» » Diduga Tipu Ratusan Pencari Kerja, Warga Subang Kota Digiring ke Polres

Berwara GSP - Unit III/Tipidter Satuan Reserse Kriminal Polres Subang menggiring AAR warga Jalan Otista Gg. Cempaka RT. 054/014 Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Subang.

AAR diuga melakukan tindak pidana penipuan dengan modus penerimaan calon tenaga kerja PT. Indo Safety Manufacture beralamat di Cibogo. Salah seorang korbannya M Andrre Yanto warga Kampung Sari RT. 006/002 Desa Cicadas, Kecamatan Binong, Subang.

Demi untuk bekerja, Andre harus tertipu Rp1 juta. Andre mengaku tidak curiga dengan pelaku. Sebab AAR mengaku sebagai manajemen PT. ISM dan mengaku sebagai Lawyer Owner PT. ISM. "Selain itu dia sempat beberapa mengumpulkan banyak orang(pelamar lain) di tempat umum guna menyampaikan waktu mulainya kerja di PT. ISM. Tapi beberapa kali nanya tentang waktu dimulainya pekerjaan, sampai diwaktu yang dijanjikan ternyata tidak ada pekerjaan, dan kembali terlapor menjanjikan lagi waktu lain," papar Andre kepada penyidik.

Dari data pihak kepolisian, pada Ahad (26/3/2017) sekitar pukul 19.00 WIB AAR mengumpulkan ratusan warga dan meminta sejumlah uang antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta di salah satu hotel di Subang Kota. AAR menjanjikan mereka akan dikerjakan di PT. Indo Safety Manufacture. Padahal AAR tidak memiliki kaitan dan atau mandat dengan pihak manajemen PT. Indo Safety Manufacture dalam perekrutan karyawan.

Hal ini dibenarkan pihak PT. Indo Safety Manufacture, Aip Saefulrahman. Aip menjelaskan PT. Indo Safety Manufacrure saat inimelakukan rekruitmen calon tenaga kerja, namun proses perekrutan dilakukan oleh bagian HRD, dan tidak pernah melakukan kegiatan di luar PT. ISM.

"Manajemen PT. ISM tidak pernah memerintahkan dan/atau memiliki hubungan kerja sama dengan tersangka dalam hal perekrutan calon karyawan. Dalam dua bulan terakhir ini saya mendengar ada orang yang mengaku sebagai kuasa dari manajemen perusahaan dalam perekrutan calon karyawan, dalam perekrutan tdia memungut uang rata-rata Rp500 ribu sampaui Rp juta," katanya

Tersangka AAR mengakui semua perbuatannya. Sudah ada sekitar 1000 pelamar yang masuk lewat dirinya, meskipun dia mengakui dirinya tidak memiliki mandat atau hubungan kerja sama dengan manajemen PT. ISM dalam hal perekrutan calon karyawan. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, AAR harus mendekam di tahanan Mapolres Subang. (ts)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama