PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » Ruwat Bumi Perkuat Kearifan Lokal

Warga Kampung Sukahayu Desa Dawuan Kaler menggelar ruwatan bumi, untuk melestarikan budaya Sunda, Minggu (25/9). Ruwat bumi yang dihadiri Plt Bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih SE, diisi dengan berbagai kegiatan.
 
Endang Kusnata sebagai pupuhu lembur mewakili Pemerintah Desa Dawuan Kaler mengatakan, ruwat bumi melestarikan budaya sunda. Ia mengucapkan terima kasih kepada gilang dan kawan-kawan yang telah menyelenggarakan acara. Meski demikian, ada pekerjaan rumah yang harus diketahui pimpinan daerah.

“Ada jembatan yang menghubungkan Dawuan Kaler dan Kidul yang harus diperbaiki,” katanya.

Hal serupa diungkapkan pupuhu adat Kampung Sukahayu, Ujang Ruskandi. “Terima kasih kepada bu Imas yang sudah datang ke Kampung Sukahayu di RW 1 Desa Dawuan Kaler. Kita menggelar ruwat bumi untuk melestarikan budaya Sunda,” katanya.

Sedangkan ketua panitia kegiatan, Gilang Gaza menuturkan, acara digelar tujuannya, jangan sampai budaya Sunda mati. “Ini untuk menyatukan rasa dan mengenali jati diri,” ungkapnya.

Kegiatan yang dilaksanakan, Gilang memaparkan, ziarah ke makam Mbah Galuh, mutar naga (ngarak dongdang ka lembur, red), hajat ruwatan, pengobatan gratis, dan gelar seni budaya. Antara lain, toleat, karinding, reog dan hiburan wayang golek oleh dalang Agus Amung Sutarya.

Sementara itu, Plt Bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih SE mengungkapkan kegembiraannya bisa datang lagk ke sini. “Dulu saya sering ke sini untuk membeli oncom disuruh orang tua saya. Sekarang saya pangling melihat kondisi di sini,” ungkapnya.

Terkait ruwat bumi, Imas senang sekali, budaya sunda yang mulai tergerus bisa dibangkitkan kembali. “Kita harus bersyukur, dihidupkan kembali untuk menghormati leluhur.

Ngaruwat bumi bukan agama, tapi budaya leluhur untuk mengingat sesepuh yang sudah mendahului. Silakan digali dan dilestarikan. Asalkan jangang keluar dari aturan. Yang dilarang itu, yang bertolak belakang dengan aturan undang undang atau aturan pemerintahan di Indonesia,” katanya.

Selain itu, Imas menambahkan, terlebih ini untuk mengompakan masyarakat dan mempererat kebersamaan. Imas pun mengajak masyarakat membangun Subang. “Saya minta doanya untuk bisa menjadi pemimpin yang amanah,” katanya.

Terkait jembatan, Imas menjanjikan bisa dibangun tahun 2017. “Usulkan dari sekarang dan kawal prosesnya. Desember ketuk palu untuk APBD, bulan Februari atau Maret bisa terealisasi.

Pemerintah akan menghargai kepada orang yang kreatif dan tulus berjuang untuk rakyat, bukan untuk kepengtingan pribadi.(pe)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama