» » 5 Poin hasil rapat kabinet, salah satunya soal catut nama Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Sekretaris Kabinet, Pramono Anung mengeluarkan surat penyampaian isi arahan Rapat Kabinet Paripurna pada 2 November 2016 lalu. Pada Rapat Kabinet Paripurna, Jokowi menegaskan lima hal, yakni:

1. Tidak menerima pihak-pihak yang memperkenalkan diri sebagai saudara, keluarga, atau teman dari Presiden atau mengatasnamakan Presiden kecuali Presiden sendiri yang menyampaikan pesan kepada Menteri atau pejabat yang bersangkutan.

2. Menteri atau pejabat harus selektif dalam melakukan kunjungan kerja atau perjalanan dinas ke luar negeri dan fokus pada hal-hal yang penting, tidak membeli barang-barang mewah di negara yang dikunjungi, dan jangan terlalu banyak membawa rombongan.

3. Menteri atau pejabat yang melakukan kunjungan kerja atau perjalanan dinas ke daerah tidak perlu disambut secara berlebihan yang dapat membebani pejabat daerah yang dikunjungi.

4.Menteri atau pejabat yang melaksanakan tugas atau kunjungan kerja tidak menggunakan patroli atau pengawalan yang panjang dan sirene yang berlebihan, yang dapat mengganggu masyarakat pengguna lalu lintas lainnya.

5. Menyampaikan kepada pasangan (suami/istri) untuk tidak menerima pemberian/cinderamata dari pejabat atau pihak-pihak di negara/daerah yang dikunjungi, untuk menghindari potensi persoalan gratifikasi dan tidak membebani pejabat di negara/daerah yang dikunjungi.

Surat yang diterbitkan pada tanggal 29 November 2016 ini ditujukan kepada Menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala Lembaga Non Pemerintah.

Surat yang diterima merdeka.com pada Rabu (30/11) ini, ditandatangani langsung oleh Pramono Anung.

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama