PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » Mesjid Agung Sagalaherang Sebgai Mesjid Tertua dan Sebagai Tempat Penyebaran Agama Islam Di Subang.

Mesjid Besar Al-Ikhlas yang kokoh berdiri dan cukup megah, yang letaknya ada di Jalan Raya Jalancagak Subang-Wanayasa Purwakarta, tepat berada di Lingkungan Perkantoran Kecamatan Sagalaherang Subang.

Ternyata Mesjid Al-Ikhlas ini memiliki sejarah sebagai Mesjid tertua dan pertama, juga sebagai tempat penyebaran Agama Islam di Subang, paska Wangsa Goparana sekitar abad ke 13.
Berdasarkan perjalanan sejarahnya Mesjid Al-Ikhlas tersebut berawal dari keberangkatan Wangsa Goparana atas perintah Prabu Gusan Ulun, ketika Subang Larang memeluk Ajaran Islam, yang sebelumnya memeluk agama Hindu dari Kerajaan Sunda terakhir setelah Kerajaan Pajajaran runtuh.

Setelah Prabu Gusan Ulun dikalahkan Kesultanan Cirebon, kemudian Gusan Ulun pun memeluk Ajaran Islam, selanjutnya Gusan Ulun memerintahkan Seorang Kiayi besar bernama Eyang Wangsa Goparana dari Kerajaan Talaga, masuk ke Sagalaherang, untuk menyebarkan Islam dikalangan Raja-raja bagian dari Kerajaan Sumedang Larang.

Raja-raja bagian itu yang harus di Islamkan Wangsa Goparana, mulai dari Perbatasan Banten sampai dengan keperbatasan Jawa Tengah

Setelah Raja-raja bagian pada memeluk Islam, dan sepeninggalnya Wangsa Goparana, Mesjid Al-Ikhlas Sagalaherang yang berlantai dua, yang mulai dibangun secara megah pada tahun 1870 Masehi, atau 5 abad setelah Wangsa Goparana Wafat, Mesjid peninggalan Eyang Wangsa Goparana itu diberi nama Mesjid Jami Kaum Sagalaherang.
"Mesjid Jami Kaum Sagalaherang pendirinya atau dibangun oleh Ki Demang Ayub, Imam Masjid Ama Mu'alif, Imam yang merangkap sebagai Penghulu dan makam Imam Mesjid itu saat ini berada tepat di belakang Mesjid itu," 
 
Untuk membuktikan sejarah Mesjid itu, ketua Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) Mesjid Agung Sagalaherang, Drs. Gaos Solahuddin mengungkapkan, sampai sekarang masih ada tulisan Arab dengan berbagai hiasan, dan kohkol besar (sebagai alat pemberitahuan waktu Sholat sebelum dikumandangkan Adzan. 

"Konon menurut ceritanya pada tahun 1899-1981, lantai Mesjid yang berwarna merah karena terbuat dari tepung bata merah, yang diaduk dengan Peueut (bahan gula aren), sehingga lantainya sangat keras dan mengkilat, belum lagi menara yang berjumlah 4 buah, yang terbuat dari kayu jati setinggi 15 meter tanpa sambungan, yang dihiasi dengan ukiran mirip Mesjid Demak dan sekelilingnya dihiasi taman serta kolam dan tempat wudhu di sebelah kiri-kanan Mesjid, yang dibuat oleh Kakeknya, Almarhum Muchammad Kurdi,"

Kemudian pada tahun 1965 beberapa bagian dari bangunan Mesjid Al-Ikhlas ini sudah lapuk dan Arsitektur yang bernama Iyep Rumansyah memprakarsai pembongkaran dan membangunnya kembali, hanya saja hampir selama 5 tahun tidak selesai, hingga dilanjutkan pada tahun 1970 oleh seorang Danramil Sagalaherang Kapten Hasyim Asyari dengan mengandalkan Gotong-royong.
"Sehingga Mesjid itu juga berganti nama Mesjid Agung Al-Muawanah, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan gambar, selanjutnya pada tahun 1977 kembali direnovasi dengan sumber dana dari Bantuan Presiden (Banpres), lagi-lagi hasilnya tidak memuaskan, bahkan banyak yang bocor disana-sini, bahkan ada tiang yang sampai ambruk, dan akhirnya pada tahun 1995 dibangun secara total Mesjid Al-Ikhlas ini, oleh Profesor Doktor Ir. Haryanto Danutirto sehingga bangunan Mesjid Al-Ikhlas ini Mejulang megah dan menjadi Mesjid yang representatif,"

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama