PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » KPAD Dampingi Korban Pencabulan Guru

Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Subang akan segara melakukan pendampingan terhadap korban pencabulan yang dilakukan oleh salah seorang guru berinisial AS (53).
 
Dari 13 korban, 11 di antaranya masih di bawah umur sedangkan 2 orang dewasa. KPAD Subang sendiri prihatin dengan kejadian tersebut hingga mengakibatkan anak di bawah umur menjadi korban kelainan orientasi seks.

KPAD Subang mengajak instansi terkait untuk bersama-sama mendampingi korban dari kejahatan seksual itu.

Ketua KPAD Subang, Juju Juhariah mengatakan, korban di bawah umur dari kejahatan seksual biasanya mendapat tekanan psikologis. Maka dari itu mereka harus didampingi supaya tidak trauma.

“Korbannya di antaranya memang ada yang di bawah umur. Mereka perlu mendapat dukungan supaya psikologisnya tidak terganggu,”  Senin (15/8).

Korban jangan sampai minder untuk sekolah. Karena di antara korban itu masih berstatus sekolah.

Dikatakannya, korban kejahatan seksual seperti ini jangan sampai dikucilkan karena memang tidak bersalah. Semestinya korban mendapat dukungan, agar tidak malu setelah kejadian tersebut.

“Jika korban tidak segera ditangani, kami khawatir mereka justru bisa menjadi pelaku untuk melakukan hal serupa. Makanya korban kejahatan seperti itu harus segera ditangani,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan H E Kusdinar menambahkan, pihaknya akan segera melakukan pembinaan kepada para guru. 

“Habis acara 17 Agustusan kita akan menggelar pembinaan terhadap para guru se-Kabupaten Subang dengan melibatkan Binmas Polres Subang. Saya sudah bilang ke Kasat Binmas AKP Sarjono masalah itu,” kata Kusdinar.

Ia mengungkapkan, saat ini ada 4 guru yang melakukan tindakan melanggar hukum. Yaitu tindakan asusila, pencurian dan minuman keras. Ia ingin ada pembenahan diri. Sebab dikhawatirkan siswa di di sekolah tempatnya mengajar terkenda dampak psikologis. 

“Data itu tercatat sejak Januari-Agustus 2016 ini. Kami ingin ada pembinaan secara intensif,” tandasnya.

Kasat Reskrim Polres Subang AKP Yandri Mono melalui Kasubnit PPA Polres Subang Bripka Nenden mengatakan, tersangka guru AS setelah diamankan akan direhabilitasi. Sebab perilaku seksual tersangka menyimpang. Dilakukan terhadap sesama jenis laki-laki.(pe)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama