» » Jembatan Permanen Dibangun, Jembatan Gantung akan Tergusur

Pembangunan infrastruktur jembatan di Desa Muara Kecamatan Blanakan Subang Jawa Barat molor dari jadwal yang ditentukan, pembangunan jembatan permanen dengan sistem cor beton yang menghubungkan dua Desa antara Muara dan Tanjung Tiga yang mangkrak baru rampung 60 % dan belum dipastikan kapan selesainya. 

Pentingnya jembatan yang kokoh melintasi sungai Ciasem ini diharapkan dapat mempermudah distribusi hasil alam seperti padi, ikan laut serta palawija dimana kendaraan roda 4 dan roda 2 dapat melenggang menyeberangi sungai yang dalam dan berarus deras ini.

Sebelumnya warga Muara atau Tanjung Tiga yang akan menyeberang sungai Ciasem harus melalui jembatan gantung yang kondisinya sangat memprihatinkan, dengan lantai terbuat dari bambu dan dinding kayu yang sudah lapuk, warga pun harus bergantian menyeberang jembatan gantung karena jembatan gantung ini tidak dapat dilewati sepeda motor dari arah yang berlawanan. Selama jembatan permanen belum bisa digunakan jembatan gantung pun menjadi jalan satu-satunya bagi warga untuk menyeberang ke desa tetangga.

Walaupun Jembatan gantung kondisinya sudah sangat memprihatinkan, namun warga tidak punya pilihan lain, selain jembatan gantung terdapat penyeberangan eretan (Penyeberangan perahu), namun sayang sungai Ciasem yang sering meluap membuat eretan kadang tidak beroperasi karena derasnya arus sungai yang meluap membahayakan warga yang menyeberang. 

Pemilik jembatan gantung di Desa Muara mengklaim bahwa jembatan ini milik pribadi dimana pembangunan dan perawatan jembatan ini murni dari kantong pribadi, Nini pemilik jembatan gantung pun pasrah jika jembatan gantung ditinggalkan penyeberangnya menyusul pembangunan jembatan permanen yang akan rampung.

"Jembatan ini milik keluarga, pembangunannya menggunakan dana pribadi bukan dari Desa. Setiap hari sih banyak warga dua Desa yang menyeberang kadang ada yang membayar kadang gratis, saya pasrah saja jika jembatan baru jadi, pasti warga akan menyeberang jembatan yang lebih kuat dan aman, warga pun tidak membayar melewati jembatan permanen itu, sudah 20 tahun keluarga saya berpenghasilan dari jembatan gantung ini," ujar Nini penjaga jembatan gantung Desa Muara Rabu, (25/03/2015).

"Proyek jembatan di Desa Muara masih dalam proses persiapan pengerjaan lantai, dipastikan beberapa tahun ke depan sudah selesai dibangun jika pendanaannya tidak ada hambatan, jembatan ini dapat dilewati kendaraan roda 4 dan akses satu-satunya jalan menuju Desa Tanjung Tiga arah Pantura, walaupun pembangunan jembatan sempat terhenti karena masalah pendanaan namun pembangunan masih terus dilakukan, mengingat pentingnya jembatan bagi warga di dua Desa ini," tutur Martin tokoh pemuda LSM LMP Blanakan. (trgt)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama