» » Dispemdes Data Lembaga Adat

Bewara GSP - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispemdes) Kabupaten Subang tengah berupaya mendata dan menginventarisir lembaga adat yang ada di Subang.
Mengawali upaya itu Dispemdes menyelenggarakan kegiatan pelatihan pendataan terkait lembaga desa yang diikuti oleh utusan dari 253 desa dan kelurahan se-Kabupaten Subang. Pelatihan tersebut berlangsung di Aula kemarin (2/8).
Kabid Kelembagaan Desa H. Atang Abdul Kudus mengatakan bahwa kegiatan itu sebagai upaya pelestarian dan pemeliharaan adat istiadat serta lembaga adat yang ada di wilayah Kabupaten Subang.
H. Atang Abdul Kudus  menjelaskan bahwa pengertian Adat menurut Permendagri No 52 tahun 2007 tentang pedoman pelestarian dan pengembangan nilai social budaya masyarakat yaitu serangkaian tingkah laku yang terlembaga dan mentradisi dalam masyarakat yang berfungsi mewujudkan nilai social budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun ciri-ciri hukum adat adalah pertama tidak tertulis dalam bentuk perundang-undangan dan tidak dikodifikasi. Kedua tidak tersusun secara sistematis. Ketiga tidak teratur, keempat keputusannya tidak memakai konsideran, kelima pasal-pasal aturannya tidak sistematis dan tidak mempunyai penjelasan.
“Dengan demikian maka bisa dikatakan sebuah adat istiadat manakala memenuhi semua unsur tadi atau memiliki cirri-ciri yang termasuk dalam ciri-ciri adat. Dan adat ini berkembang di masyarakat umum,” ujarnya.
Menurutnya pelatihan pemahaman dan pendataan lembaga adat di Subang yang diikuti oleh Sekdes/Sekkel dimana seorang Sekdes/Sekkel secara tufoksi mengetahui data lembaga adat yang ada di desanya atau kelurahan. Sehingga memudahkan untuk mendata lembaga adat di desa bersangkutan agar bisa dilakukan pembinaan dan pelestarian adat yang dimaksud.
Dia pun menyebutkan ada sejumlah adat istiadat atau tradisi yang selalu diselenggarakan di masyarakat desa ataupun kelurahan seperti RuwatBumi, RuatLaut, Mapag Sri, Seserahan, Group Sisingaan, Jaipongan, Wayang Golek dan tradisi lainnya yang kerap kali ditampilkan di masyarakat.
” Nah nanti kalau sudah terdata semua, kita akan lakukan verifikasi dan cek ke lapangan secara langsung ke desa bersangkutan, meninjau langsung untuk dilakukan penilaian atau penelitian apakah layak untuk dijadikan sebuah adat atau tidak,” pungkasnya. (pe)

About RadioGsp Pamanukan

Terimakasih telah berkunjung di GSP Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama