PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » Jalan Panjang Perda Batik Bejana Purba Subang

Kabupaten Subang akhirnya memiliki Peraturan Daerah (Perda) mengenai Batik Ciri Khas Subang. Perda tersebut disahkan Bupati Subang H. Ojang Sohandi, S.STP., M.Si bersama Ketua DPRD Kabupaten Subang Ir. Beni Rudiono, Jumat (29/1/2016) lalu. Dalam Perda tersebut dicantumkan, motif batik yang merupakan batik ciri khas Subang adalah batik Sisingaan, Nanas dan Bejana Purba (batik purba).

Munculnya Perda batik ini bermula dari gagasan beberapa komunitas yang mengusulkan dijadikannya corak yang terdapat pada bejana perunggu peninggalan zaman prasejarah untuk dijadikan motif batik khas Subang. Sebelumnya pihak UPTD Museum Wisma Karya pun pernah  menjadikan corak pada bejana perunggu tersebut untuk caption atau papan informasi pameran Vredeburg Fair 2014 di Yogyakarta yang dibuat oleh desainer grafis Hadi Sidarta.

Usulan pembuatan Perda tersebut mengerucut setelah 2 kali ngadabrul (diskusi santai) yang diselenggarakan oleh Pemuda Sadar Wisata pada tanggal 12 Desember 2014 dan 9 Januari 2015 lalu yang di dukung oleh Disbudparpora Subang dan berbagai komunitas lainnya seperti Komunitas Budaya Ringkang Nonoman, Sobat Budaya Subang, Himpaudi, KOMUKS, Facebooker Subang, HMI Subang, Subang Creative, Rampes, Charios Multimedia, Bingkai Fotografi Subang dan masyarakat umum.

Pada acara ngadabrul kedua (9/1/2015) terungkap pentingnya mempatenkan atau setidaknya membuat Perda tentang batik purba ini. Hal itu diungkapkan Arkeolog dari Badan Arkeologi Bandung, Lutfi Yondri yang diundang pada diskusi kedua tersebut.

Berdasarkan hasil ngadabrul 2 tersebut, Selasa (20/1/2014) berbagai komunitas yang digawangi oleh Pemuda Sadar Wisata menyerahkan usulan rekomendasi kepada Bupati Subang terkait pengembangan batik dengan motif prasejarah dari bejana perunggu tersebut.
Terdapat 6 poin yang direkomendasikan ketika itu, yaitu : segera membentuk team kajian, tetapkan corak pada bejana perunggu sebagai motif batik khas Subang, menentukan langkah-langkah lain secara bersama untuk mensosialisasikan motif batik khas Kabupaten Subang, mempatenkan corak pada bejana perunggu sebagai motif batik khas Subang, melakukan pengamanan dan penataan situs dimana bejana perunggu ditemukan dan melakukan berbagai upaya agar penemuan bejana perunggu di Kabupaten Subang dimasukkan ke dalam buku sejarah.

Setelah menerima usulan rekomendasi tersebut, Bupati sangat menyambut baik rencana pengembangan motif batik dari corak artefak purba ini. Saat itu juga Bupati langsung memberikan disposisi dengan mengintruksikan pihak terkait dalam hal ini Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Olah Raga (Disbudparpora) untuk segera menindaklanjuti.

Menindaklanjuti disposisi Bupati tersebut, Rabu sore (21/1/2015) diadakan acara “ngadabrul” lanjutan bersama komunitas di aula Disbudparpora Kabupaten Subang. Dalam kesempatan itu perwakilan komunitas menyerahkan disposisi atau rekomendasi terkait pengembangan batik Purba yang telah ditandatangani Bupati kepada Disbudparpora Kabupaten Subang. Disbudparpora ketika itu langsung membentuk tim pengkaji yang terdiri dari perwakilan komunitas, ahli dan Disbudparpora.

Hasil kajian tersebut kemudian diserahkan kepada DPRD Kabupaten Subang. Gayung bersambut, setelah beberapa kali beraudiensi, akhirnya DPRD Subang menerima hasil kajian tersebut dan memasukkannya ke dalam Perda Inisiatif DPRD. Pada 1 Maret 2015, DPRD Subang memutuskan memasukan Raperda Batik khas Subang ke dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) tahun 2015.

Meski sedikit terlambat, akhirnya Jumat (29/1/2016) Perda mengenai Batik Khas Subang berhasil disahkan. Untuk mengakomodir motif batik khas Subang yang sudah lebih dulu ada, maka dalam Perda batik tersebut dicantumkan yang merupakan batik Ciri Khas Kabupaten Subang adalah batik Sisingaan, batik Nanas dan batik Bejana Purba.

Disahkannya Perda yang bermula dari gagsan komunitas ini bukti terjalinnya sinergitas antara pemerintah dan masyarakatnya. Hal ini juga merupakan contoh nyata bagaimana komunitas atau organisasi kemasyarakatan bisa turut berperan menyumbangkan tenaga dan pikiran secara konkrit dalam pembangunan daerahnya.(KS)


About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama