» » 4 Tradisi Tato Unik dari Mesir hingga Tanah Air

Bewara GSP - TATO memiliki perkembangannya sendiri. Sempat dianggap tabu, namun kini tato menjadi bagian dari gaya hidup.

Namun, tahukah Anda berabad-abad lalu tato juga sudah eksis di sejumlah negara. Bahkan diantaranya sudah membudaya bahkan menjadi tradisi setempat.  Sebut saja, Mesir, Jepang, Filipina atau bahkan Indonesia pun memiliki budaya tato. Lantas, bagaimana dengan cara mereka membuat tato pada zaman dahulu yang pastinya alatnya tidak mumpuni?

Salah satu cara tradisional yang terkenal yakni menggunakan bambu tajam yang telah tertempel tinta lalu diketuk ke kulit. Yuk, selengkapnya simak ulasan beberapa tato tradisional dari seluruh dunia berikut ini.

Mesir
Beberapa abad lalu, mayoritas yang membuat tato di Mesir adalah wanita, ini untuk menunjukkan status mereka. Tak hanya itu, tato juga dipakai untuk penyembuhan penyakit, agama, dan sebagai bentuk hukuman.

Namun, pada tahun 1898 ditemukan bahwa tato sudah digunakan pada zaman kerajaan Mesir kuno sebelum masehi. Hal ini terbukti dari mumi-mumi yang ditemukan memiliki tanda bekas tato.

Jepang
Untuk tato tradional Jepang lebih dikenal dengan nama Irezumi. Irezumi ini ditemukan pada era Jomon atau sekira 10 ribu tahun sebelum masehi. Tato pada jaman itu digunakan untuk kepentingan kegiatan spiritual dan dengan desain seperti hewan, bunga dan juga kesatria.

Bergeser ke era modern, kendati mesin canggih pembuat tato telah banyak di Jepang namun pembuatan Irezumi yang tradisional ternyata masih sering digunakan. Alatnya pun sangat unik, masih menggunakan pegangan kayu dengan ujung jarum dengan ukuran yang berbeda-beda.

Filipina
Tato telah menjadi bagian dari masyarakat Filipina semenjak era pra kolonisasi Hispanik. Untuk beberapa wilayah di Filipina, tato merupakan bentuk peringkat dan prestasi. Beberapa pula juga percaya bahwa tato memiliki kekuatan magis.

Indonesia
Tato tradisional di Tanah Air ternyata juga terkenal di seluruh dunia. Dan itu berasal dari Tanah Kalimantan atau yang lebih dikenal dengan Bornean traditional tattooing. Penggunaan cara menato tradisional ini juga masih eksis di pedalaman Kalimantan, tempat suku Dayak bersemayam. Penasaran dengan cara tradisionalnya? Suku Dayak menggunakan bambu tajam sambil diketukan ke kulit. Demikian sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, Rabu (29/3/2017).


About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama