» » Kadisdik Subang Dukung Penghapusan UN.

Rencana Moratorium atau penghapusan Ujian Nasional (UN) tahun 2017, yang diusulkan Menteri Pendidikan Nasional Muhazir Effendi, mendapat dukungan dari berbagai kalangan masyarakat, salah satunya di sampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, H. E. Kusdinar, merupakan langkah yang positif yang diambil Pemerintah, karena selama UN di gelar selalu menimbulkan polemiks di masayarakat, seperti berpengaruh terhadap psykologis anak, dan tidak objektifnya kelulusan.

Menurut Kusdinar, meski UN itu dihapus, tapi yang menjadi parameter pendidikan tetap ada, yaitu 8 standar pendidikan dan standar kelulusan, yang tentunya sudah cukup untuk mengukur kompetensi anak, untuk menentukan kelulusan.  

"UN kan menjadi tolok ukur nasional untuk menentukan kelulusan, tetapi sekarang tidak lagi menjadi landasan kelulusan, jika UN dihapuskan, tetapi nantinya 8 standard, yang akan menjadi ukuran kualitas parameter pendidikan nasional, dalam menentukan kelulusan," 

Sebenarnya kata Kusdinar, desain pembelanajaran, yang dilakukan seorang guru sudah bagus, tinggal pelakasanaannya, sehingga akan muncul jati diri bagi guru, dan pengabdian guru akan merasa dihargai prakasanya, dan pekerjaann. 

"Jadi penentuan kelulusan penilaiannya ada di guru, bukan Pemerintah, dan kebijakan Pemerintah untuk menghapus UN tidak akan mengurangi makna dari pendidikan, karena guru memiliki penilaian terhadap anak tidak secara subjektif pasti objektif, dan seorang guru tidak mungkin mengorbankan anak didikmya. 
"Untuk menentukan kelulsan pasti ada kajian dan rapat dewan guru, yang berdasarkan penilaian dari aspek kognitif, afektif dan motorik," tandas Kusdinar. (rri)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama