» » Tanpa anak-anak Dono dan Kasino, 'WARKOP REBORN' tak akan ada

Dari trio Warkop, Indro adalah satu-satunya personel yang tersisa. Seperti diketahui, dua rekannya, Dono dan Kasino meninggal di usia yang relatif muda karena penyakit yang diderita masing-masing. Kini, seorang diri, pria berkepala plontos itu memutuskan untuk menghidupkan kembali ingatan publik akan Warkop lewat proyek film WARKOP REBORN.

Uniknya, Indro menyerahkan proses pengalihan hak cipta Warkop yang dibeli oleh rumah produksi Falcon Pictures sepenuhnya pada anak-anak Dono dan Kasino. Pria kelahiran Purbalingga ini bahkan sama sekali tidak mau ikut campur urusan proses 'jual beli' tersebut.

"Hak kekayaan intelektual Warkop dipegang oleh anak-anak Mas Dono dan Mas Kasino. Sekarang sudah dibeli oleh produser Falcon Pictures. Kita nggak perlu ngomongin ini (jumlah uang), mahal atau berapa-berapanya. Tapi yang jelas ada kok yang mau menghargai hak kekayaan intelektual. Produser nanya berapa harganya. Saya bilang, 'Kamu ngomong langsung aja ke anak-anaknya sendiri. Kalau mereka minta sekian, saya sih terserah anak-anak'," ujar Indro  

Tak cuma mengurusi proses pengalihan hak cipta, anak-anak Dono dan Kasino juga punya hak untuk hadir ke lokasi syuting nanti untuk memberi penilaian langsung terhadap para kru yang terlibat. Indro menyebut jika film WARKOP REBORN tak akan ada tanpa kehadiran mereka.

"Ketika proyek WARKOP REBORN ini diokein produser, yang tanda tangan segala macam kan mereka (anak-anak Dono dan Kasino). Mereka setuju dan mereka mengikuti prosesnya. Mereka diberi hak untuk ikut ke lokasi syuting nanti dan pembahasan detail lain karena ini bagian dari Hak Kekayaan Intelektual. Biar mereka nggak nyesel juga ngasih izin. Walaupun masih ada saya (anggota Warkop tersisa), saya ngasih kebebasan betul kepada mereka. Kalau anak-anaknya bilang nggak suka produsernya, ya proyek ini nggak bakal jalan,"

Bukan tanpa alasan, Indro ingin anak-anak Dono dan Kasino bangga dengan apa yang dilakukan orangtuanya semasa hidupnya dulu. Ini merupakan sebuah persembahan spesial dari Indro untuk almarhum dua rekannya tersebut.

"Karena brand Warkop milik mereka. Mereka harus bangga, mereka harus bisa menghargai kerja keras orangtuanya. Meski bukan seniman, mereka bisa berjuang dengan cara lain di dunia bapaknya. Dulu orangtuanya sukses, belum tentu versi baru ini sukses. Makanya kita belajar menghargai sebuah anugerah Tuhan. Warkop ini anugerah bagi kita. Warkop nggak belajar apa-apa tiba tiba lucu dan jadi bintang film,"  (kpl/abs/gtr)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama