» » Dua Kuli Temukan Mortir Peninggalan Belanda

Sebuah mortir tua ditemukan warga di Desa Jalancagak RT 04 RW 01 Kecamatan Jalancagak, Subang, Kamis (11/6) sekitar pukul 15.30 WIB. Kasat Reskrim Polres Subang, AKP Indra Maulana mengatakan, mortir pertama kali ditemukan oleh dua pekerja yang sedang menggali septic tank milik warga. 

Menurut laporan yang diterimanya, kata Indra, mortir yang ditemukan di dalam sebuah bangunan ruko itu diduga masih aktif. 

“Mortir dengan panjang 60 cm tersebut diduga masih aktif. Untuk memastikan hal tersebut, masih diselidik lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara Kapolsek Jalancagak, Kompol Yanto menambahkan, usai menerima laporan penemuan mortir, pihaknya langsung menerjunkan sejumlah petugas untuk mengamankan lokasi. 

Dua warga yang pertama kali menemukan mortir diketahui bernama Lili (64) dan Udin. Keduanya merupakan warga Desa Jalancagak. 

“Mortir ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB,” ungkap Kapolsek. 

Penemuan mortir berawal saat kedua pekerja itu sedang menggali septic tank atas perintah H Dayat, warga setempat. Saat kedalaman sekitar 1.3 meter, cangkul yang digunakan kedua kuli itu mengenai benda keras menyerupai besi. Akibat penasaran, keduanya kemudian melanjutkan penggaliannya. 

Setelah berhasil digali, keduanya terkejut karena benda besi yang ditemukannya menyerupai mortir dengan panjang 60 cm dan lebar 30 cm, serta memiliki berat 25 kilogram. 

“Pas digali dan diangkat, bentuk mortir menyerupai rudal,” tuturnya.

Masih menurut Kapolsek, setelah berhasil digali oleh dua pekerja, mortir dimasukan ke dalam karung. Kemudian ditindaklanjuti dengan melaporkan penemuan itu ke pihak kepolisian. 

"Pukul 3.00 WIB dini hari, mortir dibawa ke Cikeruh oleh petugas Den Gegana Jahandak Mako Brimob Polda Jabar. Biasanya, kalau bisa dijinakkan morti akan disimpan hingga dimuseumkan. Tetapi kalau tidak bisa dijinakkan, mortir akan diledakan di area yang sudah disterilkan," katanya. 

Sementara Danramil 0512 Cijambe, Kapten Inf. Sukarya menduga, mortir yang sudah karatan dengan panjang sekitar 60 centimeter itu peninggalan zaman Belanda. 

“Mortir tersebut bisa saja masih aktif. Mortir diduga peninggalan zaman Belanda, karena di selatan banyak daerah kekuasaan Belanda,” katanya. (PE)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama