» » 8 Perusahaan di Subang Tak Sanggup Bayar UMK

DELAPAN perusahaan di wilayah Kabupaten Subang tidak sanggup upah minimum kabupaten (UMK) Tahun 2016/. Bahkan perusahaan tersebut telah mendapat persetujuan dari Gubernur Jawa Barat setelah melalui berbagai tahapan, mengingat produksi dan kondisi keuangan perusahaan.

Kedelapan perusahaan yang menangguhkan  pembayaran UMK 2016, yakni PT Bunivitex terletak di perbatasan Subang dan Karawang, PT. Kwanglim di Kecamatan Pagaden, PT Dongan di Kecamatan Purwadadi, PT Yungwon di Kecamatan Purwadadi, PT Lintas Surya Alam di Kecamatan Cipeundeuy, PT Hand Sol Hyun di Kecamatan Purwadadi, PT Daenong Global di Kecamatan Dawuan, dan PT Green Tea di Kecamatan Kasomalan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten  Subang, H. Kusman Yuhana yang dihubungi Minggu (31/1/2016) membenarkan adanya perusahaan yang melakukan penangguhan pembayaran UMK tersebut.

“Kita sudah melakukan pemanggilan dan ternyata memang melalui prosedur kepda Gubernur Jawa Barat yang telah menetapkan UMK 2016,“ katanya.

Selain tim dari Provinsi Jabar telah memverifikasi perusahaan-perusahaan yang meminta penangguhan pembayaran UMK, juga mengaudit persoalan keuangan perusahaan itu sendiri termasuk mereka pun telah melakukan pertemuan dengan karyawan dan perwakilan dari pemerintah

 “Dari 9 yang mengajukan permohonan, satu di antaranya dibatalkan dan tetap harus melaksanakan pengupahan sebagaimana yang telah ditetapkan pemerintah,“ jelas H. Kusman.
Ia menyebutkan, langkah yang telah diambil perusahaan pengajuan penangguhan UMK langsung ke Gubernur tanpa melalui dinas sudah benar. Sebab kewenangan penetapan UMK  sendiri  oleh Gubernur.

“Yang jelas mulai awal bulan Pebruari besok kita akan mulai melakukan monitoring pelaksanaan upah, apakah di luar yang melakukan penangguhan sesuai tidak dengan UMK,“ kata Kadisnarkertrans.

Beberapa aktivis buruh  menilai adanya perusahaan yang menangguhkan pembayaran sesuai UMK disayangkan karena sewaktu penetapan dari perwakilan Apindo sudah menyetujinya.

“Kita juga sempat meragukan dan diharapkan Dinas Provinsi Jawa Barat untuk menarik kembali berkas permohonan penangguhan UMK tersebut,“ kata  Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Subang, Utom. Tetapi,  pihaknya tidak dapat berbuat banyak apabla semuanya diterima oleh buruh perusahaan tersebut.
 
Sebagaimana diketahui besaran UMK 2016 senilai Rp 2.149.720 sesuai dengan  Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 terkait aturan pengupahan. Hitungannya UMK 2015 dikali dengan angka inflasi nasional sebesar 11,5%. UMK tahun 2016 ini mengalami kenaikan Rp 221.720 dibanding UMK tahun 2015 yang nilainnya Rp 1.928.000.-. Dengan jumlah sekarang ini dengan sendirinya upah di sector 1,2 dan 3 mengalami kenaikan hingga tertinggi UMKnya mencapai Rp 2.453.000. (GM)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama