» » Pemprov-Dprd Jabar Bahas Rtrw Pelabuhan Patimban

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melakukan pembahasan perubahan Perda 22 tahun 2010 bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Barat perihal pembangunan proyek strategis Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat.    

Perubahan tersebut adalah dengan merubah spesifikasi penyebutan yang mulanya pada Perda 22 tahun 2010 adalah pembangunan pelabuhan Cilamaya, kini dalam perubahan berdasarkan PP no 3 tahun 2016 dan dipertegas oleh PP 47 2016 akan dirubah dengan menjadikan penamaan Pelabuhan Cilamaya menjadi Pelabuhan Patimban. 

 Oleh karenanya lanjut Aher, dengan adanya tiga dokumen tersebut dibutuhkan kejelasan dalam perda RTRW, sementara dalam RTRW terdahulu disebutkan Cilamaya, maka sesegera mungkin pihaknya merubah Cilamaya menjadi Patimban.   

Perubahan tersebut nantinya akan berpengaruh juga terhadap berubahnya garis koordinatnya, sehingga pihaknya juga akan kerjasama dengan BIG (badan informasi geospasial).    

Sementara itu, untuk proyek strategis nasional lainnya juga akan dilakukan penguatan perda, menurut Aher seperti halnya proyek Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) yang sudah ada perdanya sendiri. Kemudian setelah selesai lanjut Aher, akan dilakukan evaluasi oleh mendagri, mengenai beberpaa hal dokumen untuk membuat AMDAL karena harus mengacu perda yang berubah, juga penetapan lokasi, dan juga RIP dari ketiganya yang harus mengacu ke perda.   

"Penlok dari pemprov, amdal dari kementrian LHK, dan RIP dari kementerian perhubungan," jelasnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari menyatakan komitmennya untuk mendukung kelancaran pembangunan program strategis yang dicanangkan oleh pusat.

"Ini kan komitmen bersama, dprd tadi dengan bamus sudah sepakat untuk menindaklanjuti baik surat dari gubernur maupun menko maritim dalam rangka revisi rtrw yang memang sangat penting untuk segera dilakukan," kata Ineu.

Ineu mengungkapkan, kesanggupan pihaknya untuk melakukan perubahan perda RTRW Pelabuhan Patimban karena memang semua bahan telah ia dapatkan, sehingga dengan permintaan dari pusat untuk segera melakukan evaluasi perda RTRW pelabuhan Patimban, maka pihaknya sudah siap melakukan perubahan.

Selanjutnya, Badan Penyusunan Perda akan terus bekerja mengenai kemungkinan ada revisi yang lain, dan perubahan ke dua ada lagi, seperti halnya pada Perda KCIC dan sebagainya, yang sedang dalam kajian pihaknya dan diperkuat dalam revisi yang akan datang. (ijk)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama