PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » DPRD Kab. Subang Pertanyakan Penundaan DAU dan Lambatnya Penyerapan Anggaran

Seluruh fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang, mempertanyakan penundasan dana alokais umum (DAU) dan lambatnya penyerapan anggaran. Hal tersebut, disampaikan pada Sidang Paripurna Pemandangan Dewan terhadap Perubahan RAPBD di Gedung DPRD Kab. Subang, Jln. Dewi Sartika, Rabu (28/9/2016).

“Sebenarnya lemahnya penyerapan anggaran tidak perlu terjadi bila ada kebersamaan dan kesiapan dari dinas terkait. Coba sekarang 'kan musim hujan menjadi alasan bagi pelaksana, tetapi kalau proyek digulirkan mulai  bulan April dan Mei akan aman, “kata Ketua Fraksi Amanat Persatuan pembangunan, Bobby Khaerul Anwar.

Hal senada diungkapkan oleh Fraksi Demokrat, Nurul Mu’min. Ia  juga meminta penjelasan terkait SK Menteri Keuangan RI Nomor 125/PMK.07/2016 tentang penundaan penyaluran sebagian Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2016 yang ditandatangani Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indarawati pada 16 Agustus 2016 sebesar Rp 236, 4 milyar. 
Fraksi lainnya di DPRD Kab. Subang pun meminta penjelasan adanya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), termasuk adanya asumsi kenaikan RABPD yang semulai Rp 2,3 triliun menjadi Rp 2,5 triliun dengan pengeluaran lebih besar untuk belanja tidak langsung.

Padahal dengan penundaan penyaluran DAU Kabupaten Subang sebesar Rp 59 miliar hingga bulan Desember tersebut, akan  mempengaruhi kinerja pemerintahan dan proses pembangunan yang sedang berjalan saat ini.

Sebelumnya dalam nota keuangan  Rancangan KUA perubahan APBD, PPAS Perubahan APBD dan Rancangan Nota Keuangan tentang Raperda Tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Subang Tahun 2016, Plt. Bupati Subang, Hj. Imas Aryumningsih, SE, memproyeksikan PAD meningkat sebesar Rp 220.49 miliar dari semula sebesar Rp 2,29 triliun menjadi Rp 2,51 Triliun.

Rincian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sampai akhir tahun 2016, diproyeksikan mampu mencapai Rp 321,61 miliar meningkat sebesar Rp 11,29 miliar dari target PAD APBD 2016 sebesar Rp 310,31 miliar.

Sedangkan belanja daerah diproyeksikan meningkat sebesar Rp 352,71 miliar, semula Rp 2,44 triliun menjadi Rp 2,79 triliun.  (pe)
Editor: Andri Ridwan Fauzi

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama