» » Ini Jurus Perhubungan Atasi Arus Balik di Jabar

Bewara GSP - Bagai air sungai yang mengalir deras dari hulu ke hilir hingga sampai ke laut, kendaraan-kendaraan pemudik Lebaran 2017 di Pulau Jawa terus melaju dari Jawa Timur dan Jawa Tengah menuju Jakarta, melewati Jawa Barat pada puncak arus balik,  Jumat (30/6) hingga Minggu (2/7).

Aliran air sungai yang terbendung dan tidak lancar bergerak ke laut akan menyebabkan luapan banjir di daerah sekitarnya. Demikian pula kendaraan arus balik para pemudik yang akan kembali ke Jakarta dan kota-kota di sekitarnya setelah libur Lebaran.

Kemacetan lalu-lintas kendaraan para pemudik, baik jalur tol maupun jalur nontol, akan menjadi momok bagi warga yang berharap kembali beraktivitas di kawasan Megapolitan Jakarta.

Untuk itu, Dinas Perhubungan Jawa Barat menyiapkan jurus-jurus jitu mereka untuk mengurai kepadatan kendaraan baik di jalur utara, tengah, maupun selatan pada libur Lebaran 2017.

"Berdasarkan perbandingan data arus kendaraan pada mudik Lebaran 2016 dan mudik Lebaran 2017, ada penurunan para pemudik yang menggunakan moda transportasi darat hingga 15,81 persen," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik di Posko Terpadu Perhubungan Cikopo, Purwakarta.

Dedi menilai penurunan pemudik dengan moda transportasi darat itu dipengaruhi tren penggunaan moda kereta api maupun pesawat pada libur Lebaran 2017.

"Penurunan tren pemudik dengan moda transportasi darat itu juga karena libur sekolah yang telah mulai pada dua pekan sebelum Lebaran. Masyarakat memilih kembali ke kampung halaman masing-masing lebih awal untuk menghindari puncak arus mudik," kata Dedi.

Meskipun arus kendaraan pada libur Lebaran 2017 terbantu dengan libur sekolah dan pembagian tunjangan hari raya pada dua pekan sebelum Lebaran, Dishub Jabar tidak ingin kecolongan dan terjadi kemacetan para ruas-ruas jalan, terutama pada arus balik yang akan mencapai puncak pada Sabtu (1/7/2017) dan Minggu (2/7/2017).

Kantong Parkir

"Kementerian Perhubungan telah menambah waktu pembatasan truk pengangkutan barang yang melewati hingga Senin (3/7). Tapi, kami tetap menyiagakan lokasi-lokasi kantong parkir bagi truk yang terlanjur melintasi wilayah Jawa Barat untuk mengurai kepadatan arus balik Lebaran 2017," kata Dedi.

Lokasi-lokasi kantong parkir di jalan arteri utara Jawa Barat mulai Palimanan Cirebon adalah Tegalkarang Cirebon, Losarang Indramayu, Haurgeulis Indramayu, dan Sukamandi Subang.

Sedangkan lokasi kantong parkir jalan arteri selatan Jawa Barat antara lain berada di Cikamuning Sumedang, Cikalong Bandung, Plered Purwakarta, dan Cikopo Purwakarta.

"Antrean kendaraan masih padat hingga Cikarang Utama atau kilometer 66. Kami akan mengarahkan angkutan barang untuk tidak lewat jalur tol," kata Dedi.

Sebelumnya, Dedi mengharapkan masyarakat yang akan melintasi wilayah Jawa Barat menuju Jakarta ataupun kota lain di sekitarnya untuk menghindari puncak arus balik pada Jumat (30/6/2017)  hingga Minggu (2/7/2017).

Jurus pertama itu akan dijalankan ketika antrean kendaraan telah menumpuk hingga gerbang tol Cikarang Utama atau pada kilometer 66 tol Jakarta-Cikampek.

Dinas Perhubungan Jawa Barat mencatat kendaraan arus balik Lebaran 2017 yang melintasi wilayan utara, tengah, dan selatan Jawa Barat sejak Senin (26/6) hingga Rabu (28/6) mencapai 713.181. Jumlah itu lebih rendah dibanding arus balik H2 hingga H+2 Lebaran 2016 yang mencapai 1.063.135 kendaraan.

Jurus Jalan Tol

Selain jurus pertama kantong parkir, perhubungan juga menyiapkan jurus kedua mereka yaitu dengan pengaturan arus lalu-lintas di jalan tol, terutama kepadatan di persipangan Dawuan yang merupakan pertemuan kendaraan dari tol Purbaleunyi dan kendaraan dari tol Cikopo-Palimanan.

Dinas Perhubungan Jawa Barat meminta para pengelola bus umum untuk menunda pemeriksaan penumpang di tempat-tempat peristirahatan Tol Jakarta-Cikampek untuk menghindari kemacetan arus balik pada Jumat hingga Minggu (2/7/2017).

"Petugas operator-operator bus umum itu berada di tempat peristirahatan kilometer 62 tol Jakarta-Cikampek untuk memeriksa jumlah penumpang. Pemeriksaan itu bisa menyebabkan kemacetan ketika arus balik kendaraan mulai mengalir ke arah Jakarta," kata Dedi.

Selain penundaan pemeriksaan penumpang bus umum di tempat peristirahatan, Dishub Jabar juga akan memasang papan pengumuman di atas jalan tol Jakarta-Cikampek yang menginformasikan kepadatan kendaraan di tempat-tempat peristirahatan terutama kilometer 62 dan kilometer 42.

"Kami akan memasang vehicle message sign pada 10 kilometer sebelum tempat peristirahatan sehingga para pengendara dapat menghindari kemacetan dan memilih tempat peristirahatan berikutnya," kata Dedi.

Dedi meminta kepada para pengguna jalan tol Jakarta-Cikampek yang menuju arah barat untuk tidak memaksakan diri masuk pada tempat-tempat peristirahatan terdekat dan lebih memilih tempat peristirahatan berikutnya.

"Kami akan membuka lajur lawan arus atau contraflow pada jalur ke arah timur untuk mengatasi kemacetan arus balik. Tapi, pembukaan jalur lawan arus itu menyesuaikan kondisi kepadatan arus kendaraan," katanya.

Dishub Jabar mencatat kendaraan arus balik Lebaran 2017 di Gerbang tol Palimanan sejak Selasa (27/6) atau H+1 hingga Rabu (29/6) atau H+3 sebanyak 227.205 kendaraan yang melewati jalur utara, tengah, dan selatan.

"Masih ada sekitar 46 persen atau 199.098 kendaraan yang belum memasuki gerbang tol Palimanan dari jumlah kendaraan arus mudik yang melewati gerbang tol Palimanan menuju Jawa Tengah sebanyak 426.303 kendaraan," kata Dedi.

Pengaturan Pemudik Motor

Selain tiga jurus itu, Dinas Perhubungan Jawa Barat yang juga memperhatikan para pemudik yang menggunakan sepeda motor baik yang melintas dari Cirebon, Palimanan, Lohbener, Pamanukan, Cikampek, Karawang Barat, Bekasi, hingga Jakarta Timur, maupun mereka yang melewati Kuningan, Majalengka, Cijelag, Subang, Sadang, hingga Karawang.

"Kami berusaha menjaga keteraturan dan keselamatan para pengguna sepeda motor dengan menyediakan satu bus kecil untuk mengangkut keluarga mereka," kata Dedi yang menyediakan satu bus kecil untuk menjemput keluarga pemudik motor dari tempat peristirahatan Losarang, Indramayu hingga tempat peristirahatan Balai Benih di Subang dan Balonggandu di Karawang.

Sebelumnya pada arus mudik Lebaran 2017, Dinas Perhubungan Jawa Barat juga telah menyediakan satu bus kecil untuk mengangkut keluarga pemudik sepeda motor dari Sukamandi, Subang menuju Losarang Cirebon.

"Para pemudik sepeda motor itu seringkali berhenti beberapa kali sepanjang perjalanan menuju Jakarta dan kota sekitarnya. Mereka kelelahan karena menempuh perjalanan yang jauh, maka kami bantu jemput mereka dari satu lokasi dan mengantarkan ke lokasi berikutnya untuk meringankan perjalanan mereka," kata Dedi.

Dishub Jabar, lanjut Dedi, telah menyediakan satu bus kecil untuk mengantarkan keluarga pemudik kendaraan roda dua itu sejak Lebaran 2014.

"Kami berharap perusahaan-perusahaan bersedia memberikan bantuan tanggung jawab sosial mereka dengan menyediakan bus tambahan untuk membantu para pemudik motor itu," katanya.

Dedi mengatakan para pemudik jarak dekat di kota-kota Jawa Barat seperti Kuningan, Indramayu, Majalengka, hingga Cirebon memilih menggunakan sepeda motor karena lebih praktis dan hemat biaya.

"Setelah sampai di kampung halaman, mereka juga bisa pakai sepeda motor itu untuk keliling bersilaturahmi ke keluarga-keluarga mereka," katanya.

Dishub Jabar mencatat arus kendaraan roda dua yang melintasi wilayah Jawa Barat pada arus mudik Lebaran 2017 sejak Senin (19/6) atau H-6 hingga Minggu (25/6) mencapai kendaraan 1.093.938 sepeda motor.

Sementara, arus balik kendaraan roda dua pada Lebaran 2017 yang melewati jalur utara, tengah, dan selatan Jawa Barat sejak Senin (26/6) atau H2 hingga Jumat (30/6) atau H+3 mencapai 428.855 sepeda motor.

Jumlah pengguna sepeda motor pada arus mudik Lebaran 2017 lebih tinggi dibanding jumlah pengguna sepeda motor pada arus mudik Lebaran 2016 yang mencapai 953.164 kendaraan. Sedangkan arus balik sepeda motor H2 hingga H+3 Lebaran 2016 mencapai 599.826 kendaraan.

Bantuan Tambahan Darurat

Jurus-jurus perhubungan untuk mengatasi lonjakan arus kendaraan pada arus balik maupun arus mudik libur Lebaran 2017 juga mendapatkan bantuan dari berbagai pihak terutama dari Direktorat Lalu-Lintas Kepolisian Republik Indonesia, serta PT Jasa Marga sebagai pengelola jalur tol Jakarta-Cikampek.

"Di sejumlah tempat peristirahatan terdapat montir gendong yang merupakan bantuan kerusakan kendaraan di jalan tol. Montir gendong itu menggunakan sepeda motor sehingga bisa melewati kemacetan di jalur tol," kata Dedi.

Selain montir gendung, bantuan darurat dengan moda sepeda motor itu juga diberikan oleh Kementerian Kesehatan melalui dinas-dinas kesehatan berupa kesehatan gendong. Bahkan, bantuan pengisian bahan bakar dengan sepeda motor untuk kendaraan yang kehabisan bahan bakar di jalan tol oleh PT Pertamina.

Jurus-jurus itu diharapkan dapat mengurai kepadatan maupun menghindari kemacetan arus lalu-lintas baik di ruas tol maupun ruas non-tol agar para pemudik dapat kembali ke Megapolitan Jakarta untuk beraktivitas sebagaimana sebelum libur Lebaran 2017.
Arus kendaraan mengalir lancar hingga ke hulu gerbang tol Halim atau bahkan gerbang tol Cikunir, bagai air sungai yang terus melaju ke laut tanpa harus menjadi bencana banjir di sekitar kawasan yang terhambat. (Ant)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama