PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » Siti Nurfadilah, Bayi Gizi Buruk Asal Leuwi Bolang

Siti Nurfadilah, bayi berusia 9 bulan itu tampak digendong ibunya. Nafasnya terdengar sedikit sesak sementara bola matanya sayu dan sesekali terpejam lemah. Putri pertama pasangan Ani Trisnawati (20) dan Aep Saepul Bahri (23) itu diketahui memiliki berat badan hanya 4 kilogram saja.

“Berat waktu lahir terus terang saya tidak tahu. Soalnya lahirnya di rumah dibantu paraji (dukun beranak, red),” ujar Ani.
 
saat ditemui di rumahnya yang berlokasi di RT 14/RW09 Kampung Leuwi Bolang, Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani.

Keberadaan Siti Nurfadilah diketahui ketika sang Ibu mendaftar sebagai peserta pada kegiatan bakti sosial pengobatan gratis yang diselenggarakan Sat Polair Polres Purwakarta bekerjasama dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Asri Purwakarta, beberapa waktu lalu.
Saat diperiksa dokter, Siti langsung dirujuk untuk segera dibawa ke rumah sakit saat itu juga oleh tim medis. Sayangnya Ani menolak meski sudah dibujuk tim medis dan personel Polair. 

Usai pengobatan gratis, tim medis dikawal personel Polair langsung mendatangi kediaman Ani dengan maksud untuk dibujuk kembali agar Ani beserta bayinya mau ikut ke rumah sakit. Lagi-lagi Ani menolak. 

Ani malah meminta obat tidur untuk Siti karena akhir-akhir ini anaknya itu susah tidur. Permintaan tersebut jelas ditolak tim medis, seraya menjelaskan bahaya memberi obat tidur kepada bayi.

Ani mengaku sudah lama dirinya mengetahui bila anaknya divonis gizi buruk. “Saat Siti masih dikandungan, saya pernah USG, kata dokter ada kelainan. Proses melahirkan juga saya lakukan di rumah, dan waktu itu nggak langsung ditimbang, jadi saya nggak tahu berat badan Siti waktu lahir,” kata Ani polos.
 
Beberapa waktu lalu, kata Ani, dirinya pernah membawa anaknya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Di sana Siti melakukan tes darah dan rontgen. “Kata dokter di sana dikatakan anak saya mengalami gizi buruk.

Selain itu lubang tenggorokannya kecil jadi gampang sesak nafas. Selain itu otaknya tidak berkembang,” kata Ani.

Ani juga mengatakan bila dirinya diharuskan dokter di RSHS untuk rutin membawa anaknya seminggu sekali. “Biaya dan waktunya pak. Saya sama suami nggak sanggup,” kata Ani yang tampak pasrah dengan kondisi anaknya tersebut. (pe)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama