PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » PLN Belum Bisa Normalisasi Jaringan Paca Banjir Bandang

Memasuki hari ketiga, Selasa (24/5/16) pasca banjir bandang di Desa Sukakerti ratusan petugas gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, Tagana, PMI, Relawan dan warga turun tangan termasuk dari BPBD Jabar membersihkan berbagai material yang menghalangi jalan dan rumah.

Manajer PLN Rayon Subang, Piping Tasripin yang ditemui di lokasi bencana menjelaskan kalau pihaknya secara material mengalami kerugian. Namun tetap berusaha menormalkan kembali jaringan yang menuju ke kawasan bencana.

Hanya saja untuk melalukan pendirian dan penormalan jaringan di areal atau kawan terdampak banjir bandang masih belum bisa dilakukan. Selain kondisinya belum memungkinkan, juga harus berkoordinasi dengan satuan pelaksana penanggulangan bencana dan pengungsi (Satlak PBP) Kabupaten Subang.

“Secara sumberdaya kita sudah siap, " 

Piping menyebutkan, asset milik PLN terkena bencana berupa Kwh yang terkubuh sebanyak 20 pelanggan dari total 54. Bahkan  6 pelanggan yang tidak jauh dari kantor desa sudah dinyalakan dengan mengambil jaringan TR Gardu terdekat. Selain itu tiang TR 7 buah terkubur dengan 11 gawang SUTR Tic 35 mm sepanjang 700 meter lebih.  

Ketua Pelaksana Satlak PBP Subang, H.Cecep Supriatin membenarkan kalau untuk pengerjaan dari pihak PLN tidak diperbolehkan untuk sementara ini. Pihaknya pun sudah menyiapkan beberapa generator atau genset. Bahkan untuk mempercepat menormalisasi sungai yang jadi prioritas sudah  menambah armada alat beratnya berupa bachoe.

 “ Yang semula hanya satu menjadi 2. Memang kita sudah canangkan untuk rehablitasi selama 5 hari dan tidak menutup kemungkinan bisa diperpanjang tergantung situasinya, sehingga dengan bertambahnya alat berat disertai kegotong-royongan petugas gabungan, sungai yang semula tidak terlihat karena dipenuhi material lumpur dan pepohonan serta bebatuan sudah mulai bersih. Demikian pula beberapa rumah sudah kembali terlihat, termasuk jalan di perkampungan RW 01 yang terdampak banjir bandang,"

Pemkab.Subang pun sudah menurunkan tim dari Dinas Tataruang, Pemukiman dan Kebersihan (Distarkimsih) untuk mendata dan menilai kerugian rumah warga yang terkena bencana.
“Jumlah yang hilang sama sekali 4, 12 rusak berat dan 16 rusak ringan. Namun, apakah nantinya masih memungkinkan dibangun di lokasi asal," ungkap H.Cecep. (GM)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama