PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » 9 ASN Diberhentikan Tidak Hormat

Sembilan Aparat Sipil Negara (ASN) dari lima Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang terhitung mulai Agustus 2016 telah dipecat dari status kepegawaiannya. 
 
Mereka diberhentikan secara tidak hormat karena melakukan pelanggaran berat. Tiga di antaranya tersandung kasus hukum dan 6 lain sudah beberapa tahun tidak masuk kerja karena terlilit hutang.

Asda III Setda Pemkab Subang, Sumasna membenarkan ada 9 ASN yang telah diberhentikan secara tidak hormat. Surat pemberhentiannya sudah dikeluarkan dan hak-haknya sebagai ASN dihentikan. Pihaknya berharap hal itu bisa menimbulkan efek jera bagi yang lainnya. 

"Yang sudah pasti, per Agustus ini ada 9 orang. Tentunya ini sudah melalui kajian dan tingkat pelanggaranya sudah berat. Pemkab Subang ada tim khusus yang menangani pegawai bermasalah, ketuanya Bapak Sekda, anggota gabungan dari beberapa OPD seperti BKD, Irda serta Bagian Hukum," ujarnya, Rabu 3 Agustus 2016.

Seorang anggota tim Penanganan kasus-kasus ASN Pemkab Subang yang menjabat Kasi di BKD, Lela Nurlelasari mengungkapkan, dengan terbitnya surat pemberhentian tidak hormat, 9 orang itu per 1 Agustus 2016 sudah tidak menerima lagi haknya sebagai ASN seperti gaji dan tunjangan. 

Penyebab pemecatan dari 9 orang itu, 6 di antaranya sudah lama tidak masuk kerja karena terlibat hutang sedangkan 3 lainnya tersangkut kasus korupsi dengan vonis di atas 5 tahun. 

"Enam orang yang terlibat utang-piutang ini tak masuk kerja sejak tahun 2011. Mereka tidak masuk kerja karena terus-menerus ditagih oleh pemberi utangnya. Kabarnya, nilai utangnya bervariasi ada yang ratusan juta hingga lebih dari satu miliar," katanya.

Dijelaskan Ela, dari sembilan ASN itu, 8 orang tercatat masa kerjanya di bawah 20 tahun dan satu lagi di atas 20 tahun. 

"Bagi yang masa kerjanya di atas 20 tahun, masih mendapatkan hak Taspen tetapi gajinya dihentikan," ujarnya.

Dari data yang diperoleh, 9 ASN yang dipecat tersebut tersebar di lima OPD yaitu 3 di Dinas Kesehatan. Di RSUD dan Dinas Peternakan masing-masing 2 orang serta satu orang di kecamatan dan Disperindag. Mereka di antaranya sudah memangku jabatan eselon III dan IV.***(PRLM)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama