» » Ujian Nasional SMP Didominasi UNKP

Bewara GSP - Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) SMP di Kabupaten Subang masih didominasi dengan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP). Tercatat, sebanyak 134 SMP, baik berstatus negeri maupun swasta, masih menyelenggarakan UN dengan sistem UNKP.
 
Dari jumlah tersebut, SMP Negeri sebanyak 75 unit. Sisanya, 59 unit merupakan SMP swasta. Sementara dari sisi jumlah siswa, SMP negeri berjumlah 16.122 orang. SMP swasta sebanyak 2.020 siswa. Total siswa yang mengikuti UNKP sebanyak 18.142 siswa.

Sedangkan SMP penyelenggara UNBK, jumlahnya jauh lebih sedikit, yakni hanya 15 sekolah dengan siswa sebanyak 1.625 orang. Dari 15 sekolah itu, dua diantaranya sekolah berstatus negeri, yakni SMPN 1 Subang dan SMPN 2 Subang. Sisanya, sebanyak 13 unit merupakan sekolah berstatus swasta.

Ditotalkan, peserta UN SMP di Subang baik UNKP maupun UNBK sebanyak 19.767 orang.
Sementara itu, UN MTs didominasi dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Tercatat 44 MTs menyelenggarakan UNBK dengan jumlah siswa sebanyak 3.830 orang. Sementara UNKP sebanyak 16 sekolah dengan jumlah siswa 989 orang. Sehingga total peserta UN tingkat MTs sebanyak 4.819 orang.

Sementara itu, tercatat pula 351 peserta UN dari 12 SMP terbuka. Sehingga jika ditotalkan peserta UN SMP/MTs di Subang sebanyak 24.937 orang.

Data tersebut diperoleh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang.

Khusus bagi sekolah penyelenggara UNBK harus sudah matang mempersiapkan dari mulai komputer siswa dan server. Termasuk persiapan jaringan dan genset.

“Termasuk harus siapkan stand by komputer cadangan, kalau di ruangan 20 komputer siswa maka cadangan minimal dua komputer,” kata Staf Kurikulum Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kab. Subang, Yoga Pranata, Minggu (30/4).

Dia mengatakan, petugas teknis di sekolah harus siap siaga apalagi ketika terjadi gangguan teknis. “Kalau ada gangguan harus ditangani dengan cepat,”

Sementara itu kejujuran dalam melaksanakan Ujian Nasional (UN) harus diutamakan. Nilai tinggi namun diperoleh dari usaha-usaha yang tidak mencerminkan pelajar tidaklah menjadi kebanggaan.
Sekolah dan juga dinas pendidikan kabupaten/kota harus mampu memastikan penyelenggaraan UN SMP hari ini dan beberapa hari kedepan berjalan tanpa dicederai oleh praktik-praktik yang memalukan dunia pendidikan.
Apalagi UN kali ini bertepatan Hari Pendidikan Nasional. Hal ini harus menjadi momentum untuk menunjukan semangat kompetisi yang sehat untuk memperoleh hasil ujian yang maksimal dengan prinsip kejujuran.

Di Subang misalnya,  penyelenggaraan UN SMP kali ini dilakukan antisipasi agar tidak terjadi kebocoroan soal. Dari mulai naskah soal tiba di Subang hingga sampai ke meja siswa dipastikan terhindar dari kebocoran, karena mendapat pengawalan dari pihak kepolisian bersama tim keamanan dari perwakilan sekolah penyelenggara UN.

“Untuk antisipasi supaya tidak ada kebocoran atau kecurangan mendapat pengawalan dari kepolisian,” kata Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan SMP, Arta Hidayat SPd MMPd Minggu (30/4)

Dia menjelaskan, naskah soal yang diambil dari PT. Galia Bogor selaku pemenang tender dari pemerintah tiba di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Subang Kamis (27/4) sekitar pukul 19.00.

Naskah soal yang berjumlah 244 dus diinapkan beberapa malam. Hingga Minggu (30/4) pagi jam 08.30, dikirim ke enam titik komisariat antara lain SMPN 1 Jalancagak, SMPN 1 Subang, SMPN 1 Kalijati, SMPN 1 Pagaden, SMPN 1 Pamanukan, dan SMPN 1 Ciasem.

Soal kembali diinapkan di enam titik tersebut. Selasa (2/5) pagi beberapa jam sebelum UN dimulai, pihak sekolah penyelenggara UN mengambil naskah soal. Setelah selesai dikerjakan soal kembali diantar ke komisariat ke kantor disdikbud dan langsung hari itu juga dikirim ke dinas pendidikan provinsi.

“Mudah-mudahan baik siswa maupun petugas di lapangan bisa bersikap jujur,” ujarnya.
Dia mengatakan, baik dari pegawai disdik dan petugas di komisariat melakukan penjagaan setiap malamnya untuk memastikan soal tidak bocor. Sementara untuk pengamanan dari pihak kepolisian sifatnya memantau tidak stand-by di titik komisariat. “Kalau polisi tidak stand by, sifatnya pemantaun saja,”

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Subang, Aep Saepudin MPd mengatakan, pihaknya berupaya mengantisipasi supaya tidak terjadi kebocoran soal. Sebagai antisipasi telah dilakukan pembagian tugas untuk piket malam di enam komisariat.

“Ada yang piket malam di enam komisariat, insyaAllah aman,” ujarnya.

Terpisah, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Subang, Drs H Ahmad Sadudin MPd berharap pelaksanaan UN MTs  berjalan dengan lancar dan aman. Persiapan demi persiapan sudah dilakukan agar UN berjalan dengan lancar.

“Mudah-mudahan besok bisa berjalan dengan lancar,” katanya, Senin (1/5).

Pihaknya percayakan kepada pihak kepolisian untuk menghindari kebocoran. 
 
“Di setiap titik yang dijadikan tempat penyimpanan soal ada pihak kepolisian yang selalu on time di lokasi. Insya Allah dijamin (aman, red),” katanya.( (pe)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama