» » Dinkes Tekan Kematian Ibu dan Bayi

Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berusaha menekan angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan. Diantaranya dengan mengimbau kepada sekitar 620 lebih dukun beranak agar jangan melakukan penanganan persalinan. Selain itu, Dinkes kini terus mengintensifkan program kelas ibu hamil. 

Kepala Dinkes Subang dr Budi Subaintoro mengatakan, angka kematian ibu dan bayi masih cukup tinggi.Di tahun 2014 ada 11 kasus kematian bayi. Secara keseluruhan hingga tahun ini ada 138 bayi yang meninggal, 37 bayi diantaranya meninggal saat dilahirkan. 

Sedangkan hingga bulan April tercatat ada 10 ibu yang meinggal saat melahirkan. Kebanyakan disebabkan berat badan lahir rendah, kurang dari 1.500 gram. Ia pun mengakui, di RSUD belum punya NICU (Neoanatal Intensif Unit Care).

“Mudah-mudahan di tahun 2015 ini tidak bertambah lagi kasus kematian ibu dan bayi pada saat melahirkan,” ujarnya.

Ditambahkan Budi, penyebab utama kematian saat ibu melahirkan adalah infeksi kehamilan dan pendarahan dalam kehamilan. 

Selain itu, minimnya pengetahuan ibu terhadap hal kesehatan.Sementara itu Kabid Kesehatan Masyarakat dr Ahmad Nasuhi mengatakan,  tidak ada payung hukum yang mengatur dukun beranak. 

Tapi kadang keberadaannya dibutuhkan masyarakat. Dinkes tetap akan merangkul dukun beranak dan di masyarakat sudah menjadi bagian dari budaya.

“Namun kita imbau tidak boleh melakukan penanganan kelahiran, hanya cukup mendampingi saja. Sekarang ada undang-undang kesehatan, maka tidak boleh. Makanya saat ini tidak ada lagi bayi yang meninggal dikarenakan tetanus,” ungkapnya.

Dijelaskan, saat ini tercatat ada 620 dukun beranak dan tidak bertambah. Ia yakin kedepannya, dukun beranak akan hilang dengan sendirinya.

 “Jika melakukan penanganan persalinan dan mengakibatkan kematian akan menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan berhadap dengan hukum,” tegasnya. (PE)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama