» » Rembug III #SubangBARU, Peserta Diskusikan Formulasi Manifesto Perubahan

Setelah dilaksanakannya rembug publik pertama dan kedua serta beberapa diskusi diantaranya dengan para mahasiswa dan paguyuban pedagang pasar, hari ini, Minggu (8/5/2016) kembali digelar rembug publik ketiga gerakan #SubangBARU di Ruang 15 Universitas Subang. Pada rembug ketiga ini para peserta mendiskusikan formulasi Manifesto Perubahan.

Manifesto Perubahan #SubangBARU adalah pernyataan sikap secara terbuka dalam menyikapi kondisi kekinian di Kabupaten Subang. Perumusan manifesto ini disesuaikan dengan kaidah dan data-data ilmiah. Dalam rembug kali ini para peserta di bagi menjadi 3 komisi. Masing-masing komisi membahas permasalahan dan solusi alternatif yang ditawarkan dalam hal (a) Kepatuhan pemangku kebijakan, (b) Keterlibatan pemangku kepentingan dan (c) Sistem kepemimpinan dan kriteria pemimpin. Diskusi masing-masing komisi tersebut berlangsung sangat konstruktif, para peserta mengungkapkan ide gagasannya masing-masing. Sumbang saran dari para peserta diskusi tersebut nantinya akan dimasukan ke dalam batang tubuh Manifesto Perubahan.

Manifesto tersebut nantinya akan terdiri dari 3 subtansi besar yaitu Mukadimah,  Batang tubuh dan Penutup.  Dalam Mukadimah akan memuat Potret potensi besar (positioning) Subang di Jawa Barat dan Nasional serta ringkasan permasalahan dari hasil Rembug I, II & III.

Dalam rembug publik III yang diselenggarakan di kampus UNSUB ini jumlah peserta tampak lebih banyak, selain diikuti peserta yang sudah mengikuti rembug-rembug sebelumnya, dalam rembug III ini juga hadir elemen-elemen baru yang bergabung dengan gerakan #SubangBARU. Mereka berasal dari berbagai komunitas, perguruan tinggi, buruh/karyawan swasta, Pegawai Negeri Sipil maupun perorangan yang berasal dari berbagai daerah di Subang. Dalam daftar hadir tercatat diantaranya mereka berasal dari Patok Beusi, Pabuaran, Cikaum, Cipeundeuy, Cijambe, Jalan Cagak, Cisalak dan berbagai daerah lainnya.

Iwan Masna seorang peserta asal Cisalak mengungkapkan, kehadiran dirinya dalam rembug #SubangBARU tak lain karena kecintaannya kepada Subang.

“Alasan saya datang ke sini tak lain karena rasa cinta saya pada Subang. Ada yang salah dengan Subang dimana saat ini seolah masyarakat Subang “Mati Rasa”, hampir tidak ada gerakan untuk menuju perubahan lebih baik. Dan saat ini saya datang pada tempat yang tepat, ” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan peserta lainnya Mochamad Irwan. Dirinya juga mengaku hadir di acara rembug tersebut karena kecintaan terhadap Subang.

“Kita semua sama-sama mencintai Subang di sini. Untuk perubahan Subang ke arah lebih baik bisa dimulai dengan hal-hal kecil. Kemudian gerakan #SubangBARU harus bisa berujung pada pembaharuan peraturan daerah sebagai tatanan awal. Misalnya menyusun bagaimana konsep aturan investasi bersama-sama,” ungkapnya.

Manifesto perubahan yang tengah disusun ini akan dideklarasikan 21 Mei mendatang. Sebelumnya masih akan diselenggarakan rembug publik IV yang akan diadakan di Patimban pekan depan. (Kota Subang)


About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama