» » ABK Kapal Taiwan asal Subang Meninggal Karena Kelaparan

Tragis sekali nasib lima Awak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia ini. Mereka harus meregang nyawa dan meninggal akibat kelaparan di kapal Taiwan.

Cerita pilu ini diungkap oleh Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI/BHI) Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal di Jakarta, Sabtu (6/6/2015).

Iqbal mengatakan, berdasarkan hasil autopsi terhadap lima ABK kapal Taiwan Chi Hsiang Fishery asal Indonesia itu tewas karena kelaparan di perairan Dakar, Senegal.

“Hasil resmi dari pemeriksaan dokter ketika kapal telah bersandar, kelima WNI anak buah kapal tersebut dinyatakan malnutrisi dan dehidrasi,” kata Iqbal.

Kelima WNI ditemukan tewas pada 23 April, 25 April, 27 April, 29 April, dan 3 Mei 2015, namun peristiwa tersebut baru dilaporkan kepada KBRI Dakar dan otoritas terkait di Senegal saat kapal berlabuh di Pelabuhan Dakar tanggal 7 Mei 2015.

Menurut Iqbal, pemulangan kelima jenazah dari Dakar ditanggung oleh perusahaan pemilik kapal dan diperkirakan tiba di Indonesia pada Sabtu (6/6) malam ini sekitar pukul 22.30 WIB via Bandara Soekarno-Hatta.

Empat jenazah atas nama Rasjo Lamtoro (asal Tegal, diberangkatkan oleh PT. Anugerah Bahari Pasifik, Pemalang), Sardi (asal Brebes, diberangkatkan oleh PT. Sumber Putera Abadi, Pemalang), Roko Bayu Anggoro (asal Gunung Kidul, Yogyakarta, diberangkatkan oleh PT. Sumber Putera Abadi, Pemalang), dan Ruhiyatna Nopiyansah (asal Subang, diberangkatkan oleh PT Arrion Mitra Bersama, Bekasi).

Sementara itu, satu jenazah atas nama Hero Edmond Lusikooy (asal Surabaya, Jawa Timur, diberangkatkan oleh PT. Puncak Jaya Samudera) akan langsung diterbangkan dengan pesawat Garuda Indonesia dari Singapura pada Sabtu pukul 20.55 waktu setempat, ke Bandara Djuanda di Sidoarjo.

Menurut data Direktorat PWNI/BHI Kemlu, saat ini terdapat 12.000 WNI yang bekerja di kapal-kapal milik perusahaan Taiwan dan di antaranya ditemukan ratusan kasus yang diindikasikan merupakan korban perdagangan manusia, proses perekrutan ilegal dan ABK yang bekerja pada kondisi yang tidak manusiawi. (Beritatrans.com)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama