» » 12 Pos Pemungutan Retribusi di Jalan Raya Ditutup

Dinas Perhubungan Kabupaten Subang telah menutup 12 pos Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) yang selama ini beroperasi di sejumlah ruas jalan. Penutupan itu dilaksanakan bersamaan dengan ramainya pemberantasan pungutan liar. Kondisi tersebut disabut gembira para sopir angkutan barang yang biasa melintasi di wilayah Subang. Sebab biaya yang dikeluarkan menjadi berkurang.
 
Dari pantauan, Minggu, 23 Oktober 2016, beberapa Pos TPR yang ada di Jalur tengah Subang di antara di sekitar daerah Cibogo, Dungus Wiru, dekat Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD), pasar Kalijati dan Cipeunduy. Biasanya di pos tersebut ada petugas Dinas Perhubungan yang jaga, tetapi sudah lebih dari sepekan pos-pos itu tampak kosong. Berdasarkan informasi pos-pos tersebut sudah ditutup lebih dari sepekan lalu.

Herman sopir truk yang biasa menarik hasil material bahan bangunan di jalur Subang - Kalijati - Cipeundeuy mengatakan biasanya harus mengeluarkan biaya di lima pos TPR yang dilaluinya. Sejak ditutup, kini bebas tak perlu mengeluarkan biaya di pos-pos tersebut.

Dikatakannya setiap hari bisa melintas jalur itu dua sampai tiga kali. Itu artinya harus mengeluarkan biaya Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per harinya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, Harlan mengatakan, pihaknya sudah menutup seluruh pos TPR yang ada di jalan raya, sejak digulirkannya pemberantasan pungli oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. 

"Semuanya ada 12 pos yang kami tutup. Itu sesuai perda retribusinya Rp 1.000 per kendaraan," katanya.

Penutupan itu, kata dia, karena pengambilan retribusi tak boleh dijalan raya.   

Terkait adanya praktik pemungutan retribusi tanpa memberikan karcis yang dilakukan petugas di pos TPR, Harlan tak memungkiri. Menurutnya kemungkinan itu bisa saja terjadi. (prlm)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama