» » Kembangkan Alat Ekstraksi Daun Nanas

Bewara GSP -Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Al Fiber akan mewakili Kabupaten Subang pada ajang lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat provinsi Jabar dalam waktu dekat ini. Posyantek berhasil menjadi juara lomba TTG yang digelar Dispemdes Subang kemarin lalu.
Rencananya tingkat provinsi akan dilaksanakan pada tanggal 9 hingga 11 Agustus mendatang bertempat di Kabupaten Majalengka.
Pihaknya saat ini tengah mempersiapkan segala sesuatunya seperti alat TTG dan perlengkapan pendukung TTG yang menjadi juara di tingkat kabupaten.
Kepala Seksi Kerjasama Teknologi Pedesaan dan Teknologi Tepat Guna, Dodoy Dimyati mengatakan hasil lomba TTG itu murni indefendent dari penilaian juri dari LIPI, Disdikbud dan BP4D.
Hasil lomba TTG itu yaitu Juara I Posyantek Al Fiber dari Desa Cikadu Kecamatan Cijambe dengan alat TTG berupa mesin Dekortikator G3 yaitu sebuah alat ekstrasi serat daun nanas.
Sedangkan juara II Posyantek Sri Makmur menampilkan Lumbung Sampah Penghasil Bio Gas dan Pupuk Cair Organik, juara II SMK Al Mufti membuat alat Semprot Pertanian Tenaga Surya.
Selian meraih trophy para juara juga mendapatkan uang pembinaan juara I Rp 12.500.000, II Rp 7.500.000 dan juara III Rp 5.000.000.
Terkait minimnya peserta TTG menurut Dodoy pihaknya sebagai panitia pelaksana sudah berupaya melakukan penjaringan pendaftaran melalui surat resmi pemberitahuan dan undangan untuk mengikuto kegiatan lomba TTG.
Namun rupanya mereka banyak yang belum siap untuk menampilkan produk TTG yang serta lebih banyak lagi, sehingga penilaian akan lebih selektif ,” kedepan kita akan upayakan peserta lebih banyak dan kompetitif,” ujarnya.
 Pengelola Posyantek Al Fiber, Alan Sahroni mengatakan awal mula mendirikan usaha pembuatan serat daun nanas ini bermula dari kegiatannya sebagai Penyuluh IKM yang biasa di lapangan. Melihat potensi Kabupaten Subang sebgai daerah penghasil nanas terbesar di Jawa Barat, dia mulai berfikir bagaimana memanfaatkan potensi daerah tersebut menjadi suatu usaha yang menjanjikan.
Berdasarkan kegiatan survey dan pembinaan yang ia lakukan di lapangan, Alan melihat ada potensi yang belum orang manfaatkan, khususnya pemanfaatan limbah dari tanaman nanas (daun nanas).
Berdasarkan latar belakang pendidikannya yang lulusan D3 Teknik Teskstil di Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Bandung, dia tahu bahwa daun nanas tersebut bisa diambil sebagai bahan tekstil seperti benang, kain, fashion dan berbagai kerajinan.
“Melihat potensi tersebut saya mulai membuat suatu kajian bagaimana mengolah limbah tanaman nanas (nanas) menjadi serat. Dan ditemukan mesin dekortikator, hanya saja cara kerjanya masih menggunakan listrik dan kapasitasnya sangat terbatas,” jelasnya.
“Kemudian saya berinovasi untuk memodifikasi mesin dekortikator tersebut menjadi mesin yang portable, kapasitas produksi lebih banyak, dan lebih optimal dalam pemanfaatan limbah,” lanjutnya.
Untuk itu dirinya memodifikasi mesin dekortikator tersebut dengan mengganti tenaga listrik dengan tenaga diesel berkekuatan 7 PK, desain mesin lebih besar, dengan rangka yang lebih tertutup untuk melindungi limbah daun nanas menjadi produk turunannya seperti untuk pakan ternak dan pupuk alami/kompos.
Maka pada tahun 2012 hasil kajian tersebut ia bukukan dalam bentuk bussines plan yangk diperlombakan di Kementerian Perindustrian.
” Dan Alhamdulillah menjadi peserta yg mendapatkan fasilitas untuk mewujudkan dan membuat mesin dekortikator hasil modifikasi ini,” ujarnya.
Setelah berkonsultasi dengan beberapa ahli perbengkelan untuk merakit, akhirnya tahun 2013 Posyantek Al Fiber mendapatkan mesin dekortikator tersebut sebagai bantuan startUp dgn kapasitas produksi mesin tersebut 3-4kg/hari serat daun nanas kering.
Dari sanalah ia mulai bekerjasama dengan beberapa petani nanas untuk menyediakan bahan baku daun nanas dan mulai mengolahnya menjadi serat daun nanas. Setelah hasil serat daun nanasnya ia pasarkan di blog dengan nama alfiber-subang.blogspot.com.
” Alhamdulillah responnya sangat positif, saya mendapatkan pesanan dari berbagai kota di Indonesia, bahkan dari Malaysia. Dan sempat bekerjasama dengan beberapa perusahan. Serta mendapatkan kunjungan dari berbagai instansi,lembaga dan kalangan mahasiswa maupun swasta,” tandasnya. (pe)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama