» » Musim Panen Rendeng di Subang Hingga Juni 2015

Rentang waktu musim panen rendeng padi di wilayah Kabupaten Subang diperkirakan akan berlangsung hingga Juni 2015 nanti. Sebab terhitung Oktober 2014 hingga April 2015 lalu, luas areal tanam padi di Subang tercatat mencapai 84.827 hektar. 
 
Dari luar areal tanam tersebut, hingga April 2015 tanaman padi yang sudah panen sekitar 60.258 hektar. Dikatakan Asep, musim tanam rendeng berlangsung dari bulan Oktober 2014 hingga Maret 2015 lalu. Luas areal tanam padi di musim rendeng tercatat mencapai 84.827 hektar. 

Dijelaskan Asep, pada waktu panen seluar 30.091 hektar, produksinya diperkirakan mencapai 194.689,97 ton dengan rata-rata per hektar 65 kuintal. Sedangan panen di bulan April tercatat 30.167 hektar, produksinya mencapai 217.063,25 ton, rata-rata per hektarnya sekitar 72 kuintal. 

Sebelumnya, Kepala Bulog Subdrivre Subang, Dedi Supriadi mengatakan upaya mengamankan harga dasar gabah petani selama musim panen berlangsung, pihaknya menargetkan penyerapan gabah petani setiap harinya antara 400 - 600 ton. Sedangkan target penyerapan gabah petani selama tahun 2015 yaitu sebanyak 40 ribu ton setara beras.

Dikatakan Dedi, apabila dihitung dari target pengadaan 40 ribu ton setara beras, pencapaiannya baru 32,5 persen. Namun panen di wilayah Subang masih berlangsung, belum lagi nantinya ditambah pada musim panen gadu. 

Oleh karena itu pihaknya optimis target pengadaan sebanyak 40 ribu ton setara beras tahun ini bisa dicapai. 

"Tugas bulog dalam pengadaan ini intinya untuk mengamankan harga dasar sesuai HPP ditingkat petani, jangan sampai anjlok. Oleh karena itu pemantauan terus dilakukan oleh mintra kerja maupun satgas," ujarnya.

Dijelaskan Dedi, walaupun target sudah ditentukan dan dalam perjalanan sudah melebihi, pembelian gabah petani akan terus dilakukan selama dilapangan masih potensial, utamanya dalam rangka mengamankan harga di petani. Sebab anggaran yang disiapkan tak terbatas, pembelian bisa terus dilakukan walaupun sudah melebihi target. 

Dedi mengungkapkan kendala dalam penyerapan gabah di petani ada beberapa faktor, seperti tingginya rendemen dan kadar air, sehingga tak memenuhi syarat HPP yang telah ditentukan. 

Pembelian gabah sesuai HPP itu sudah ada standarnya, bukan pihaknya yang menentukan. 
 
"Untungnya sekarang ini harga di pasaran sedang bagus, jadi kebanyakan gabah diserap pasar dengan harga di atas HPP," ujarnya.

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama