» » Tipu Ratusan Calon Tenaga Kerja

Bewara GSP - Banyaknya pembangunan pabrik di Kabupaten Subang dimanfaatkan oknum tidak bertanggungjawab. Kamis (2/3), seorang pria berinisial ABD terpaksa diamankan aparat kepolisian karena diduga melakukan penipuan terhadap calon tenaga kerja. 

Tak tanggung-tanggung, korbannya mencapai sekitar 800 orang. Setiap calon tenaga kerja dipungut biaya sebesar Rp600 ribu hingga Rp700 ribu. Sehingga dari aksinya tersebut, pelaku berhasil mengumpulkan uang total sekitar Rp560 juta.

Kapolsek Cibogo, AKP Agus Margono mengatakan, pelaku memperdayai korbannya dengan iming-iming bisa memasukan tenaga kerja di sebuah parbik helm di Kecamatan Cibogo. Akibat perbuatannya tersebut, pelaku sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) selama tiga bulan.

“Pelaku akhirnya ditangkap di sebuah hotel di Subang,” ungkap Kapolsek.

Menurut Kapolsek, penangkapan pelaku berawal dari laporan salah seorang korbannya. Saat itu pelaku diketahui sedang berada di sebuah hotel di kota Subang. Ia bersama anggotanya langsung menuju lokasi yang dituju. Benar saja, petugas mendapati sedang berada di lokasi. Tak mau kehilangan buruannya, kata Agus, pihaknya berkoordinasi dengan Polres Subang. Usai ditangkap, pelaku pun langsung dibawa ke Mapolres untuk diminta diperiksa lebih lanjut.

Bewara GSP - Kepada korbannya, kata Kapolsek, pelaku mengaku berprofesi sebagai pengacara. Padahal dalam keterangannya, pria asal Cibogo itu bertitel ingsinyur. Tak hanya itu, pelaku juga mengaku sebagai kepercayaan Mr Lee, seorang pejabat di pabrik helm dimaksud.

“Pengkuannya 1 orang dimintai sekitar Rp600-700 ribu dengan bukti kwitansi,” jelasnya.

Masih menurut Kapolsek, untuk memuluskan aksinya, pelaku berjanji kepada korbannya dalam batas waktu tertentu bisa memasukan tenaga kerja ke pabrik helm. Namun hingga waktu ditentukan, janji pelaku tak kunjung terbukti. Aksi pelaku memperdayai korbannya dilakukan sejak bulan Desember 2016.

Di kesempatan yang sama HRD (Human Resources Department) Bidang Perekrutan Karyawan Pabrik Helm KYT Cibogo, Drs Aip Saefulrohman mengatakan, aksi penipuan tenaga kerja ini sangat merugikan perusahaannya.Diakui Aip, aksi pelaku sebenarnya sudah lama terendus pihak perusahaan. 

Bersama pihak kepolisian, pihaknya turut mengawasi gerak-gerik pelaku. Saat pelaku berada di sebuah hotel, ia pun langsung menghubungi aparat kepolisian.

“Kita terus melakukan pemantauan selama 3 bulan terakhir ini. Ketika ada informasi kalau pelaku melakukan kegiatan di sebuah hotel, kita langsung laporkan ke pihak kepolsian,” terangnya.

Bahkan kata Aip, pihaknya sempat dipanggil Disnakertrans karena adanya kasus dugaan penipuan tenaga kerja. Saat itu ia dicecar seputar adanya pungutan calon tenaga kerja di perusahaannya. Padahal selama rekrutmen tenaga kerja, pihaknya tak memungut sepeser pun dari para pelamar.

“Perusahan kita juga sempet ditegur oleh Disnaker sebanyak 2 kali, karena adanya penipuan tersebut. Padahal kita tidak pernah memungut uang terhadap calon tenaga kerja. Maka itu kita cari dan langsung laporkan pelaku ke pihak kepolisian,” tegasnya. (pe)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama