» » Dua Pembalap Indonesia Kembali Jajal Akademi Valentino Rossi


Kesempatan itu datang lagi. Galang Hendra Pratama dan Imanuel Putra Pratna menjadi dua pembalap Indonesia yang kembali akan merasakan tempaan VR46 Rider Academy milik Valentino Rossi di Italia mulai 12 September nanti.

RAUT bahagia tampak jelas di wajah Galang dan Imanuel. Mereka akan berangkat ke Italia untuk kali kedua dalam tempo tiga bulan terakhir. Kesempatan itu datang karena program Yamaha Racing Indonesia dan Yamaha Motor Company dengan VR46 Rider Academy membantu meningkatkan skill pembalap muda dari Asia.

Galang dan Imanuel menjadi bagian dari program Master Camp edisi kedua bersama empat pembalap Asia lainnya. Antara lain, Soichiro Minamoto (Jepang), Kasma Daniel Bin Kasmayudin (Malaysia), serta Peerapong Liboonpeng dan Apiwat Wongthananondari (Thailand).

Mereka berenam akan menjalani program Master Camp dengan durasi lima hari. Pada Master Camp pertama lalu, Galang dan Imanuel merasakan tiga track dan jenis motor berbeda. Di dua hari pertama, mereka merasakan licinnya lintasan Motor Ranch Tavullia, Italia. Kemudian, dilanjutkan menunggangi mini moto. Dan, yang terakhir adalah merasakan atmosfer Sirkuit Misano dengan Yamaha R3.

’’Ternyata flat track di Motor Ranch berbeda jauh dengan di Indonesia,’’’ terang Galang kepada Jawa Pos kemarin (3/9).

Menurut pembalap muda asal Jogjakarta itu, berlatih di Italia dengan gemblengan langsung Rossi membuat dirinya semakin termotivasi. Kultur balap yang hadir dalam Master Camp pertama lalu cukup memberikan suntikan semangat buat dirinya dalam lanjutan Asian Road Racing Championship (ARRC) 2016. Hingga seri keempat, Galang menempati peringkat keenam klasemen sementara kelas 250 cc.

’’Kalau dulu masih suka takut kalau ambil di tikungan, sepulang dari Italia, saya merasa lebih konfiden,’’ katanya. Apalagi, licinnya lintasan di Motor Ranch membuat Galang sempat kewalahan. ’’Di Motor Ranch, terlalu banyak ambil rem juga akan buat selip,’’ lanjutnya.

Dengan pengalaman itu, dia sudah merasakan dampaknya secara langsung saat mengikuti seri 4 ARRC di Sentul belum lama ini. Wahyu Rusmayadi, representatif Yamaha Racing Indonesia, mengatakan, selama di Italia, Gilang dan Imanuel akan kembali mendapatkan porsi latihan yang tidak jauh berbeda. Satu hal yang membedakan adalah mereka akan setahap lebih jauh dengan meng-upgrade skill balapnya. 

’’Jadi, kenapa di tengah-tengah event, ini semata biar pembalap juga bisa langsung menerapkan apa yang didapatkan selama Master Camp ke balapan,’’ terangnya.

Selain itu, dalam jadwal yang tersedia, para pembalap yang mengikuti Master Camp edisi kedua bakal mengikuti satu sesi membalap gokar. Hal itu dimaksudkan supaya rider terbiasa dengan semua jenis lintasan dan kendaraan yang digunakan. ’’Semua itu memang diarahkan Rossi sendiri kepada rider agar pembalap muda itu bisa beradaptasi dengan cepat terhadap semua tipe lintasan,’’ urainya.

Sementara itu, bagi Imanuel, membalap gokar tentu bukan hal yang baru. Sebab, saat berusia 10 tahun, dia sempat tampil di balap gokar seri nasional. Tetapi, perkara kesulitan dalam balapan, El, sapaan akrab Imanuel, mengatakan bahwa dirinya merasakan menunggangi motor lebih sulit ketimbang gokar. ’’Ini pandangan saya. Sebab, saat di atas motor, banyak hal yang harus diperhatikan, kopling, rem dan pengamatan terhadap ban juga penting,’’ terangnya. Namun, bukan berarti membalap gokar tidak punya kesulitan buat El.

Pembalap yang akan berulang tahun ke-20 pada 5 September itu sering terkendala saat berada di tikungan. ’’Mungkin ketakutan pembalap pemula saat itu. Namun yang jelas, secara pengambilan racing line tidak akan jauh berbeda antara motor dan gokar,’’ ucapnya. (*/c17/ham)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama