PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » Meski Jembatan Baru Telah Dibangun, Pemkab Purwakarta Pertahankan Jembatan "Ma Uwok"

Pembangunan jalan dan jembatan Cihambulu yang menelan dana APBD Purwakarta Jawa Barat sekitar Rp11 milyar, tidak lantas membuat Jembatan "Mak Uwok" ditinggalkan. Sudah sejak lama jembatan ini menjadi penghubung antara Kampung Tanjung Garut Desa Cijunti Campaka Purwakarta dengan Desa Bale Bandung Jaya Kecamatan Pabuaran Subang. 

Jembatan yang terbuat dari anyaman bambu, kayu dan kabel baja ini menjadi satu-satunya akses penyeberangan warga di kedua wilayah dan berfungsi sebagai jalur perekonomian antar wilayah dengan segela keterbatasannya. Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyatakan akan mempertahankan keberadaan jembatan "Mak Uwok" tersebut untuk menghormati nilai sejarah sosok "Mak Uwo" sebagai tokoh masyarakat desa setempat. 

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan, pihaknya akan memperkuat konstruksi bangunan jembatan tersebut agar semakin aman dilalui oleh masyarakat, selain tentunya tetap berkonsentrasi penuh untuk menyelesaikan pembangunan Jembatan Cihambulu. 

"Akan kita percantik dan perbaiki untuk memenuhi standar keamanan penggunanya," jelas Dedi di Rumah Dinasnya, Minggu (12/6/2016).

Bupati  juga menuturkan nilai kegunaan jembatan "Mak Uwok" dapat bertambah jika seluruh stakeholder mau menjaga kelestarian jembatan tersebut. 

Ia berujar, menjadikan jembatan "Mak Uwok" sebagai salah satu tujuan wisata bagi warga Purwakarta dan sekitarnya bukanlah hal yang mustahil. 

"Letak jembatan ini sangat strategis, dapat diakses dari Purwakarta, Subang bahkan Karawang melalui Cikampek. Kami menilai ada potensi besar jembatan bersejarah ini menjadi salah satu tujuan wisata bagi masyarakat," ujar Dedi menambahkan.

Program jangka panjang untuk situs jembatan "Mak Uwok" ini adalah membangun museum kecil "Mak Uwok". Dedi berharap museum tersebut menjadi sarana edukasi bagi para pelajar, di samping sarana hiburan bagi masyarakat umum. 

Kelak setelah museum tersebut selesai dibangun, Dedi mengaku segera menyiapkan petugas jaga yang berasal dari masyarakat setempat. Mereka akan digaji oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta dengan standar gaji THL atau Tenaga Harian Lepas yakni sekitar Rp1,5 Juta per bulan. 

"Rencana strategis ini segera kami laksanakan. Kami sediakan petugas yang kami gaji dari APBD Purwakarta," pungkas Dedi. (rri)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama