» » Penyaluran Raskin Masih Pakai Pagu Lama

Bulog Sub Divre Subang melansir, penyaluran beras miskin (raskin) wilayah Purwakarta dan Subang, di medio Januari dan Februari masih sama seperti tahun sebelumnya. Pasalnya, sampai saat ini masih belum ada perubahan soal pagu.

Kepala Bulog Sub Divre Subang, Taufik Budi Santoso mengatakan, saat ini pihaknya masih menggunakan pagu lama dalam penyaluran raskin. Karenanya, hingga akhir Januari ini masih belum ada perubahan soal pagu raskin untuk dua kabupaten.

“Soal perubahan pagu raskin, belum ada pembahasan,” ujar Taufik melalui selulernya, Minggu (29/1/2017).

Dengan begitu, terang dia, kuota raskin tahun ini jumlahnya masih sama seperti tahun sebelumnya. Yakni, untuk Kabupaten Subang sebanyak 1.800 ton per bulan, serta 800 ton per bulan untuk Purwakarta. Adapun penerima raskinnya, untuk Subang sebanyak 125.434 rumah tangga sasaran (RTS). Sedangkan Purwakarta 48.354 RTS.

Terkait stok raskin yang ada di gudang Bulog Subang, dia menjelaskan, hingga saat ini masih melimpah. Yakni, mencapai 19,7 ribu ton setara beras. Stok tersebut, menurutnya, cukup untuk kebutuhan raskin tujuh bulan ke depan.

Menurut dia lagi, ada dua faktor yang menyebabkan melimpahnya stok beras di awal 2017 ini. Pertama, setelah pemerintah pusat menurunkan target penyerapan beras untuk Subang. Yakni, dari 60 ribu ton menjadi 40 ribu ton. Kemudian, karena penyerapan beras di tingkat petani sepanjang 2016 kemarin sangat maksimal. Sehingga, stok beras menjadi surplus.

Dengan begitu, tambah dia, saat ini perusahaan BUMN ini tidak kekurangan persediaan beras untuk raskin. Bahkan, Subang mampu membantu wilayah lain yang kekurangan. Seperti, Cianjur, Bogor, Depok, Bandung dan Kalimantan Barat.

“Beras untuk kebutuhan subsidi silang dengan bulog di daerah lain itu mencapai 12,5 ribu ton,” tambah dia. (IJK)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama