» » Subang Bentuk Pokja KPAD, Tanggulangi Penularan HIV/AIDS

Sebagai Daerah yang beresiko penyebaran HIV/AIDS tertinggi di Jawa Barat, dan Subang sudah dinyatakan darurat HIV/AIDS, sehingga Pemkab Subang membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Penanggulangan HIV/AIDS atau Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD), berdasarkan Keputusan Bupati nomor 443 tentang pembentukan KPAD, dan Perda Kabupaten Subang nomor 5 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS, dan Pembentukan Pokja KPAD tersebut dilaksanakan, di ruang Rapat Bupati Subang, Senin (5/12/2016).  

Plt Bupati Subang Imas Aryumningsih sebagai Ketua Pokja dalam sambutannya menyatakan, penyebab Subang sebagai salah satu daerah beresiko penyebaran atau penularan HIV/AIDS, karena danya jalan trans Nasional, yaitu jalur Pantura, adanya jalan tol Cipali, Industrialisasi yang semakin meningkat, adanya lokasi wisata Internasional Sari Ater, menjamurnya tempat hiburan malam, rumah makan dan hotel, sehingga penularan HIV/AIDS di Subang selam kurun waktu 17 tahun, sudah mencapai 1.276 kasus, dan jumlah sebanyak itu yang baru terdeteksi, kalau secara teori penularan HIV/AIDS seperti penomena gunung es, kemungkinan penularan HIV/AIDS itu bisa 100 kali lipat atau bisa mencapai 120 ribu lebih. 

Program yang harus dilakukan Pokja Penanggulangan HIV/AIDS itu kata Imas, peningkatan sarana dan prasarana Kantor Sekretariat Pokja, Pemetaan dan penjangkauan kelompok resiko tinggi HIV/AIDS, pembentukan dan penguatan warga peduli HIV/AIDS, sosialisasi di kelompok masyarakat luas mendorong adanya tempat rehabilitasi ODHA secara komprehensif terhadap kelompok yang beresiko rendah, sedang dan tinggi, agar penularan HIV/AIDS bisa ditekan. 

Menurutnya, dengan adanya Pokja Penanggulangan HIV/AIDS ini, bisa dicegah dengan tidak melakukan seks bebas yang beresiko, setia terhadap pasangan, dan menjauhi penyalahgunaan narkoba. (rri/re-wda)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama