» » 7,8 Persen Pelajar Pernah Ditawari Narkoba

Kabupaten Subang dianggap menjadi salah satu daerah darurat narkoba. Survei yang dilakukan Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Subang pada tahun 2015 lalu, menyebutkan bahwa 7,8 persen siswa pernah ditawari narkoba. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan dengan mahasiswa yang mencapai 9,8 persen. 

Dari jumlah itu bahkan diantaranya terdapat pelajar dan mahasiswa yang menggunakan barang haram tersebut. Namun demikian, Granat Subang menyebutkan semua kalangan pernah ditawari menggunakan narkoba.

Ketua Granat Subang, Boing S Jakaria  mengatakan, Deklarasi tersebut, sengaja dilakukan supaya ada komitmen bersama untuk mencegah generasi muda tidak menyalahgunakan narkoba.
 
Lanjut Boing, pihaknya prihatin dengan fenomena maraknya penggunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa. Ia berharap semua pihak bisa turun tangan mengatasi persoalan tersebut. Apalagi masyarakat Subang tak hanya jadi korban, diantaranya ada juga sebagai pengedar.

Masih menurut Boing, deklarasi saja tak cukup. Oleh karena itu, Granat Subang mendorong agar dibangunkan tempat rehabilitasi bagi korban narkoba. Selain pencegahan, kata Boing, tempat rehabilitasi bagi korban juga perlu dipikirkan bersama.

Masih kata Boing, pelajar dan mahasiswa menjadi salah satu target peredaran narkoba. Menurutnya, perlu ada ketegasan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Subang untuk mencegak penggunaan narkoba di kalangan pelajar.

Menurut Boing, Dinas Pendidikan harus memerintahkan semua sekolah untuk merazia narkoba di lingkungan sekolah. Ia mengaku sempat mendapat temuan adanya narkoba yang dibawa kalangan pelajar ke sekolah.

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama