PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » Siti, Pengrajin Tungku Tradisional Butuh Uluran Tangan Pemkab Subang

Seorang pengrajin tungkung asal Kampung Babakan Saltawi, Desa Margahayu Pagaden Barat, Kabupaten Subang, Siti Cimoh (55), sudah puluhan tahun menekuni usaha membuat tungku tradisional (Hawu, dalam bahasa sunda). Namun, dalam memproduksi tungku tersebut, Siti masih menggunakan peralatan manual, alias tradisional.

Siti yang sudah turun temurun mewarisi kreatifitas orang tuanya tersebut, sampai saat ini masih konsisten mempertahankan produktifitasnya, membuat tungku, meski dengan kondisi serba kekurangan, Namun demikian tungku hasil karyanya itu, masih banyak diminati pra konsumen.

Terkait hal itu, Siti berharap adanya campur tangan dari Pemerintah, untuk membantu meringankan usahanya itu, dengan harapan Pemerintah mengucurkan bantuan berupa peralatan modern, untuk mempercepat proses produksi tungkunya itu, pasalnya selain Siti sudah berusia 55 tahun, yang tentunya tenaganyaun sudah mulai berkurang, juga persoalan lain jika ada permintaan banyak dari konsumen, tidak bisa dengan cepat memenuhi permintaan tersebut.

Menurutnya, dalam satu hari dirinya bisa menghasilkan 10 buah tungku dengan bermodalkan Rp100 ribu setiap pembuatannya. Meski hanya dilakukan sedikit rumit, namun hasil karyanya sangat bagus dan bisa bertahan hingga 20 tahun.

Dijelaskannya, sebelum masuk dalam tahap pembuatan, terlebih dahulu dirinya mengolah tanah yang didapatkan dari pekarangan rumahnya, selama kurang lebih tujuh hari atau seminggu lamanya, tanah yang dicampur dengan sekam, sabut kelapa dan abu gosok, kemudian baru bisa di cetak menjadi tungku..

Dari hasil karyanya tersebut, Siti bisa memproduksi tungku dengan berbagai jenis yang bervariasi, diantaranya ada tungku panjang dengan dua lubang, tungku jenis ‘ringkuk ucing’ (seperti kucing sedang mendekam), tungku love, helikopter, kepiting darat, dan berbagai jenis tungku lainnya.

Lebih lanjut Siti mengatakan, hingga saat ini masih banyak peminat tungku hasil karyanya dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Subang, diantaranya Kecamatan Cikaum, Tambakdahan, Binong, Pagaden hingga kawasan Pantai Utara (Pantura), sedangkan untuk harga yang dipatok untuk satu tungku itu, berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp75 ribu rupiah. (rri)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama