» » Curigai 30% Penghuni Kos-Kosan Tak Bekerja

Sejumlah anggota DPRD mendesak Satpol PP untuk segera melakukan penertiban sejumlah tempat kos-kosan. Pasalnya, kos-kosan disinyalir juga dipakai sebagai tempat prostitusi terselubung. 

Anggota DPRD Subang Waryono meminta Pemerintah Kabupaten Subang untuk melakukan pengawasan terhadap tempat kos-kosan di seluruh wilayah Subang. Sebab, rentan dijadikan tempat prostitusi terselubung, karena selama ini banyak diantara tempat kos-kosan yang sangat bebas.

“Pengawasan tempat kos ini harus diperketat. Jangan sampai dijadikan tempat kumpul kebo atau jadi tempat prostitusi terselubung. Harus dilakukan razia rutin ke tempat tempat kos,” tegasnya.

Menurut politisi Demokrat tersebut, banyak pemilik tempat kos melakukan pembiaran terhadap para penghuninya, tanpa melakukan pendataan terlebih dahulu terhadap calon penghuninya.

“Kadang pemilik kos tidak peduli, yang penting bayarnya saja tidak telat. Seharusnya dilakukan cek dulu identitasnya, sudah menikah atau belum. Datanya harus lengkap, jangan sampai tidak ada surat lengkap tapi bisa tinggal bersama,” katanya. 

Ditambahkan Nurul Mumin SH anggota DPRD Subang, dengan melakukan pengawasan ketat terhadap tempat kos di Subang, harus dimulai dari masyarakat sekitar atau lingkungannya untuk mengawasi keberadaan tempat kost yang ada di wilayahnya. 

“Perangkat desa dan juga masyarakat harus peduli terhadap lingkungannya. Jangan biarkan ada tamu berlainan jenis masuk ke kamar kos. Ini  untuk mencegah terjadinya prostitusi terselubung atau perbuatan mesum,” katanya.

Pengawasan terhadap tempat kos yang ketat, kata dia, agar tidak terjadi perbuatan prostistusi yang berdampak pada pencegahan penularan penyakit menular, yang diakibatkan dari hubungan seks berisiko. 

 “Penularan HIV/AIDS itu kebanyakan dari hubungan seks berisiko. Jadi dengan tidak memberikan celah untuk melakukan bisnis prostitusi, ini juga sebagai upaya pencegahan dalam penularan HIV/AIDS,” tutupnya. 

 Sementara itu, Kelurahan Karanganyar memperketat keamanan di kos-kosan dengan cara mendata setiap penghuni. Kamling keliling pun dilakukan guna meminimalisir prostitusi terselubung di kos-kosan. Kepala Kelurahan Karanganyar Alex Nursalam mengatakan, saat ini sedang marak tentang prostitusi online. Hal tersebut, membuat Alex memperkuat ketahanan didaerahnya, agar prostitusi online tidak terjadi. 

“Kita perketat setiap penghuni kos-kosan yang masuk di Kelurahan Karanganyar,” ujarnya.  

Saat ini, Alex menurunkan stafnya untuk melakukan pendataan masyarakat yang ingin menghuni kos-kosan di Kelurahan Karanganyar. Alex juga meminta pertanggungjawaban RT dan RW, guna melakukan pendataan setiap penghuni kos-kosan agar bisa diminimalisir para pelaku prostitusi. 

“Terlihat hingga saat ini, ada sekitar 30 persen penghuni kos-kosan yang terdata, namun tidak bekerja. Hal tersebut yang mengindikasikan adanya prostitusi di kos-kosan,” terangnya. 

Alex mengaku sangat konsen terhadap adanya prostitusi online dan disinyalir sering dilakukan di kos-kosan. Alex menekankan kepada warga untuk melakukan kamling keliling. Alex sering melakukan pendataan dan curiga terhadap penghuni kos-kosan yang mengakunya  mahasiswa dan mahasiswi, namun tidak melakukan aktivitas perkuliahan. 

“Ketika didata mengakunya sebagai pelajar atau mahasiswa mahsisiwi, namun tidak ada aktivitas sama sekali,” tuturnya. 

Menurut Alex, jika hendak meminimalisir prostitusi online di kos-kosan, harus mengikutsertakan semua aparatur negara, sebagai penindak pelanggaran Peraturan Daerah (Perda).

 “Harus semua yang terlibat,” tandasnya. (PE)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama