapa banyak sumur yang dibuat dan di mana saja sumur tersebut? Padahal danaya sangat besar mencapai Rp200 juta. "Kami minta kejelasan berapa sumur resapan yang dibuat ini gak jelas dan perlu dilakukan audit," tandasnya.Selain itu, yang paling disayangkan dari dana Rp717 juta, hampir setengahnya dibayarkan untuk biaya pegawai dan diantanya untuk penghasilan tambahan PNS. "Sayang banget ada dana Rp230.025.000 untuk belanja pegawai. Padahal dana sebesar itu bisa untuk membeli bibit pohon berapa ribu dan itu manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten subang, Ading Suherman enggan menanggapi program rehabilitasi hutan tersebut.Sedangkan anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dapil IX Jawa Barat Maruarar Sirait yang akrab disapa Bang Ara, mengaku prihatin atas kejadian bencana banjir di 9 RW di Kecamatan Subang. Termasuk bencana banjir di Purwadadi dan longsor di Subang Selatan. “Kami di DPR RI saat ini sedang meperjuangkan anggaran untuk pembangunan di dapil IX Jabar. Diantaranya untuk pembangunana lapangan udara dan bendungan Jatigede, termasuk di Kabupaten Subang untuk memperjuangkan anggaran pembangunan sodetan untuk mengairi ribuan sawah,” tuturnya.
 
Selain itu lanjut Ara, untuk mencegah banjir dan kekeringan, dirinya tengah mengupayakan rencana pembangunan Waduk Sadawarna, pembangunan pelabuhan Patimban yang telah menghabiskan dana Rp100 miliar. "Terkait banjir di Cigadung bisa ditindaklanjuti dengan anggaran  APBD. Jika tidak mencukupi, kami yang ada di DPR RI akan terus memperjuangkan anggaran untuk Kabupaten Subang,” ujar Ara.

Sementara itu Bupati Subang H Ojang Sohandi menjelaskan, untuk mengatasi banjir di 9 RW di Kecamatan Subang dan beberapa daerah lainnya, dirinya sudah memerintahkan Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan untuk mengeruk sungai Cigadung bekerjasama dengan pihak pengembang perumahan. 

Termasuk dengan PJT untuk pelebaran pintu uyuh.“Hari ini sungai Cigadung telah dikeruk dengan beko dari mulai hulu hingga pintu uyuh. Kami  lihat tadi siang tanggul yang jebol di Perumahan Surya Cigadung sudah diperbaiki tinggal pintu uyuh. Juga Bang Ara saat ini sedang memperjuangkan dana untuk segala pembangunan  Kabupaten Subang. 

Sedangkan perbaikan jalan di tahun 2015 telah dianggarkan dan disahkan sebesar Rp200 miliar. Idealnya untuk pembangunan jalan membutuhkan anggaran Rp600 miliar,” Ojang.(ded/bds/man/tinjau subang)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama