» » Tokma Pagaden Ngotot Beroperasi

Bewara GSP - Keseriusan Pemkab Subang membatasi jumlah toko modern patut dipertanyakan. Buktinya, meski belum mengantongi izin, Tokma Pagaden “ngotot” resmi beroperasi sejak Kamis (9/3) kemarin.

Isu yang beredar, awalnya toko modern yang berlokasi di Jalan Raya Pagaden-Subang itu akan diresmikan oleh pejabat Pemkab Subang. Namun hingga acara selesai, tak satu pun pejabat daerah yang nongol ke lokasi acara. Meski demikian, ratusan warga tampak antusias berbelanja.
 
Berbeda dengan pembangunan Tokma Pagaden yang tanpa diwarnai aksi penolakan warga. Pembangunan Tokma Pamanukan sempat diwarnai aksi penolakan. Pada tanggal 2 Maret lalu, sejumlah warga menggelar aksi penolakan pembangunan Tokma yang sudah memasuki tahap pemasangan rangka baja tersebut. Mereka menduga pembangunan Tokma yang berlokasi di Desa Rancasari itu tidak mengantongi izin.

Kepala Seksi Bidang Perizinan BPMPT Subang, Harry Sobari menegaskan, pembangunan kedua Tokma hingga saat ini belum mengantongi izin. Bahkan sebelumnya BPMPT sudah mengirimkan surat teguran, tepatnya pada tahun 2016 lalu. Namun hingga surat kedua, teguran tersebut tak kunjung direspon.

“Itu belum ada izinnya. Namun sudah dilakukan peresmian. Jelas sangat disayangkan sekali,” ujar Harry.

Baik Tokma Pagaden maupun Tokma Pamanukan, kata Harry, merupakan satu perusahaan. Namun demikian satu pun belum ada yang mengantongi izin.

“Apalagi pada bulan Agustus 2016 lalu, ada warga sekitar yang keberatan dengan pembangunan tokma tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, sesuai Perda No 3 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Subang, pembangunan tokma bertentangan dengan kondisi daerah tersebut.
“Bahkan lebih dari 150 toko modern tak berizin, termasuk diantaranya tokma,” ujarnya
Selain itu, lanjut Harry, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Satpol PP.

“Kita berharap pihak Satpol PP segera melakukan tindakan terhadap dua tokma tersebut,” tandasnya.

Sementara itu sekitar pukul 16.00 WIB, sejumlah petugas Satpol PP mendatangi Tokma Pagaden. Bahkan Plt Kepala Dinas Satpol PP Subang, Yosef SH nampak di sekitar lokasi. Beberapa petugas Satpol PP terlihat bernegosiasi dengan pengelola Tokma Pagaden. 

Stiker peringatan pun ditempelkan di bagian depan tokma. Dalam stiker tertera, Tokma Pagaden dalam pengawasan Satpol PP Kabupaten Subang karena dianggap melanggar Perda No 6 Tahun 2016 tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan. Namun tindakan tersebut dianggap bukan bentuk penyegelan. Ini terlihat dari kondisi tokma yang masih tetap beroperasi hingga malam hari.

Saat dimintai tanggapannya, Yosef mengatakan, teguran terhadap Tokma Pagaden sudah dilayangkan sebanyak dua kali. Teguran pertama berupa lisan. Sementara teguran kedua berupa pemasangan stiker pengawasan. Tindakan pengawasan tersebut berlaku selama 15 hari. Jika tidak dipatuhi, pihaknya akan segera menutup paksa Tokma Pagaden.

“Tadi (kemarin, red) personel kita kesana (Tokma Pagaden) untuk menempelkan surat pengawasan selama 15 hari. Jika tetap tidak ada izin, maka kita akan tutup paksa,” tegasnya.

Di kesempatan terpisah perwakilan Tokma Pagaden, Surya mengaku, proses perizinan sedang diajukan. Bahkan sejumlah persyaratan yang diminta pemerintah daerah sudah dipenuhi. “Sudah lama bolak-balik mengurus izin, tapi belum ada keputusan,” ungkap Surya kepada Pasundan Ekspres, beberapa waktu lalu.

Terkait peresmian Tokma Pagaden, kata Surya, sebelumnya pihaknya sudah mengajukan dispensasi untuk beroperasi terlebih dahulu.
 
 “Ini sehubungan kami sudah menyebar dan memasang benner pengumuman mau dibuka,” ucapnya. (pe)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama