» » Lahan Industri Menyusut, PAD Subang Terancam Turun

Lahan zona industri yang berada di tujuh Kecamatan di Kabupaten Subang mulai menyusut. Dampak terbesar dari penyusutan lahan industri itu diantaranya menurunnya PAD dari sektor perizinan.

Data Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) menyebutkan, dari tujuh kecamatan yang menjadi zona industri di Subang memiliki luas lahan total 11.200 hektare. Dari jumlah tersebut, lahan industri itu kini tersisa antara 200 hektare hingga 300 hektare.

Dengan menyusutnya lahan tersebut, kata Kepala BPMP Erlita Budiarti, akan berdampak pada penyusutan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perizinan yang tahun lalu sebesar Rp7 miliar. Padahal, menurut dia, dengan hadirnya jalan tol Cipali, seharusnya bisa mendongkrak PAD.

iakui Erlita, kehadiran jalan tol Cipali berdampak signifikan masuknya investor ke Subang. Bahkan menurutnya, pada 2015 ini, sudah puluhan perusahaan besar sudah mengajukan surat (proposal) permohonan usaha di Kabupaten Subang.

"Tapi ya itu tadi, lahan industri kita sudah akan habis. Solusinya, DPRD merevisi Perda Zona industri dan menambah zona," jelasnya.

Hingga tahun ini sudah sekitar 70 industri yang berdiri di Subang. Mereka bergerak diantaranya di bidang garmen, otomotif, keramik, manufacturing dan lainnya. Kehadiran puluhan industri itu, jelas Erlita berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan ekonomi warga.

"Sangat berpengaruh pada ekonomi dan kesejahteraan warga. Nilai IPM di bidang daya beli, sekarang sudah hampir di posisi besar 5 atau 8 besar, dan pengangguran mulai berkurang," pungkasnya.

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama