» » Temukan Mie Kuning Berformalin

Bewara GSP - Setelah digegerkan dengan temuan mie instan yang diduga mengandung babi atau turunannya, masyarakat kembali dikejutkan dengan temuan mie yang diduga mengadung formalin.
 
Temuan tersebut dilakukan dalam razia gabungan dengan melibatkan pihak kepolisian dan DKUPP Kabupaten Subang, Senin (19/6) malam.

Kanit Tipiter Polres Subang, Ipda Andy Kurniady mengatakan, razia dilakukan di beberapa pasar di Kabupaten Subang. Termasuk diantaranya Pasar Baru Subang. Razia juga melibatkan tim Dinas Kesehatan Kabupaten Subang.

Dikatakan Andy, mie kuning yang ditemukan memiliki kadar formalin sebanyak 50 persen. Oleh pembuatnya, mie tersebut disebar ke sejumlah pedagang bakso.

Atas hasil ini, kata Andy, pihaknya akan melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengungkap peredaran mie berformalin tersebut.

Jika ditemukan faktor kesengajaan, lanjut Andy, pihaknya akan menerapkan Undang-undang perlindungan konsumen dengan ancaman 5 tahun penjara.

Di kesempatan yang sama Kabid Perdagangan DKUPP Kabupaten Subang, H Nurudin mengatakan, selama razia pihaknya menyasar sejumlah pasar tradisional.

Temuan mie berformalin tersebut, menurutnya sangat membahayakan kesehatan. Namun demikian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya temuan tersebut kepada pihak kepolisian.  
Di kesempatan tersebut, ia mengimbau pedagang agar tidak menjual mie kuning berformalin lagi.

Hal yang sama juga diungkapkan Pelaksana Fungsional SDK Dinkes Subang, Aan Anwarudin. Menurut Aan, mie kuning yang ditemukan memang benar mengandung kadar formalin 50 persen. Jika dikonsumsi akan membahayakan kesehatan, terutama lambung. Bahkan jika dikonsumsi dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker usus.

Sementara itu pedagang mie kuning di Pasar Terminal Subang, Sumiyem (42) mengaku bisa menjual mie kuning hingga 10 kilo per harinya. Mie kuning yang dijualnya dipasok dari pabrikan rumahan di Kecamatan Pagaden. Ia sendiri mengaku tidak tahu mie yang dijualkan mendungan formalin.

Sebelumnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) mengeluarkan surat edaran kepada Kepala Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia agar melakukan penarikan produk mi asal Korea.

Perintah itu tertuang dalam surat bernomor IN.08.04.532.06.17.2432 tertanggal 15 Juni 2017.
Awal isu surat itu tertulis pemberitahuan bahwa dalam rangka melindungi masyarakat terhadap produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan, maka Badan POM telah melakukan pengawasan terhadap produk yang diduga mengandung babi atau turunannya.

Dalam surat itu juga disebut jenis mie yang diduga mengandung babi. Yakni, pertama, Samyang Mi Instan U-Dong, nomor pendaftaran BPOM RI ML 231509497014, importir PT Koin Bumi.

Kedua, Nongshim Mi Instan (Shin Ramyun Black), ML 231509052014, importir PT Koin Bumi.
Ketiga, Samyang Mi Instan Rasa Kimchi, ML 231509448014, importir PT Koin Bumi. Keempat, Ottogi Mi INstan (Yeul Ramen), ML 23150928014, importir PT Koin Bumi.

Sehubungan dengan hal tersebut Badan POM telah memerintahkan importir yang bersangkutan untuk melakukan penarikan produk dari peredaran. (pe)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama