» » Antisipasi Beras Sintetis, Pantau 4 Pasar Tradisional di Pantura

Pedagang beras di kawasan Pasar Impres Pamanukan.
Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar Kabupaten Subang memfokuskan pemantauan di empat pasar tradisional di wilayah Pantura untuk mencegah masuknya beras sintetis ke Kabupaten Subang. Pasalnya di empat pasar itu transaksi maupun keluar masuknya perdagangan beras termasuk tinggi.

Kepala Disperindagsar Subang, Hidayah, Kamis (21/5/ 2015) mengatakan, empat pasar tradisional di Pantura yang menjadi prioritas pemantauan yaitu Sukamandi, Ciasem, Pamanukan, dan Pusakanagara. Di empat pasar yang ada di Pantura itu transaksi maupun keluar masuknya beras cukup tinggi sehingga menjadi prioritas dalam pemantauan. 

Dikatakannya untuk memantau pihaknya telah menerjunkan tim khusus, didukung para mantri pasar agar mereka terus aktif mengawasi keluar masuknya beras. Selain itu diharapkan adanya peran aktif masyarakat selaku konsumen, bila menemukan beras mencurigak segera melapor ke kantornya.  

Sementara Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan Kabupaten Subang, Otong, mengungkapkan keyakinannya para pedagang beras di pasar-pasar tradisional Pantura tak akan tersusupi beras berbahan sintetis. Apalagi saat ini persediaan beras di Pantura cukup banyak, bersamaan dengan masih berlangsungnya panen rendeng.

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama