PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » KPAI Subang Sebut 18 Anak jadi Korban Seksual

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Subang menyebutkan, selama 2016 jumlah korban kejahatan seksual yang menimpa anak-anak sebanyak 18 orang.

Jumlah itu baru yang terdata di KPAI. Artinya, tidak menutup kemungkinan jumlah di lapangan jauh lebih banyak. Kondisi ini membuat Ketua KPAI Subang Juju Juhairah prihatin. Ia meminta, pemerintah setempat proaktif dalam penanganan dan upaya pencegahan jatuh korban kejahatan seksual lebih banyak.

Kebijakan pembangunan yang berbasis anak dan variabel anak harus selalu menjadi perhitungan dan pertimbangan harus menjadi kebijakan baku pemerintah sebagai salah satu langkah kongkrit pemerintah.

"Pemerintah Daerah sudah saatnya untuk menerapkan kebijakan pembangunan yang berbasis anak, variabel anak selalu menjadi perhitungan dan pertimbangan, kebijakan strategis, program prioritas, dan alokasi anggaran. Untuk itu langkah konkret perlu segera dilakukan," kata Juju 

Menurut Juju, pada 2015 anak yang berhadapan dengan kasus Hukum dan anak yang menjadi korban sebanyak 38 perkara atau sekitar 8,11 %. Dari semua perkara pidana biasa dan anak yang masuk ke Pengadilan Negeri Subang pada 2016 ini sudah masuk sembilan perkara. Ini belum termasuk permasalahan anak jalanan, anak tanpa identitas yang jelas, kesehatan dan kasus atau permasalahan anak lainnya. 

"Data di atas sangat jelas menugaskan kepada kita untuk menyelamatkan anak dari berbagai kondisi,"

Juju menandaskan, pihaknya sejauh ini terus melakukan upaya pencegahan,engawasan dan penanganan kasus kejahatan anak. Namun ia berharap, masalah kejahatan anak bukan saja tanggung jawab KPAI tapi semua elemen masyarakat termasuk pemerintah harus terlibat aktif, mengingat Subang sebagai daerah yang belum ramah terhadap anak.
 
Sementara itu catatan  pada Mei ini, kasus pencabulan anak yang dilaporkan ke aparat kepolisian sebanyak tiga kasus. Ketiganya dialami oleh Bunga (14) warga warga Desa Pasanggrahan, Kecamatan Kasomalang, SUbang. Ia menjadi budak seks ayah kandungnya, Huja selama tiga tahun.

Selain Bunga, ada gadis berinisial B warga Cipendeuy. Ia diperkosa dua remaja setelah menenggak miras. Kasus terakhir terungkap, siswi SMK Cikampek warga Desa Siluman, Kecamatan Pabuaran, Subang hamil enam bulan setelah "digagahi" guru di sekolahnya. (TS)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama