» » Pedagang Menolak, Pemkab Tetap Ngotot

Bewara GSP - Pemkab Subang kembali menyuarakan rencana relokasi dua pasar tradisional, yakni Pasar Pukasera dan Pasar Panjang, ke lokasi baru di Pasar Baru Terminal. Relokasi tersebut rencananya akan dilakukan secara tiga tahap, mulai tanggal 27 Februari hingga 1 Maret mendatang. 

Namun upaya itu sepertinya akan mendapat perlawanan dari sejumlah pedagang.
Seperti pedagang Pasar Pujasera misalnya. Mereka mengaku enggan dipindah ke lokasi baru di Pasar Baru Terminal.Koordinator pedagang Pasar Pujasera, Neni Rohaeni dengan tegas mengatakan, banyak pedagang yang menolak dipindahkan ke Pasar Baru Terminal. Alasannya cukup kuat. Mereka khawatir akan mengalami kerugian karena minimnya pembeli.

“Kita sudah beberapa kali ada yang dipindahkan ke sana (Pasar Baru Terminal), tapi pada balik lagi kesini, karena rugi dan tidak ada yang beli,” kata Neni  Kamis (23/2).

Neni mengatakan, para pedagang di Pasar Pujasera membeli barangnya ke pasar Induk Termimal. Sementara jika mereka dipindahkan di samping pasar induk, otomatis para pembeli malah membeli ke Pasar Induk Terminal.

Selain itu juga, kata Neni, para pedagang meminta perjanjian tertulis dengan masing-masing pedagang. Intinya jika mereka mengalami kerugian pasca dipindahkan, Pemkab Subang harus berani menanggungnya.“Kami ingin hitam di atas putih. Kalau rugi harus ada yang tanggungjawab,” ujarnya.

Namun tetap mereka sanggup untuk dipindahkan dalam waktu dekat ini. “Ya kalaupun mau dipindahkan kami minta waktu jangan sekarang-sekarang, minta waktu sampai lebaran saja,” ujarnya.Pedagang lainnya yang sudah bertahun-tahun berjualan, Casman mengaku keberatan untuk dipindahkan. Namun jika banyak yang pindah, mau tidak mau ia pun akan ikut juga.
“Kalau banyak yang pindah, ya harus, mau gimana lagi,” ujarnya.

Di belakang eks bioskop Chandra itu tercatat ada 180 pedagang, mulai dari pedagang sayuran, daging, lauk pauk hingga berbagai kebutuhan pokok lainnya.Dihubungi terpisah, Kadis DKUPP Ugit Sugiana, memastikan relokasi dua pasar akan dilakukan. Tahap pertama, tepatnya pada tanggal 27 Februari mendatang, eksekusi relokasi akan dilakukan terhadap para pedagang pasar pujasera.

Selanjutkan tahap kedua, tepatnya pada tanggal 28 Februari, eksekusi akan dilakukan terhadap pedagang Pasar Panjang. Tahap ketiga, pada tanggal 1 Maret, relokasi akan dilakukan terhadap para pedagang di Pasar Baru Terminal.Menurut Ugit, tidak semua pedagang di Pasar Pujasera direlokasi. Mereka yang direlokasi hanya pedagang makanan basahan. Sementara untuk pedagang pakaian tidak direlokasi.

Untuk memantapkan pelaksanaan eksekusi, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk dengan pihak kepolisan, tentara dan satopl PP.“Tahun 2016 sudah mulai sosialisasikan, sekarang kita mematangkan saja sosialisasinya,” kata Ugit usai meninjau pasar dan rapat koordinasi dengan berbagai pihak di kantornya, Kamis (23/2).

Perlunya dilakukan relokasi bukan semata-mata karena Pemkab Subang ingin mendapatkan penghargaan Adipura saja. Ugit menilai, pasar tradisional di Subang kota masih semrawut sehingga harus dirapihkan.“Pemerintah sudah menetapkan zona-zonanya di mana harus jualan sembako berarti di Sukamelang, di mana pakaian itu di Pujasera,” ujarnya.

Dengan ditetapkannya zona-zona tersebut untuk memudahkan para pembeli memilih dan memilah barang yang hendak dibeli. Masih ada penolakan dari pedagang pasar pujasera dan waktu eksekusi yang ditetapkan Pemkab Subang tinggal beberapa hari lagi perlu ada solusi cerdas yang tidak merugikan salah satu pihak.

Jika masih belum ada kesepemahan hingga sampai saat ini dan hingga eksekusi, pengamanan perlu dilakukan dengan matang. Oleh sebabnya, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Subang diminta untuk mengawal pelaksanaan eksekusi.

“Kita sudah siap untuk nanti hari Senin,” kata Plt Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Subang, Yosef Pramastony.

Sebelumnya, pengamat ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sutaatmadja, Gugyh Susandy SE MSi berpendapat, jika Pemkab Subang ingin merolakasi pasar, maka harus jelas komoditi apa saja yang akan dijual di pasar terminal itu. Jika pasar tradisional di Kota Subang itu disatu-titikkan (terpusat), maka semua jenis barang dagang biasanya akan semrawut.

Menurutnya, pasar tradisional itu sebaiknya tematik (dikelompokan.) Ada tempat-tempat tersendiri yang mengkhususkan barang dagangan yang akan dijual.

“Kalau dipusatkan tematik itu juga bagus. Kalau Subang punya aset (tempat) yang tidak terpusat juga tidak apa-apa,” ujarnya.

Jika memang pasar terminal direncanakan menjadi pasar tradisional satu-satunya di perkotaan Subang, kata Gugyh, harus ada upaya rekayasa lalu lintas.Namun apabila itu masih hanya sebatas wacana, lebih baik ditata dulu pasar-pasar yang ada sekarang.

Tahapan Relokasi Pasar Tradisional
Tahap pertama
Pelaksanaan: Tanggal 27 Februari
Lokasi: Pasar Pujasera
Tahap kedua
Pelaksanaan: 28 Februari
Lokasi: Pasar Panjang
Tahap ketiga
Pelaksanaan: 1 Maret
Lokasi: Pasar Baru Terminal
(pe)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama