» » Gua Maria Bunda Kristus Tebar Kamulyan, Subang

PADA MULANYA kawasan Kota Subang terdiri dari hutan karet, tak terkecuali daerah yang saat ini menjadi kawasan Gereja Katolik Subang. Konon menurut cerita warga, dahulu di situ terdapatlah jalan setapak yang di salah satu sisi ditumbuhi satu pohon beringin besar yang sering digunakan sebagai pusat pemujaan pada Dewi Pohaci. Yaitu dengan cara membakar batang padi (“merang”) serta memberi sesembahan berupa kelapa muda, makanan serta uba-rampe. 
 
Di tanah Pasundan Dewi Pohaci dipercaya oleh sebagai lambang kelembutan, kesuburan dan perlawanan terhadap kekerasan. Pemujaan terhadap Dewi-dewi diyakini sebagai pewahyuan Tuhan kepada semua bangsa dalam bentuk yang paling sederhana. Selanjutnya kebiasaan dan pemikiran itu diwujudkan dalam berbagai ritus. 
 
Awal keberadaan Gua Maria di Paroki Subang sekitar tahun 1985 atas prakarsa dari Perkumpulan Remaja Katolik Subang (PRKS) dan diresmikan oleh Uskup Bandung Mgr. A.S. Djaja Siswaja, Pr.  Beberapa pemuka Jemaat Subang mulai kala itu memanfaatkan Gua Maria yang ada sebagai tempat berdevosi kepada Bunda Maria, agar tidak perlu jauh-jauh sekaligus untuk menyemangati umat yang ada di Paroki Subang. Kesan dari para peziarah yang sudah beberapa kali datang ke Gua Maria Paroki Subang menyatakan bahwa umumnya doa-doa mereka terkabul.  
 
Itulah sekilas cerita yang beredar di masyarakat  sekitar lokasi . 

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama