PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » Kenalkan Wisata Melalui Festival Syukur 7 Sungai Desa Cibuluh

Tradisi Makan Liwet Bersama Kuatkan Kebersamaan

Desa Cibuluh Kecamatan Tanjungsiang merupakan satu-satunya desa yang dilewati 7 tujuh sungai. Hal tersebut disyukuri dengan digelarnya Festival Syukuran Sungai  dengan melibatkan seluruh warganya.

Potensi 7 sungai sebagai sebuah potensi bisa dikembangkan untuk daya tarik wisata. Pemerintah Desa Cibuluh bersama Pemcam Tanjungsiang, BUMDes Tarungjaya, Kompepar, Disbudparpora, Balai Budaya Bandung, Jagaseke, Walhi dan didukung beberapa pihak lainnya, menggelar acara bertajuk 7 Rivers Festival Festival 7 Sungai), selama dua hari 11-12 November 2016.

Berbagai rangkaian kegiatan telah digelar, antara lain lomba foto bertemakan “Aku dan Sungai”, Susur Sungai, penampilan kesenian Kuda Renggong, Sisingaan dan tari-tarian. Digelar juga sarasehan sungai yang dihadiri Sekda Jawa Barat, Iwa Karniwa.

Tradisi “Ngoprok” atau “Ngagobyag” menjadi keunikan tersendiri. Ngoprok merupakan acara menangkap ikan bersama-sama sejauh beberapa puluhan meter, sehingga ikan masuk ke dalam perangkap bubu yang telah dipasang. Tradisi ini sarat akan kebersamaan yang dahulu selalu dilakukan masyarakat ketika musim kemarau tiba. 

Tradisi makan liwet bersama menguatkan kebersamaan masyarakat. Sebanyak 55 panci kastrol liwet, disuguhkan masyarakat untuk masyarakat dan tamu undangan yang datang. Makan liwet bersama, dilakukan usai prosesi adat syukuran 7 sungai yang berlokasi di nusa.

Ketua Panitia Festival Syukur Sungai Udan Bolang mengatakan, pada dasarnya festival ini digelar sebagai rasa syukur atas anugrah sungai yang melintasi Desa Cibuluhu. “Ini juga ajang promosi potensi wisata yang ada di Desa Cibuluh, selain Monumen Perjuangan 45. terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kesuksesan acara tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kades Cibuluh Saeful Zaman menuturkan, kegiatan ini sudah diselenggarakan sejak minggu lalu yang diisi berbagai acara. Mengenai syukur sungai, harus dipahami semua pihak. “Bukan berarti kita memuja atau menyembah ke sungai, tetapi kita bersyukur warga Desa Cibuluh yang dianugrahi alam berupa mengalirnya air di sungai,” tuturnya.

Desa Cibuluh dilalui 7 sungai antara lain, Sungai Cipunagara, Cileat, Cikaruncang, Cikembang, Citeureup, Cilandesan dan Cinyaro. “Itulah sungai yang mengalir di Desa Cibuluh berdasarkan peta,” ungkapnya.

Numun sayangnya, kondisi sungai saat ini tidak seperti beberapa tahun silam. Jika dulu, air jernih mengalir hingga warga pun mau meminumnya langsung, saat ini masyarakat tidak sanggup meski harus dimasak terlebih dahulu. “Saat ini, sungai sudah banyak pencemaran. Sekarang bagaimana caranya masyarakat menjaga sungai, yang menjadi tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

Berbagai pihak dari luar membantu untuk kelestarian sungai. Balai Budaya Bandung, Walhi, Jagaseke telah melakukan penelitian tentang sungai dan banyak memberikan sumbangsih untuk Desa Cibuluh. Masyarakat pun diminta ikut andil untuk menjaga kelestarian sungai. Bantuan 3.000 bibit pohon akan disalurkan melalui program penamanan Kakisu dan Kakija. “Penanaman pohon di kanan kiri sungai Kakisu) dan Kanan kiri jalan Kakija) dilaksanakan oleh masyarakat,” jelasnya.

Tahun ini, Desa Cibuluh meraih penghargaan Juara Ke-2 Pelestarian Hutan Desa Tingkat Kabupaten Subang. Hal tersebut akan ditingkatkan dengan kekompakan masyarakat menjaga sungai d daerahnya.

Dalam acara sarasehan sungai, Sekda Jabar Iwa Karniwa berpendat, salah satu cara menjaga sungai dengan cara menanami pohon di kanan kiri sungai dan juga di sumber mata airnya. “Pemberian bantuan 3.000 bibit pohon ini, diharapkan bisa membantu kelestarian sungai sebagai sumber kehidupan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Subang dari Fraksi Golkar Hendra Purnawan mengingatkan, kegiatan jangan hanya sebatas seremonial, tetapi harus bisa menjadikan Desa Cibuluh kaya akan sungainya. Masyarakat pun harus menjaga sungai, dengan tidak membuang sampah ke sungai. “saya mengimbau kepada masyarakat Cibuluh untuk bisa menjaga sungai. Desa Cibuluh kaya akan sungai, yang bisa mendatangkan in come untuk daerah,” katanya.

Jika berkaca ke daerah lain, seperti Citarik Sukabumi atau Kampung Karuhun di Sumedang, bisa dikelola dengan baik oleh desa. Padahal, potensi alam sungai di sana, masih kalah dengan yang dimiliki Desa Cibuluh. Daerah lain, sungai dikelola masyarakat dan menghasilkan aset hingga in come untuk desanya.

Menurut Hendra, di desa ada ADD, BKUD atau Dana Desa dan itu bisa digunakan. “Saya rasa, tidak akan haram kepala desa menggunakan sebagian ADD, BUKD atau Dana Desa untuk memaksimalkan pemeliharaan sungai. Jadi, bukan bukan hanya memperbaiki kantor desa atau jalan saja. Bi,” terangnya.
DPRD Kabupaten Subang saat ini, Hendra menuturkan, sedang rembukan mengenai KUA-PPAS. DPRD menganggarkan Rp500 juta untuk Desa Wisata Binaan yang diprogramkan Disbudparpora dan Desa Cibuluh sudah masuk. “Masyarakat harus sadar dan semangat untuk mewujudkan Cibuluh sebagai Desa Wisata Unggulan,” kata Hendra.

Semangat gotong royong masyarakat Desa Cibuluh untuk mewujudkan Cibuluh sebagai desa wisata unggulan dan menjadikan festivl 7 sungai mendunia, diapresiasi Camat Tanjungsiang Drs. M. Rudi, MM. Menurut Camat, apa yang dilakukan di tahun pertama ini akan diperbaiki. Selanjutnya, kita bersama-sama menyelenggarakan festval 7 sungai selama 5 tahun berturut-turut hingga kemudian menjadi mendunia. “Mudah-mudahan apa yang kita cita-citakan, bisa terwujud yaitu, masuk World Rivers Network binaan Unesco,” ungkapnya.

Sementara itu, Kadisbudparpora Hidayat mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Cibuluh, yang telah bersama-sama mewujudkan festival 7 sungai. Hidayat berpesan kepada masyarakat agar bisa memahami Sapta Pesona Wisata, sehingga nantinya Cibuluh menjadi Desa Wisata Unggulan. “Sapta Pesona Wisata terdiri dari, Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan,” katanya.

Mewakili Balai Budaya Bandung, Subarnas menuturkan, adanya pembangunan berbagai infrastruktur seperti tol Cipali, Cisumdawu dan Bandara Kertajati, menjadikan peluang bagi Pemkab Subang untuk terus mengembangkan potensi wisata di Subang Selatan, seprti Desa Cibuluh. “Setelah ini, kita akan evaluasi festival dan berdiskusi dengan berbagai pihak menrancang program-program untuk pengembangan desa wisata,” tandasnya.

Selain Festival 7 Sungai, Desa Wisata Cibuluh berupaya mengembangkan berbagai potensi lainnya. Yang sudah berjalan antara lain, paket menginap di Desa Wisata Cibuluh, kegiatan Mulan Di Kampung Bolang atau mengenal sejarah Subang di Monumen Perjuangan 45 di Ciseupan.
 
Sumber : VERRY KUSWANDI, Tanjungsiang

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama