PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » Pemkab Subang Ajukan Tambahan Kuota Elpiji 3 Kg

Pemkab Subang memutuskan untuk mengajukan penambahan kuota gas elpiji 3 kilogram sebanyak 5.000 tabung. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi kelangkaan gas melon di wilayah Kabupaten Subang.
 
Sekda Subang, Abdurakhman mengatakan, usulan penambahan kuota elpiji 3 kg sudah dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan gas elpiji di Kabupaten Subang. Seperti diketahui, dalam dua pekan terakhir, gas elpiji 3 kg mengalami kelangkaan. Meski ada, harganya melonjak tinggi.

Dijelaskan Abdurakhman, sebelumnya pihaknya sudah melakukan rapat dengan Bagian Ekonomi. Ia berharap, dalam satu pekan ini pengajuan penambahan kuota elpiji sudah terpenuhi.

Masih menurut Abdurakhman, kelangkaan gas elpiji di Kabupaten Subang salah satunya disebabkan melonjaknya permintaan konsumen.

Ia meminta Disperindagsar untuk meningkatkan pengawasan terhadap agen dan pangkalan.
Sementara itu Pertamina tengah menyiapkan infrastruktur pendukung rencana Kementerian ESDM untuk menjalankan pola distribusi tertutup elpiji tabung 3 kg. BUMN energi itu siap mendukung supaya subsidi berjalan tepat sasaran. Salah satu upayanya adalah menyiapkan Bright Gas ukuran 3 kg bagi warga yang tetap ingin tabung ukuran kecil.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang menyatakan, program pemerintah akan didukung penuh. Termasuk peredaran elpiji nonsubsidi yang lebih luas sebagai substitusi tabung melon milik orang mampu.

Bright Gas merupakan merek elpiji nonsubsidi yang didistribusikan Pertamina. Pertamina bakal menggenjot distribusi Bright Gas 5,5 kg ke area yang lebih luas lagi. Saat ini pertumbuhan penjualan Bright Gas 5,5 kg dan kaleng 220 gr terus tumbuh sampai 500 ribu metric ton (mt) per bulan. Jika dihitung sejak Januari, terjadi kenaikan sampai 58 persen. Dari 3.152 mt pada awal tahun menjadi 5.489 mt pada Juni. Memang, jumlah itu masih jauh dari penjualan elpiji 3 kg bersubsidi. Bila kuota tahun ini mencapai 6,2 juta mt, berarti per bulan ada jatah 516 ribu elpiji bersubsidi yang diedarkan.

Yang kedua, kata eksekutif perusahaan yang akrab disapa Abe tersebut, adalah menyiapkan Bright Gas 3 kg. Bentuknya mirip dengan tabung melon. Bedanya hanya tampak pada warna pink yang sama dengan Bright Gas 5,5 kg. Namun, dia belum bisa menyampaikan perincian produk baru tersebut. Termasuk soal harga.

Sebelumnya, Dirjen Migas Kementerian ESDM Wiratmaja Puja memang ingin membatasi elpiji 3 kg hanya bagi orang tidak mampu. Berdasar data Ditjen Migas, hanya 15,5 juta warga yang berhak menerima subsidi. Beda jauh dengan penerima yang berhak saat ini, yaitu 54,9 juta rumah tangga. Menurut Wirat, jika pemerintah bisa membatasi peredaran elpiji 3 kg bagi warga tidak mampu, negara mampu menghemat anggaran Rp 18 triliun.

Di tempat terpisah, VP Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menuturkan bahwa perseroan memang siap mendukung penuh keinginan pemerintah untuk distribusi tertutup. Tetapi, dia meminta agar ma salah paling krusial, yakni aturan, bisa dipertegas dulu.

Menurut aturan yang berlaku saat ini, tabung melon diperuntukkan rumah tangga dan usaha mikro. Tidak ada larangan tertulis bahwa elpiji 3 kg dinikmati orang yang bukan miskin. Jadi, siapa saja boleh menggunakan barang bersubsidi tersebut. Kalau aturan sudah jelas, ten tu program subsidi tepat sasaran makin mudah diterapkan.

Penyediaan Bright Gas 5,5 kg di beberapa tempat, menurut Wianda, bisa diupayakan lebih luas. Selama daerah yang dituju berada di area distribusi Pertamina, langkah itu bisa dilakukan dengan cepat. Jika Ditjen Migas mengingin kan agar pola distribusi tertutup berlangsung pada 2017, Wianda memastikan Bright Gas sudah ada di kota-kota besar.(PE)


About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama