» » Pungut Biaya Ijazah, Sekolah Bakal Kena Sentil

Bewara GSP - Sekolah diminta untuk tidak memungut biaya apapun yang berkaitan dengan ijazah terhadap orang tua siswa. Sebab, biaya itu sudah dibebankan pada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Kalau masih ada sekolah yang memungut biaya ijazah itu salah,” tegas Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan SD Disdikbud Kabupaten Subang, Mukfi Effendi, kemarin.
 
Dia mengatakan, kalau pekerjaan yang melekat pada kepala sekolah seperti halnya tanda tangan ijazah itu tidak semestinya dikenai biaya per tandatangan.

“Apalagi kalau minta biaya untuk tanda tangan misalnya itu salah sekali. Kan emang tugasnya seperti itu. Terus juga jangan sampai ada istilah ada menebus ijazah, itu salah sekali,” ungkapnya.

Sejauh ini ia belum menerima ada laporan sekolah yang yang melakukan pungutan biaya ijazah pada orang tua. Jika ada sekolah ‘nakal’, ia pun akan menindaknya karena itu tidak dibenarkan.

“Belum ada laporan soal itu. Semoga saja semua sesuai aturan yang ada,” ujarnya.

Hal senada ditegaskan oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Subang, Drs H Ahmad Sadudin MPd. Menurutnya, memungut biaya ijazah pada orang tua siswa sangat tidak dibenarkan.

“Itu jelas salah, itu kan sudah dialokasi ke dana Bos, tidak boleh lagi ada pungutan ke orang tua,” ujarnya.

Salah satu orang tua siswa yang menyekolahkan siswanya di Kecamatan Subang, Dedi Firdaus mengaku dimintai uang sebesar Rp450 ribu untuk menebus ijazah.

“Itu katanya untuk biaya foto copy ijazah, legalisir dan lainnya yang berkaitan dengan ijazah,” katanya.

Ia pun berharap agar sekolah yang melakukan pungutan tersebut harus mendapat tindakan karena itu melanggar aturan.

“Karena itu sudah dibebankan ke dana Bos, jangan minta lagi ke orang tua,” ujarnya.
Tak hanya itu, orang tua pun ditambah pusing persoalan biaya karena melanjutkan pendidikan siswanya yang harus mengeluarkan biaya lagi. (pe)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama