PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » Korban Tewas disantuni Rp15 Juta, Total Kerugian Ditaksir Mencapai Rp15 Miliar

Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa mengunjungi lokasi bencana banjir bandang di Kampung Sukamukti Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Rabu (25/5).
 
Dalam kunjungannya, politisi PKB ini didampingi Plt Bupati Subang Hj Imas Aruymningsi SE, Kapolres AKBP Agus Nurpatria SIK, dan Dandim 0605 Letkol Inf Budi Mawardi Syam.

Tak hanya menyampaikan ucapan bela sungkawa, Mensos juga menyerahkan santunan bagi ahli waris korban tewas masing-masing Rp15 juta. Sementara bagi para korban luka-luka masing-masing sebesar Rp2,5 juta.

Di kesempatan tersebut, Mensos juga menyerahkan bantuan logistik senilai Rp165 juta serta satu unit mobil dapur umum lapangan senilai Rp465 juta dan satu unit motor trail.

Mensos meminta Pemkab Subang mengoptimalkan sistem tanggap darurat, dengan mengerahkan seluruh potensi. Hal ini dilakukan agar seluruh korban maupun warga yang terdampak tidak terlantar.

Ia juga berharap Kepala Daerah bisa mengeluarkan SK darurat. Pasalnya kepala daerah memiliki kewenangan. “Bupati atau Wali Kota punya kewenangan mengeluarkan cadangan beras pemerintah hingga 100 ton. Untuk gubernur bahkan bisa 200 ton,” ujar Khofifah.

Mensos mengingatkan Pemkab Subang mulai memfokuskan pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di kawasan pegunungan, termasuk di antaranya Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak.

 “Di Subang, KSB sudah terbentuk di tujuh lokasi, mayoritasnya di daerah pesisir pantai (pantura). Nah, dengan kejadian banjir bandang dan longsor ini, KSB akan ditambah di kawasan pegunungan, termasuk di Desa Sukakerti dan daerah lain, yang kondisinya terindikasi rawan bencana, terutama longsor,”  

Di lokasi yang sama, Plt Bupati Subang Hj Imas Aryumningsih mengatakan, kerugian yang ditibulkan akibat banjir bandang kali mencapai Rp15 miliar. Selain material bangunan, terdapat juga hewan ternak, seperti ikan, domba, sapi dan unggas di lokasi banjir bandang. Sementara untuk pertanian, terdapat petani yang mulai memasuki masa panen, malah tidak panen.

Imas juga mengucapakan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu semua kebutuhan para korban. Ia memastikan bantuan logistik untuk para korban tidak kekurangan.  
Imas pun mengakui di Subang belum terbentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Mudah-mudahan sebentar lagi kita bentuk BPBD,” tandasnya.

Sebelumnya, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Oni Suwarman juga meninjau lokasi bencana banjir bandang, Selasa (25/5) sore. Dalam kunjungannya, pelawak kondang ini menyerahkan bantuan sembako bagi para korban.

Kepada wartawan, Oni mengatakan, Kabupaten Subang merupakan daerah rawan bencana. Saat musim hujan, wilayah pantura selalu menjadi langganan banjir. Sementara wilayah selatan kerap terjadi longsor. Ia juga menekankan pemerintah daerah untuk segera membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Rekruitment petugasnya pun harus dilakukan seleksi secara profesional.

Oni mengaku sangat prihatin dengan kondisi para korban bencana. Meski bantuan logistik untuk para korban tidak kekurangan, namun untuk kebutuhan bayi, seperti susu, popok bayi, serta kepentingan anak lainnya, masih masih minim.

“Kalau pun ada yang akan membantu, tolong untuk kebutuhan anak-anak,” ucapnya.

Di kesempatan tersebut, Oni juga menyempatkan menemui para pengungsi yang ditempatkan di aula desa setempat. Ia memastikan kondisi kesehatan para korban masih cukup baik. Hanya saja para pengungsi masih trauma dengan banjir bandang yang menerjang pemukiman mereka.

“Kami mendapatkan data sebanyak 4 rumah rata dengan tanah, 14 rumah rusak berat dan 14 rusak ringan. Yang paling parah berada di kampung Cihideung,” pungkas Oni.(pe)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama