» » Perusak Segel Terancam 4 Tahun Penjara

Bewara GSP - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Subang mengambil langkah tegas dengan menutup paksa salah satu toko modern berjaringan yang berada di Pagaden Subang yang memaksa beroperasi setelah sebelumnya dilakukan penyegelan. Karena belum memenuhi kelengkapan ijin operasi. 

Mereka memaksa merusak segel Satpol PP penutupan paksa dilakukan ditengah aktifitas pelayanan.
 
Menurut Plt Kepala Satpol PP Kab Subang, Yosep Pramastony mengatakan proses penutupan berjalan kondusif.

Penutupan paksa tersebut dengan melibatkan bantuan dari aparat Polres dan Kodim Subang.
Kata Yosep pelaku dan otak perusak telah dilaporkan kepada pihak Polres. 

“Mereka (perusak segel) kini ditangani Polres Subang karena. Ada dua orang. Semuanya karyawan Tokma yang disuruh oleh manajemen. Ancamannya hukuman 4 tahun penjara 232 KUHP Pidana karena perusakan segel aparat berwenang".

Sebelumnya pihak Satpol PP mendapat laporan bahwa toko modern di Pagaden yang ditutup telah beroperasi kembali dengan merusak segel. Setelah memastikan kebenaran laporan tersebut, kemudian melakukan koordinasi untuk menutup paksa.

Kemudian Kabagops Polres Subang mengingatkan kepada pihak manajemen supaya mematuhi peraturan yang berlaku.

Kegiatan dilanjutkan menuju lokasi toko modern di Cadika yang sama. Pol PP mendapatkan laporan adanya perusakan segel penghentian pembangunan. “Menurut laporan di sana (Cadika) mereka merusak segel dan tetap melanjutkan pembangunan diantaranya melakukan pembangunan pemasanan paving block. Padahal sebelumnya sudah diperintahkan untuk menghentikannya,” kata Yosep.

Secara terpisah, ketika ditanyakan alasan membuka segel, pihak kuasa hukum, Erwin enggan memberikan komentar banyak. “Bukan kapasitas saya yang menjawab. Nanti manajemen saja yang menjawab,” ujarnya.

Mengenai perijinan yang belum lengkap kata Erwin prosenya tetap akan menempuh melengkapi perijinan.(wk)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama