» » Inilah Progres Proyek Pembangunan Patimban Subang

Pembangunan berbagai infrastruktur perhubungan di dalam negeri terus dilakukan. Dan salah satu pembangunan yang kini tengah hangat menjadi bahan perbincangan adalah proyek Pelabuhan Internasional Patimban di Subang, Jawa Barat.

Pemerintah bahkan memastikan proyek pelabuhan internasional itu dapat dimulai tahun depan. Pasalnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan pendanaan pembangunan Patimban dapat cair sekitar Maret-April 2017 "Kenapa? Karena bulan itu awal tahun fiskal pemerintah Jepang," kata Direktur Jenderal Perhubungan, Antonius Tonny Budiono, dikutip tempo.

Sambil menunggu pinjaman cair, terang Tonny, pemerintah sedang mempersiapkan kajian Pelabuhan Patimban. Kajian itu meliputi rencana induk pelabuhan (RIP) dan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). "Kajian RIP sedang dikerjakan oleh konsultan swasta. Dan amdal dikerjakan pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA)," ungkap Tonny.

Hasil kajian RIP dan amdal itu nantinya bakal dievaluasi oleh tim pengawas Pelabuhan Patimban yang terdiri dari pemangku Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Sekretariat Negara, dan pemerintah daerah. Tonny memprediksi hasil studi tersebut selesai pada akhir tahun ini (2016). "Kajiannya jalan, kami kerjakan secara paralel," kata dia.

Selain itu, pihak Kemenhub juga telah menyusun studi kelayakan proyek Pelabuhan Patimban. Skema pendanaannya, 79 persen menggunakan pinjaman lunak pemerintah Jepang. Sisanya dari anggaran pemerintah dan investasi swasta.

Setelah pinjaman cair, Tonny mengungkapkan bahwa pemerintah menggelar lelang bagi investor yang tertarik ikut ambil bagian dalam membangun Patimban. Pemerintah juga membuka peluang bagi perusahaan swasta Jepang untuk bergabung dengan perusahaan Indonesia menjadi badan usaha pelabuhan (BUP) pengelola Pelabuhan Patimban. Porsi saham yang dikuasai perusahaan Indonesia disyaratkan minimal 51 persen. "Kami akan melelang BUP Pelabuhan Patimban," kata Tonny.

Biaya pembangunan proyek Patimban ditaksir mencapai Rp 40 triliun. Sebanyak 79 persen biaya atau Rp 31,6 triliun berasal dari pinjaman lunak pemerintah Jepang, 11 persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara, serta 10 persen dari investasi badan usaha pelabuhan pemegang konsesi Patimban.

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama