PT. RADIO GESWARA PAMANUKAN - JLN. RAYA PANTURA 313 MUNDUSARI - PAMANUKAN - SUBANG - JAWA BARAT - 41254 - TLP : 0260-551535 - EMAIL : AE_GSPFM@YAHOO.COM - MARKETING : 081-3245-444-04
» » Anak Alami Masa Puber, Orangtua Bisa Lakukan Ini

ORANGTUA tidak perlu panik ketika menghadapi anak yang mengalami masa puber. Ternyata ada cara tepat yang bisa dilakukan. Apa sajakah?

Sebagian besar orangtua mungkin sama, hampir selalu menganggap anaknya masih kecil sehingga mereka menganggap bahwa membicarakan masa pubertas, perubahan tubuh, serta seks adalah hal yang tabu dan terlalu dini untuk dimengerti anak. Padahal, pembicaraan terkait pubertas dibutuhkan si anak agar mereka tidak merasa ketakutan, bingung, atau tertekan ketika mengalami hal tersebut.

Atau mungkin Anda menunggu kapan anak akan bertanya sendiri tentang perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Tapi, pada banyak kasus, hal ini jarang terjadi. Anak-anak akan merasa sungkan untuk bertanya terkait perubahan pada dirinya yang mereka rasakan ketika pubertas. Apalagi, anak-anak juga tidak tahu apakah hal tersebut boleh ditanyakan apa tidak karena omongan tentang pubertas tergolong sensitif.

Lalu apa yang harus Anda lakukan untuk mempersiapkan anak memasuki masa pubertas? Bagaimana cara orangtua untuk memberi tahu apa saja yang akan terjadi ketika anak mengalami pubertas dan apa dampaknya?

Kapan Anda harus mulai membicarakan masa pubertas dengan anak?

Sebelumnya, Anda harus mengetahui masa pubertas yang normal yang terjadi pada anak perempuan dan laki-laki. Sebagian besar anak perempuan memulai masa pubertasnya ketika mereka berusia 8 hingga 13 tahun. Tetapi hal ini sangat bervariasi, tergantung dengan kondisi masing-masing anak, bisa saja mereka mengalami pubertas sebelum berusia 18 tahun atau bahkan setelah 13 tahun.

Sedangkan pada anak laki-laki, pubertas akan dialami saat mereka memasuki usia 10-16 tahun, lebih lambat dibandingkan dengan anak perempuan. Pada usia tersebut, anak-anak biasanya mulai mengalami perubahan-perubahan bentuk atau fungsi tubuh.

Karena itu, lebih baik jika Anda sudah mulai membicarakan hal ini kepada anak Anda sebelum ia benar-benar mengalami perubahan, sehingga mereka memiliki pengetahuan tentang apa itu masa pubertas dan apa saja yang akan terjadi saat itu.

Bagaimana cara menjelaskan masa pubertas pada anak?

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan ketika mencoba menjelaskan tentang masa pubertas yang akan si anak alami, yaitu:

Tahap pertama
Jelaskan bahwa masa pubertas adalah masa yang terjadi pada semua anak. Pada awalnya mungkin anak Anda akan merasa bingung, malu, dan tidak ingin mendengar perkataan Anda, tetapi hal ini memang normal terjadi. Apalagi jika anak Anda mengalami pubertas lebih dahulu atau malah lebih belakangan dibandingkan teman-temannya. Oleh karena itu, jelaskan juga bahwa masa pubertas akan datang di waktu yang berbeda-beda pada setiap anak. Kemudian, beri tahu mereka bahwa masa pubertas adalah tahapan awal seseorang untuk menjadi dewasa.

Tahap kedua
Memberitahukan anak Anda bahwa pada masa tersebut akan terjadi berbagai perubahan fungsi tubuh yang berbeda-beda antara anak laki-laki dan perempuan. Apabila Anda memiliki alat peraga atau buku tentang pubertas, maka akan lebih mudah untuk menjelaskan masa pubertas ke anak. Jelaskan berbagai perubahan yang akan terjadi pada anak Anda, seperti:
Anak perempuan: payudara mulai tumbuh, rambut-rambut halus tumbuh di sekitar alat kelamin dan ketiak, memiliki jerawat pada wajah, mengalami haid atau menstruasi, serta penambahan berat badan sehingga mengubah bentuk tubuhnya.

Anak laki-laki: rambut-rambut halus mulai tumbuh di sekitar alat kelamin dan ketiak, penis dan testis mulai membesar, suara menjadi pecah dan berubah, memiliki jerawat di wajah, dan mengalami mimpi basah – ejakulasi yang tidak disadari ketika mereka tidur.

Pada anak perempuan, Anda dapat menjelaskan proses haid atau menstruasi dengan menggunakan gambar. Beri tahu dia tentang apa yang akan terjadi pada saat haid terjadi, seperti mengeluarkan darah sehingga mereka harus menggunakan pembalut, serta memberitahukan bahwa hal ini akan terjadi setiap bulan. jangan lupa juga untuk memberitahukan bagaimana cara menggunakan pembalut pada anak perempuan Anda.

Sedangkan pada anak laki-laki jelaskan dengan perlahan tentang alat kelamin mereka yang akan mengalami perubahan, mengalami ereksi tiba-tiba, dan berbagai perubahan lainnya. Lebih baik, jika ayah yang menjelaskan hal ini kepada anak laki-lakinya, sementara ibu yang berdiskusi dengan anak perempuan.

Tahap ketiga
Persiapkan diri untuk mengahadapi perubahan emosi pada anak Anda. Masa pubertas juga akan membuat si anak mempunyai emosi yang tidak stabil. Jika Anda bisa memahami hal ini, maka Anda akan lebih mudah untuk menghadapi serta berkomunikasi dengan mereka. Jelaskan juga ke anak Anda bahwa perubahan fisik akan diiringi dengan perubahan emosi mereka

Tahap keempat
Tetap terbuka dan bersedia untuk membahas tentang pubertas dengan anak Anda bahkan setelah Anda selesai berdiskusi dengannya. Anak-anak sering kali malu untuk bertanya tentang hal ini saat Anda sedang berbicara. Berikan dorongan pada anak Anda untuk bertanya lebih lanjut terkait pubertas, berikan ia pengertian bahwa Anda bisa ditanyakan kapan saja tentang hal ini. Jaga komunikasi dan keterbukaan Anda dengan si anak. (okez)

About www.gspradio.com

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama